Membaca Diagram Kekerabatan Evolusi

Makin Sempit Taksonnya, Makin Dekat

Bayangin kamu lagi misah-misahin koleksi barang. Pertama pakai kardus gede, terus di dalam kardus gede ada kotak sepatu, di dalam kotak sepatu ada kotak perhiasan. Makin sempit tempatnya, makin mirip barang-barang yang ada di dalamnya.

Di biologi, kita pakai sistem klasifikasi (taksonomi) yang mirip kayak gitu. Urutan dari yang luas ke sempit yang perlu kita ingat kali ini adalah: Ordo → Famili → Genus → Spesies.

Coba perhatikan dua hewan ini:

Gray wolf Gambar: Gary Kramer, Public domain — Wikimedia Commons

Coyote portrait Gambar: Christopher Bruno, CC BY-SA 3.0 — Wikimedia Commons

Kucing domestik dan macan tutul berada di satu Famili yang sama (Felidae), tapi Genus-nya udah beda (Felis vs Panthera). Sedangkan Serigala (Canis lupus) dan Coyote (Canis latrans) di atas berada di Genus yang sama persis, yaitu Canis.

Karena Genus itu satu "kotak" yang lebih sempit dan spesifik di bawah Famili, anjing/serigala dan coyote berkerabat jauh lebih dekat secara evolusioner dan genetik dibandingkan kucing dan macan tutul. Nenek moyang serigala dan coyote hidup jauh lebih baru dibandingkan nenek moyang kucing dan macan tutul!

Jika ada empat hewan (X, Y, Z, W), pasangan mana yang kemungkinan besar fisiknya paling mirip dan garis keturunannya paling dekat?

  • A. Hewan X dan Y, karena berada dalam satu Ordo yang sama
  • B. Hewan Y dan Z, karena berada dalam satu Famili yang sama
  • C. Hewan X dan Z, karena berada dalam satu Genus yang sama
  • D. Hewan X dan W, karena berada dalam Kelas yang sama

Jawaban: C. Hewan X dan Z, karena berada dalam satu Genus yang sama

Tingkatan Genus lebih sempit dan spesifik dari Famili, Ordo, maupun Kelas. Jadi, hewan yang berbagi Genus sama punya kekerabatan paling dekat.

Semakin spesifik/sempit tingkatan takson bersama, semakin dekat kekerabatan dua makhluk hidup.

Jebakan Posisi Bersebelahan

Waktu ngelihat diagram pohon evolusi atau pohon taksonomi, mata kita sering kali tertipu. Secara refleks, kita cenderung mikir: "Wah, hewan X gambarnya sebelahan persis sama hewan Y di kertas, berarti mereka saudara dekat dong!"

Kenapa bisa begitu? Karena pohon evolusi itu kayak gantungan kunci (mobile) yang bisa diputar-putar tanpa mutusin talinya. Ranting-ranting pada titik percabangan (node) bisa diputar 180 derajat secara horizontal, dan makna sejarah evolusinya bakal tetap persis sama.

Fokus kita seharusnya BUKAN pada seberapa dekat nama mereka dicetak bersebelahan di atas kertas, melainkan pada garis percabangan yang menghubungkan mereka ke bawah.

Mencari Titik Temu Leluhur

Kalau letak bersebelahan nggak bisa dipercaya, terus gimana dong cara tahu siapa yang berkerabat paling dekat?

Caranya adalah dengan bermain telusur garis. Bayangin setiap titik persimpangan (node) tempat dua garis menyatu ke bawah adalah sosok satu nenek moyang/leluhur bersama di masa lalu.

Kekerabatan ditentukan murni dari seberapa 'dangkal' garis keturunan itu harus ditelusuri sampai ketemu di satu titik persimpangan yang sama. Kalau baru turun dikit udah ketemu (misal di level Genus), berarti mereka pisah belum lama. Kalau harus turun jauh banget sampai dasar (misal level Ordo), berarti leluhur bersama mereka hidupnya udah lama banget berlalu.

Tentukan benar atau salah pernyataan tentang membaca pohon filogenetik berikut!

  • Makin ke atas (mendekati ujung cabang) titik temu leluhur, makin dekat kekerabatannya. — Benar
  • Jika dua hewan ditulis bersebelahan di diagram, titik temunya pasti dangkal. — Salah

Semakin dangkal (dekat ujung) titik pertemuannya, semakin baru leluhurnya dan makin dekat kekerabatannya. Letak bersebelahan tidak memiliki arti.

Kekerabatan ditentukan dari titik pertemuan (node) jalur keturunan ke arah bawah, bukan dari jarak titik akhir (tips) di diagram.