Menjinakkan Rasio Akar dan Barisan Selang-seling

Mencari Rasio yang Tersembunyi

Rasio pangkat empat sama dengan hasil pembagian suku kelima dengan suku pertama.

Bayangkan kamu sedang menyeberangi sungai dengan melompati batu-batu pijakan. Dalam barisan geometri, setiap kali kamu melompat dari satu batu (suku) ke batu berikutnya, jarak pijakanmu selalu dikalikan dengan faktor pengali tetap yang dinamakan rasio ($r$).

Diagram 4 lompatan rasio dari suku pertama 3 ke suku kelima 27

Dari diagram di atas, kita tahu batu pertama bernilai $3$ ($a_1 = 3$) dan batu kelima bernilai $27$ ($a_5 = 27$). Untuk berpindah dari suku pertama menuju suku kelima, kamu harus melompati $4$ celah:

$$3 \xrightarrow{\times r} x \xrightarrow{\times r} y \xrightarrow{\times r} z \xrightarrow{\times r} 27$$

Secara aljabar, hubungan ini dirumuskan sebagai:

$$a_5 = a_1 \cdot r^{5-1}$$

$$27 = 3 \cdot r^4$$

Bagi kedua ruas dengan $3$, kita peroleh:

$$r^4 = 9$$

Untuk menyelesaikan $r^4 = 9$, kita lakukan penarikan akar kuadrat secara bertahap:

  1. Tarik akar kuadrat pertama: $r^2 = \sqrt{9} = 3$

  2. Tarik akar kuadrat kedua: $r = \pm\sqrt{3}$

Jika diketahui persamaan $r^4 = 16$ pada sebuah barisan geometri, berapakah nilai $r^2$ yang benar?

  • r² = 2
  • r² = 4
  • r² = 8
  • r² = 32

Jawaban: r² = 4

Akar kuadrat dari 16 adalah 4, sehingga jika r⁴ = 16, maka r² = √16 = 4. Opsi A keliru karena langsung mencari r = 2, opsi C keliru karena membagi 16 dengan 2 bukan menarik akar, dan opsi D keliru karena mengalikan 16 dengan 2.

Menghitung akar kuadrat dari persamaan r pangkat 4

Kenapa Rasio Bisa Minus?

Karena akar genap menghasilkan nilai positif maupun negatif, barisan geometri juga bisa berayun secara selang-seling.

Dari persamaan sebelumnya, kita memperoleh $r^2 = 3$. Dalam aljabar, persamaan kuadrat memiliki dua kemungkinan penyelesaian real, yaitu $r = \sqrt{3}$ atau $r = -\sqrt{3}$, karena bilangan negatif jika dikuadratkan tetap menghasilkan bilangan positif: $(-\sqrt{3})^2 = 3$.

Ketika kamu memilih rasio bernilai negatif, pergerakan nilainya seperti melompat bolak-balik menyeberangi kedua tepi sungai. Tandanya berayun selang-seling di setiap lompatan:

$$\text{positif} \xrightarrow{\times (-)} \text{negatif} \xrightarrow{\times (-)} \text{positif} \xrightarrow{\times (-)} \text{negatif} \dots$$

Perhatikan bahwa suku kelima di soal bernilai positif $27$. Hal ini sangat sesuai karena rasio negatif yang dipangkatkan dengan bilangan genap ($r^4$) akan kembali menghasilkan nilai positif:

$$(-\sqrt{3})^4 = ((-\sqrt{3})^2)^2 = 3^2 = 9$$

Sifat berayun inilah yang membuka jalan bagi kemungkinan nilai-nilai suku perantara ($x, y, z$) bernilai negatif.

Tentukan kebenaran pernyataan berikut untuk barisan geometri yang suku pertamanya positif dan suku keduanya negatif:

  • Suku ketiga pasti bernilai negatif. — Salah
  • Rasio barisan tersebut pasti bernilai negatif. — Benar

Jika suku pertama positif dan suku kedua negatif, maka rasio pengalinya pasti bernilai negatif (positif × negatif = negatif). Akibatnya, suku ketiga diperoleh dari suku kedua (negatif) dikalikan rasio (negatif), yang menghasilkan bilangan positif. Jadi pernyataan 1 salah dan pernyataan 2 benar.

Pola tanda pada barisan geometri dengan rasio negatif

Mengeksekusi Perkalian Akar

Bentuk akar yang dikalikan dengan akar yang sama akan melebur dan menghilangkan tanda akarnya.

Setelah mengetahui nilai rasio $r$, kita perlu menghitung nilai suku-suku perantaranya, terutama nilai $y$ (suku ketiga). Mengalikan bentuk akar sering kali memicu kekeliruan jika kita memperlakukannya seperti penjumlahan biasa.

Ilustrasi konseptual penggabungan dua blok akar menjadi satu blok bilangan utuh

Berdasarkan sifat perkalian bentuk aljabar akar, $\sqrt{a} \times \sqrt{a} = a$. Dua akar kuadrat sejenis yang bertemu akan melebur menjadi bilangan bulat yang utuh. Mari kita lihat perhitungannya:

Berapakah hasil kali dari $2\sqrt{5} \times \sqrt{5}$?

  • 10
  • 2√25
  • 4√5
  • 10√5

Jawaban: 10

Perkalian √5 × √5 menghasilkan 5. Kemudian kalikan dengan bilangan bulat di depannya: 2 × 5 = 10. Opsi B belum disederhanakan tuntas, opsi C salah mengalikan koefisien saja, dan opsi D terjebak membiarkan sisa tanda akar.

Perkalian bilangan bentuk akar kuadrat sejenis