Kesebangunan: Dari Intuisi ke Simbol

Mesin Fotokopi Segitiga

Faktor skala pada segitiga sebangun bekerja layaknya tombol perbesaran di mesin fotokopi, mengalikan tiap sisi dengan angka yang sama.

Bayangkan segitiga pertama sebagai lembar dokumen asli dan segitiga kedua sebagai hasil fotokopi perbesaran. Karena hasil fotokopi mempertahankan bentuk aslinya secara presisi (kesebangunan), urutan panjang sisinya tidak akan tertukar: sisi terpendek di dokumen asli akan tetap menjadi sisi bersesuaian terpendek pada hasil cetak. Begitu pula sisi tengah dan terpanjangnya.

Tombol perbesaran pada mesin fotokopi bekerja dengan satu nilai pengali tetap. Sebagai contoh, jika dokumen asli memiliki panjang sisi $2, 3, 4$ dan mesin diatur untuk melakukan perbesaran $3$ kali lipat, maka seluruh sisi hasil cetakan akan menjadi $6, 9, 12$. Setiap sisi lama dilipatgandakan dengan pengali yang sama persis secara serentak.

Berkenalan dengan Simbol k

Simbol $k$ hanyalah nama matematis untuk menyebut angka pengali atau tingkat perbesaran tersebut.

Di soal matematika, kamu kerap menemukan tulisan seperti $k \in \mathbb{R}$. Notasi ini sebenarnya hanya bahasa formal untuk menyatakan bahwa $k$ adalah sebuah bilangan biasa (bisa bilangan bulat, desimal, atau pecahan). Jadi, kamu tidak perlu merasa terintimidasi oleh lambang simbol tersebut.

Diagram pemetaan sisi-sisi bersesuaian antara dua segitiga sebangun melalui pengali k.

Mari kita terjemahkan logika perbesaran mesin fotokopi tadi ke bentuk aljabar:

  1. Jika sisi asal adalah $a$ dan mengalami perbesaran sebesar faktor skala $k$, maka sisi baru yang bersesuaian ($d$) diperoleh dari $a$ dikali $k$.

  2. Dalam matematika, perkalian $k \times a$ ditulis rapat menjadi $ka$. Karena hasilnya adalah $d$, kita peroleh hubungan $ka = d$.

  3. Dengan logika yang sama pada sisi-sisi lainnya, sisi $b$ dilipatgandakan menjadi $kb = e$, dan sisi $c$ menjadi $kc = f$.

Segitiga X memiliki panjang sisi $x, y, z$ (dengan $x$ terpanjang). Segitiga Y sebangun dengan X, memiliki sisi $r, s, t$ (dengan $r$ terpanjang). Faktor perbesarannya adalah $m$. Persamaan mana yang menghubungkan sisi terpanjang dari kedua segitiga tersebut?

  • $mx = r$
  • $mr = x$
  • $m = xr$
  • $mx = t$

Jawaban: $mx = r$

Sisi terpanjang segitiga awal ($x$) dikalikan faktor perbesaran ($m$) menghasilkan sisi terpanjang segitiga baru ($r$), sehingga persamaannya adalah $mx = r$. Opsi B salah karena terbalik meletakkan pengali pada sisi hasil, Opsi C salah karena mengalikan kedua panjang sisi, dan Opsi D salah karena memasangkan sisi yang tidak bersesuaian.

Memodelkan hubungan sisi yang sebangun menggunakan pengali sebagai persamaan matematika.

Membedah Opsi Jawaban

Persamaan pengali sisi yang benar tidak melibatkan kuadrat atau perkalian antarsisi.

Mari kita telaah bentuk aljabar yang menghubungkan sisi segitiga awal ($a, b, c$) dan segitiga perbesaran ($d, e, f$) dengan kondisi $a < b < c$, $d < e < f$, serta $a < d$:

Dua segitiga sebangun memiliki pasangan sisi bersesuaian $p$ dan $q$ (dengan $p < q$). Diketahui faktor pengali dari $p$ ke $q$ adalah $h$. Tentukan kebenaran dari pernyataan-pernyataan berikut mengenai hubungan $p$, $q$, dan $h$:

  • $hp = q$ — Benar
  • $h = p \times q$ — Salah
  • $hq = p^2$ — Salah

Pernyataan 1 Benar karena sisi awal $p$ dikalikan faktor pengali $h$ menghasilkan sisi hasil $q$ ($hp = q$). Pernyataan 2 Salah karena faktor pengali kesebangunan adalah rasio pembagian dua sisi bersesuaian, bukan hasil kali keduanya. Pernyataan 3 Salah karena kesebangunan sisi garis bersifat linier, bukan hubungan kuadrat.

Membedakan operasi rasio kesebangunan linier dari pengkuadratan atau perkalian antarsisi.