Astagatra: Membedah Dinamika Ketahanan Nasional
Bukan Benteng Mati, Tapi Kondisi Riil
Waktu denger istilah "Ketahanan Nasional", wajar kalau yang kebayang di kepala kita adalah sebuah benteng raksasa yang super kokoh. Kita sering mikir, kalau negara udah merdeka dan punya tentara, berarti bentengnya udah jadi dan bakal diam begitu aja selamanya.
Tapi di dunia nyata, negara itu nggak pernah diam.
Ketahanan Nasional sebenernya bukan wujud fisik yang permanen, melainkan kondisi riil stabilitas negara saat ini. Coba ingat-ingat sejarah kita: saat krisis ekonomi dan politik tahun 1998, kondisi negara kita sangat goyah dan rentan. Tapi, saat masuk tahun 2010-an, ekonomi membaik dan negara jauh lebih stabil. Lalu tiba-tiba datang pandemi tahun 2020 yang bikin kondisi turun lagi.
Karena kondisi negara bisa naik atau turun setiap saat gara-gara ancaman dari luar maupun dalam, sifat utama dari Ketahanan Nasional adalah dinamis (selalu bergerak/berubah).

Berdasarkan konsep yang baru kita bahas, manakah pernyataan di bawah ini yang paling tepat menggambarkan Ketahanan Nasional?
- A. Kondisi absolut yang sudah final sejak negara menyatakan kemerdekaannya.
- B. Sebuah sistem pertahanan fisik yang tidak bisa ditembus oleh ancaman dari luar.
- C. Kondisi riil bangsa yang terus berubah naik-turun tergantung ancaman dan kekuatan yang ada.
- D. Aturan hukum permanen yang tidak bisa diamandemen oleh masyarakat.
Jawaban: C. Kondisi riil bangsa yang terus berubah naik-turun tergantung ancaman dan kekuatan yang ada.
Ketahanan Nasional adalah kondisi dinamis, bukan statis. Kondisinya bisa membaik atau memburuk seiring berjalannya waktu dan tantangan yang dihadapi.
Ketahanan Nasional bersifat dinamis karena merupakan kondisi riil negara yang selalu naik-turun merespons ancaman, bukan kondisi statis permanen.
Astagatra: Dua Kelompok Besar
Untuk mengukur apakah kondisi negara lagi kuat atau lemah, para ahli memakai sebuah "kacamata" yang disebut Astagatra.
Asta artinya 8, dan Gatra artinya aspek/sudut pandang. Jadi, Astagatra adalah 8 aspek kehidupan nasional yang dipakai buat ngelihat ketahanan suatu negara.
Nah, 8 aspek ini nggak dicampur aduk begitu aja. Mereka dibagi jadi dua kelompok besar dengan logika yang sangat sederhana: buatan alam vs buatan manusia.
Pembagian Astagatra:
Trigatra (3 Aspek Alamiah): Ini adalah hal-hal yang "terberi" alias pemberian alam/Tuhan. Sifatnya relatif statis (tetap). Butuh waktu ribuan tahun buat gunung geser atau laut mengering.
Pancagatra (5 Aspek Sosial): Ini adalah hal-hal yang murni diciptakan oleh interaksi warganya (manusia). Sifatnya sangat dinamis. Harga saham bisa anjlok dalam semalam, kerusuhan bisa pecah dalam hitungan jam.
Trigatra: G-K-K (Yang Relatif Tetap)
Mari kita bedah kelompok pertama: Trigatra. Tiga aspek ini adalah fondasi fisik dari negara kita. Karena asalnya dari alam, pemerintah nggak bisa mengubahnya sesuka hati dalam semalam.
Biar gampang ingat, pakai jembatan keledai G-K-K:
Geografi: Letak Indonesia ada di posisi silang khatulistiwa, berbentuk kepulauan. Apakah besok pemerintah bisa mindahin Indonesia ke Kutub Utara? Tentu nggak bisa. Makanya ini disebut statis.
Kekayaan Alam: Cadangan nikel, batubara, dan minyak yang tertanam di dalam bumi. Sudah ada dari sananya.
Kependudukan: Demografi dan jumlah penduduk. Walaupun bayi terus lahir, perubahan total populasi itu sifatnya lambat dan natural, bukan sesuatu yang instan.
Gambar: ZeevStein, CC BY-SA 4.0 — Wikimedia Commons
Dari pernyataan berikut, manakah yang merupakan bagian dari Trigatra (aspek alamiah yang relatif statis)? Centang semua yang benar!
- Letak kepulauan Indonesia yang berada di garis khatulistiwa.
- Sistem pemerintahan demokrasi yang dianut suatu negara.
- Potensi tambang batubara yang ada di Pulau Kalimantan.
- Fluktuasi harga sembako menjelang hari raya.
Jawaban: Letak kepulauan Indonesia yang berada di garis khatulistiwa.; Potensi tambang batubara yang ada di Pulau Kalimantan.
Trigatra (Geografi, Kekayaan Alam, Kependudukan) bersifat alamiah dan relatif statis karena perubahannya tidak bisa dilakukan secara instan.