Misteri Skala Nonius: Berhenti Menempel Angka
Jebakan Jangka Sorong "Standar"
Pernah nggak kamu mengukur pakai jangka sorong, lalu melihat garis nonius ke-3 yang sejajar, dan langsung nulis tambahannya "0,3 mm"? Trik ini sangat sering diajarkan di sekolah karena cepat. Tapi tahukah kamu, hal itu sebenarnya adalah sebuah kebetulan semata!
Trik menempelkan angka nonius langsung sebagai nilai desimal itu cuma berlaku untuk jangka sorong "standar" yang punya 10 strip. Pada alat tersebut, ketelitiannya pas 0,1 mm. Jadi saat garis ke-3 sejajar, hitungannya $3 \times 0,1 \text{ mm} = 0,3 \text{ mm}$. Angkanya kebetulan sama dengan nomor garisnya!
Asal-usul Nilai Ketelitian
Terus, kalau nggak bisa langsung ditempel, dari mana kita tahu nilai tambahnya? Kuncinya ada di Ketelitian Alat (Nilai Skala Terkecil / NST).
Pada Skala Utama (SU), jarak antar garis adalah 1 mm murni. Nah, tugas skala nonius (SN) yang ada di bawahnya adalah "memecah" ruang 1 mm itu jadi bagian-bagian yang lebih kecil dan halus.
Kalau skala nonius punya 20 strip, artinya jarak 1 mm tadi dibagi rata menjadi 20 bagian. Hitungannya: $1 \text{ mm} / 20 = 0,05 \text{ mm}$.
Inilah yang kita sebut ketelitian! Artinya, setiap kali rahang geser bergerak sejauh satu garis nonius, rahang itu terbuka sejauh 0,05 mm, bukan 0,01 mm. Itulah sebabnya kamu wajib mengenali jumlah strip skala nonius sebelum membaca alat ukur.
Jika kamu menggunakan jangka sorong yang jauh lebih teliti dan memiliki 50 strip pada skala noniusnya, berapakah ketelitian (nilai skala terkecil) dari alat ukur tersebut?
- A. 0,1 mm
- B. 0,05 mm
- C. 0,02 mm
- D. 0,01 mm
Jawaban: C. 0,02 mm
Ketelitian dihitung dengan membagi jarak terkecil skala utama (1 mm) dengan jumlah strip pada nonius. 1 mm / 50 = 0,02 mm.
Ketelitian jangka sorong ditentukan dengan membagi 1 mm dengan jumlah strip skala nonius.
Makna Rahasia Garis Sejajar
Setelah tahu ketelitiannya 0,05 mm, kenapa kita harus repot-repot mencari garis yang "sejajar" (berimpit) antara skala utama dan skala nonius?
Karena ada selisih ukuran yang sangat tipis (0,05 mm) antara jarak garis di skala utama dan skala nonius, hanya akan ada SATU garis yang benar-benar sejajar lurus pada satu bukaan rahang tertentu. Ini adalah mekanisme mekanik yang brilian untuk merekam pergeseran sub-milimeter!
Garis ke-n yang sejajar menunjukkan seberapa jauh rahang sudah terbuka melewati angka bulat terakhir. Kalau di soal kita garis ke-13 yang sejajar, artinya benda ukur (seperti bearing) telah mendorong rahang sejauh 13 kali lompatan kecil sejak melewati titik 31 mm.
Karena satu lompatan nilainya adalah ketelitian alat (0,05 mm), maka besaran tambahannya adalah hasil perkalian: $13 \times 0,05 \text{ mm} = 0,65 \text{ mm}$.
Tentukan benar atau salah pernyataan berikut mengenai makna garis sejajar pada skala nonius:
- Garis nonius ke-5 yang berimpit selalu bernilai 0,5 mm pada semua jenis jangka sorong. — Salah
- Pada jangka sorong dengan 20 strip, garis nonius ke-5 yang sejajar berarti rahang telah terbuka sejauh tambahan 5 x 0,05 mm. — Benar
Garis ke-5 bernilai 0,5 mm hanya jika ketelitian alat 0,1 mm. Pada alat 20 strip (ketelitian 0,05 mm), garis ke-5 berarti 5 x 0,05 mm = 0,25 mm.
Nilai tambahan skala nonius adalah hasil kali nomor garis berimpit dengan ketelitian alat, bukan menempelkan angka.