Laba: Uang Ekstra Bikin Usaha Makin Gede

Dompet Usaha Jastip-mu

Dari cara kamu jawab tadi, kamu udah jago banget ngitung laba (Pendapatan dikurangi Beban). Keren! Tapi, ada satu hal yang sering bikin bingung: "Laba itu asalnya dari mana, sih? Apa dia motong modal kita?"

Nah, karena kamu suka analogi jastip, yuk kita bayangin kamu buka usaha jastip snack impor.

Kamu mulai dengan uang tabunganmu sendiri sebesar Rp500.000. Uang ini disebut Modal Awal—ini uang dari dompet pribadimu yang khusus disisihkan untuk usaha.

Lalu, kamu berangkat ke toko. Kamu beli snack dan bayar bensin yang totalnya Rp350.000 (ini Beban atau biaya usahamu). Beberapa hari kemudian, teman-temanmu nitip beli dan membayar total Rp500.000 ke kamu. Uang Rp500.000 ini adalah Pendapatan.

Perhatikan baik-baik: uang pendapatan ini datang dari LUAR (dari dompet temanmu), bukan dari dompet modalmu.

Selisih antara uang yang kamu terima dari temanmu ($Rp500.000$) dan uang yang kamu keluarkan untuk beli snack ($Rp350.000$) adalah $Rp150.000$. Itulah Laba Bersih.

Laba ini adalah "uang ekstra" atau uang baru yang tercipta karena usahamu, yang dibayar oleh pelangganmu. Jadi, laba sama sekali tidak memotong modal awalmu, melainkan nilai lebih yang berhasil kamu hasilkan.

Kenapa Modal Bisa Nambah?

Terus, kalau laba adalah uang ekstra dari pelanggan, ke mana perginya uang laba sebesar Rp150.000 tadi?

Tentu saja masuk kembali ke dompet usahamu! Kalau uang itu tidak kamu tarik untuk jajan pribadi (istilahnya prive atau penarikan pemilik), uang ekstra tersebut akan "mengendap" di dalam kas usaha.

Kantong usahamu yang tadinya cuma berisi Rp500.000, sekarang kedatangan tambahan uang bersih Rp150.000. Hasil akhirnya, total kekayaan (modal) jastipmu untuk putaran bulan depan bukan lagi Rp500.000, melainkan sudah membesar jadi Rp650.000.

Inilah alasan matematis dan logis kenapa Modal Akhir mencerminkan gabungan antara Modal Awal ditambah Laba Bersih.

Dengan kata lain: Laba = Penambah Modal.

Berdasarkan analogi jastip tadi, mengapa laba bersih membuat modal akhir menjadi lebih besar daripada modal awal?

  • A. Laba adalah uang baru dari pelanggan yang ditambahkan ke dalam kas usaha.
  • B. Laba merupakan sisa modal awal yang tidak terpakai untuk belanja barang.
  • C. Laba adalah biaya operasional yang dikembalikan oleh pemasok barang.
  • D. Laba merupakan dana pinjaman yang harus dikembalikan bulan depan.

Jawaban: A. Laba adalah uang baru dari pelanggan yang ditambahkan ke dalam kas usaha.

Laba adalah selisih positif antara pendapatan dari pelanggan dengan beban usaha. Uang ekstra ini (uang baru) masuk ke kas sehingga menambah total modal usaha.

Laba bersih yang ditahan dalam usaha akan secara otomatis menambah total modal (harta) usaha tersebut pada akhir periode.

Kembali ke Bengkel Pak Budi

Nah, hitunganmu di soal Pak Budi tadi sudah sangat tepat secara rumus matematis. Sekarang, mari kita lihat soal itu pakai "kacamata" logika bisnis jastip kita tadi biar makin yakin.

Pak Budi memulai usaha bengkel dengan Modal Awal Rp50.000.000.

Selama satu bulan, uang dari luar (dari kantong pelanggan yang datang memperbaiki motor) masuk ke kasir bengkel sebesar Rp15.000.000 (Pendapatan). Namun, Pak Budi juga harus membayar sewa, beli bensin, dan gaji karyawannya dengan total Rp7.000.000 (Total Beban).

ilustrasi

Sisa uang ekstra yang diberikan oleh pelanggan—setelah semua beban lunas dibayar—adalah Rp8.000.000. Itulah laba bersih bengkel Pak Budi.

Karena Pak Budi tidak mengambil uang itu untuk jalan-jalan pribadi, laba bersih Rp8.000.000 ini tetap berada di dalam laci kasir bengkel. Alhasil, "dompet" bengkel Pak Budi yang tadinya bernilai lima puluh juta, sekarang membengkak!

Kesimpulannya, jawaban A yang kamu pilih bukan sekadar hasil ngafal rumus $\text{Modal Akhir} = \text{Modal Awal} + \text{Laba}$, tapi memang begitulah kenyataan uang yang mengalir di dunia usaha.

Tentukan Benar atau Salah pernyataan mengenai keuangan bengkel Pak Budi berikut ini!

  • Biaya gaji karyawan secara langsung mengurangi modal awal Pak Budi sebesar Rp4.500.000 sebelum ditambah pendapatan. — Salah
  • Uang Rp8.000.000 (laba bersih) sepenuhnya berasal dari uang pelanggan, bukan dari Rp50.000.000 modal awal Pak Budi. — Benar
  • Seandainya Pak Budi bulan ini tidak memiliki biaya operasional sama sekali, modal akhirnya akan menjadi Rp65.000.000. — Benar

(1) Salah: Gaji karyawan adalah beban pengurang pendapatan, bukan pengurang modal awal secara langsung. (2) Benar: Laba (pendapatan dikurangi semua beban) memang uang ekstra dari luar. (3) Benar: Jika bisnis tidak punya beban, maka seluruh pendapatan menjadi laba dan utuh menambah modal.

Laba bersih dihitung dengan mengurangkan total beban dari pendapatan, dan laba bersih tersebut akan menambah modal awal untuk membentuk modal akhir.