Ekuilibrium Pasar Setelah Pajak
Logika Pedagang Kena Pajak
Pajak per unit secara langsung mengurangi harga bersih yang diterima oleh produsen.

Bayangkan seorang pedagang bakso yang sedang berjualan di pasar. Harga yang tercantum pada daftar menu dan dibayarkan oleh pembeli adalah harga pasar ($P$). Ketika pemerintah tiba-tiba menetapkan pajak per unit sebesar Rp4 untuk setiap porsi yang terjual, uang yang masuk ke kantong pedagang tidak lagi utuh.
Pedagang sekarang hanya menerima harga bersih sebesar $(P - 4)$. Banyak orang salah mengira bahwa pajak langsung memotong jumlah fisik barang yang diproduksi di dapur. Padahal, mekanismenya berjalan lewat harga: karena setiap porsi terpotong Rp4, pedagang menuntut harga pasar yang lebih tinggi agar tetap bersedia memproduksi barang dalam jumlah yang sama seperti sebelumnya.
Seorang penjual sepatu menjual produknya di mal. Pihak mal tiba-tiba menerapkan aturan biaya kebersihan sebesar Rp5.000 untuk setiap pasang sepatu yang terjual. Jika pembeli membayar Rp100.000 di kasir, bagaimana posisi pendapatan penjual untuk sepatu tersebut?
- Penjual tetap menikmati Rp100.000 karena biaya dibebankan ke pembeli.
- Penjual hanya akan menikmati pendapatan bersih sebesar Rp95.000.
- Pendapatan penjual menjadi Rp105.000 karena ia menaikkan harga.
- Penjual harus memproduksi lebih sedikit sepatu untuk menutup biaya.
Jawaban: Penjual hanya akan menikmati pendapatan bersih sebesar Rp95.000.
Penjual hanya menikmati pendapatan bersih sebesar Rp95.000 (Rp100.000 dikurangi biaya retribusi Rp5.000). Opsi A salah karena uang kasir tetap dipotong retribusi. Opsi C salah karena harga transaksi aktual di kasir adalah Rp100.000, bukan Rp105.000. Opsi D keliru mengaitkan retribusi per unit langsung ke kuantitas produksi fisik tanpa mekanisme penyesuaian harga.
Harga bersih yang dinikmati produsen lebih kecil dari harga yang dibayar konsumen karena adanya pajak.
Memasukkan Pajak ke Rumus
Pajak dimasukkan ke fungsi penawaran dengan mengganti variabel $P$ menjadi $(P - \text{pajak})$.
Fungsi penawaran asli disusun berdasarkan harga bersih yang benar-benar memotivasi produsen. Pada soal, fungsi penawaran mula-mula adalah:
Karena pedagang wajib menyetor pajak sebesar $t = 4$, harga bersih yang diterima produsen bukan lagi $P$, melainkan $(P - 4)$. Kesalahan yang sering terjadi adalah langsung mengurangi angka 4 di paling belakang fungsi (seperti $-10 + 5P - 4$). Cara tersebut keliru karena pajak menempel pada setiap rupiah harga jual, bukan sekadar konstanta lepas.
Substitusikan $(P - 4)$ langsung menggantikan variabel $P$:
Distribusikan angka 5 ke dalam tanda kurung secara teliti:
Fungsi penawaran baru setelah pajak sekarang menjadi $Q_s' = -30 + 5P$. Kurva penawaran bergeser ke atas/kiri karena produsen membutuhkan harga pasar yang lebih tinggi untuk menyediakan kuantitas yang sama.
Menghitung Ekuilibrium Baru
Keseimbangan pasar baru diperoleh dengan menyamakan fungsi permintaan awal dengan fungsi penawaran yang sudah disesuaikan pajak.

Pasar mencapai titik seimbang ketika jumlah barang yang diminta konsumen sama persis dengan jumlah yang ditawarkan produsen. Karena pembeli tidak dipungut pajak terpisah, fungsi permintaan tetap $Q_d = 200 - 5P$. Samakan fungsi permintaan dengan penawaran baru ($Q_d = Q_s'$):
Jadi, Harga Keseimbangan yang baru adalah $P = 23$. Untuk mencari Kuantitas Keseimbangan ($Q$), masukkan nilai $P = 23$ ke dalam fungsi permintaan:
Kombinasi harga Rp23 dan kuantitas 85 unit ini tepat membuktikan kebenaran Opsi C.
Pola memasukkan penyesuaian harga ke dalam fungsi ini juga berlaku pada kebijakan subsidi (kebalikan dari pajak), di mana variabel $P$ disubstitusi menjadi $(P + s)$.
Sebuah pasar memiliki fungsi Qd = 100 - 2P dan fungsi penawaran setelah kena pajak adalah Qs' = -20 + 2P. Didapat harga keseimbangan baru P = 30. Tentukan kebenaran pernyataan berikut mengenai penentuan kuantitas keseimbangan baru:
- Kuantitas keseimbangan baru bisa dicari dengan menghitung Qd = 100 - 2(30). — Benar
- Kuantitas baru akan bernilai sama dengan 100 - 30. — Salah
Pernyataan 1 Benar karena harga ekuilibrium baru (P = 30) disubstitusikan langsung ke dalam variabel P pada fungsi permintaan asli Qd = 100 - 2P. Pernyataan 2 Salah karena nilai P harus dikalikan dengan koefisiennya (-2) terlebih dahulu, bukan langsung mengurangi konstanta 100 dengan 30.
Kuantitas keseimbangan pasar dicari dengan mensubstitusi harga baru ke dalam fungsi yang berlaku.