Komposisi Fungsi dari Grafik

Input dan Output Grafik

Dalam grafik fungsi, nilai di sumbu horizontal ($X$) selalu menjadi input dan nilai di sumbu vertikal ($Y$) selalu menjadi output.

Bayangkan sebuah mesin pabrik berantai: sumbu horizontal ($X$) adalah tempat kamu memasukkan bahan baku mentah (input). Mesin fungsi akan mengolah bahan tersebut, lalu melontarkan produk jadinya (output) ke arah sumbu vertikal ($Y$).

Ketika membaca titik pada kurva koordinat kartesius, jangan terburu-buru melihat angka di sumbu vertikal ($Y$). Biasakan selalu memulai pandangan dari sumbu horizontal ($X$) terlebih dahulu:

  1. Tentukan nilai bahan baku di sumbu horizontal ($X$).

  2. Tarik pandangan secara vertikal (tegak) hingga menabrak kurva yang dituju.

  3. Dari titik tabrakan pada kurva, belokkan arah pandangan secara horizontal (mendatar) ke kiri untuk membaca hasil akhirnya di sumbu vertikal ($Y$).

Pada simulasi di atas, coba amati Kurva f yang berwarna biru:

Jika fungsi merah g(x) menerima nilai bahan baku di sumbu horizontal sebesar 4, berapakah nilai produk akhir di sumbu vertikal yang dihasilkan oleh mesin g?

  • 4
  • 1
  • 2
  • 0

Jawaban: 1

Untuk mencari output g(4), cari angka 4 pada sumbu horizontal (X) sebagai bahan baku (input), lalu lihat posisi kurva merah g(x). Pada x = 4, kurva berada tepat di ketinggian y = 1. Opsi A keliru karena mengira nilai input adalah output, Opsi C keliru membaca fungsi lain, dan Opsi D keliru mengira perpotongan sumbu.

Titik di grafik dibaca dari sumbu X sebagai input menuju sumbu Y sebagai output

Menyambung Output Jadi Input

Hasil output dari fungsi pertama langsung dipindahkan kembali ke sumbu horizontal ($X$) untuk menjadi input bagi fungsi kedua.

Pada operasi komposisi fungsi, prinsipnya persis seperti mesin pabrik berantai. Saat kamu melihat notasi $(g \circ f)(1)$, bentuk ini sama artinya dengan bentuk bersarang $g(f(1))$. Artinya, ada dua mesin yang bekerja secara berurutan: kamu harus menyalakan mesin yang paling dalam terlebih dahulu ($f$), baru kemudian hasilnya dialirkan ke mesin luar ($g$).

Perhatikan bagaimana nilai berpindah secara berantai pada diagram di atas:

Dengan demikian, nilai dari $(g \circ f)(1) = g(f(1)) = g(2) = 2$.

Menggabungkan Potongan Hasil

Nilai operasi gabungan diselesaikan dengan menghitung tiap suku fungsi secara terpisah sebelum menjumlahkannya.

Saat berhadapan dengan ekspresi panjang seperti $(g \circ f)(1) + (h \circ g)(4) - (f \circ h)(4)$, jangan panik melihat banyaknya simbol. Pecah ekspresi besar ini menjadi tiga potongan mesin yang berdiri sendiri:

  1. Suku pertama: Dari langkah sebelumnya, kita sudah menemukan $(g \circ f)(1) = 2$.

  2. Suku kedua: Melalui alur berantai yang sama, kita peroleh $(h \circ g)(4) = h(g(4)) = h(1) = 4$.

  3. Suku ketiga: Untuk $(f \circ h)(4)$, masukkan input $4$ ke grafik hijau $h(x)$, didapat $h(4) = 1$. Lalu alihkan nilai $1$ ke sumbu horizontal pada kurva biru $f(x)$, sehingga diperoleh $f(1) = 2$.

Diagram penggabungan potongan hasil komposisi fungsi ke dalam operasi hitung

Setelah setiap potongan nilai diperoleh, substitusikan seluruh angka ke dalam operasi aritmatika aslinya:

$$\begin{aligned} (g \circ f)(1) + (h \circ g)(4) - (f \circ h)(4) &= 2 + 4 - 2 \\ &= 4 \end{aligned}$$

Hasil akhir perhitungan yang tepat adalah 4 (Opsi D).

Mari kita telaah mengapa pilihan jawaban lain keliru: