Sortir Kartu: Mengenal Jenis Bilangan
Aturan Main dan Kartu Spesial
Angka $1$ dan $2$ memiliki status pengecualian yang sangat unik dalam klasifikasi bilangan dasar.
Dalam aturan permainan ini, setiap angka pada kartu ibarat karakter dengan elemen penentu poin: kartu Bilangan Prima bernilai $4$ poin, kartu ganjil selain $1$ bernilai $3$ poin, sedangkan kartu zonk bernilai $0$ poin. Namun, kartu angka $1$ dan $2$ memiliki perlakuan khusus yang sering menjebak.

Kartu dengan angka $1$ dinyatakan secara eksplisit sebagai kartu tanpa poin ($0$ poin). Angka $1$ bukan prima maupun komposit, sehingga statusnya murni kartu zonk. Oleh karena itu, pernyataan pada Opsi B bernilai benar.
Bagaimana dengan kartu angka $2$? Angka $2$ adalah kartu elemen langka: satu-satunya bilangan genap yang juga merupakan Bilangan Prima. Karena aturan menetapkan kartu prima bernilai $4$ poin, kartu angka $2$ mutlak menghasilkan $4$ poin.
Mengenal Bilangan Komposit
Bilangan komposit adalah kebalikan dari bilangan prima, yaitu bilangan asli lebih dari $1$ yang bisa dipecah menjadi perkalian angka lain selain dirinya sendiri.
Jika bilangan prima ibarat karakter Solo yang kokoh dan tidak bisa dibagi lagi oleh angka lain (hanya punya tepat dua faktor: $1$ dan bilangan itu sendiri), maka bilangan komposit adalah karakter Party yang tersusun dari perkalian anggota-anggota lain (memiliki lebih dari dua faktor pembagi).

Sebagai contoh, perhatikan kartu angka $27$. Angka $27$ memiliki faktor pembagi selain $1$ dan $27$, yaitu $3$ dan $9$ (karena $3 \times 9 = 27$). Karena memiliki faktor lain selain $1$ dan dirinya sendiri, angka $27$ bukanlah bilangan prima, melainkan bilangan komposit.
Di antara kartu-kartu berikut, manakah yang merupakan kartu dengan bilangan komposit?
- Kartu angka 11
- Kartu angka 15
- Kartu angka 2
- Kartu angka 1
Jawaban: Kartu angka 15
Kartu angka 15 merupakan bilangan komposit karena dapat dipecah menjadi faktor 3 dan 5 (faktor pembaginya adalah 1, 3, 5, dan 15). Sebaliknya, 11 dan 2 adalah bilangan prima, sedangkan 1 bukan bilangan prima maupun komposit.
Siswa dapat membedakan bilangan komposit dari bilangan lain berdasarkan keberadaan faktor pembagi selain 1 dan dirinya sendiri.
Menyortir Kartu Sisanya
Semua bilangan genap selain $2$ otomatis merupakan bilangan komposit, sehingga berstatus sebagai kartu tanpa poin.
Aturan permainan menyatakan bahwa kartu tidak akan memberikan poin ($0$ poin) jika kartunya adalah angka $1$, bilangan genap selain $2$, atau bilangan komposit. Hubungan logis ini sangat konsisten: setiap bilangan genap yang lebih dari $2$ pasti habis dibagi oleh $2$. Artinya, bilangan genap selain $2$ dijamin memiliki faktor selain $1$ dan dirinya sendiri, yang menjadikannya karakter Party alias komposit.
Mari kita terapkan logika ini pada kartu angka $8$. Angka $8$ adalah bilangan genap selain $2$ dan dapat difaktorkan menjadi $2 \times 4$. Sesuai aturan, angka $8$ tidak akan memberikan poin sama sekali. Maka dari itu, pernyataan pada Opsi E bernilai benar.
Tentukan kebenaran pernyataan berikut berdasarkan aturan permainan kartu.
- Kartu angka 12 tidak memberikan poin karena merupakan bilangan genap selain 2. — Benar
- Kartu angka 5 memberikan 3 poin karena merupakan bilangan ganjil. — Salah
Pernyataan 1 Benar: Angka 12 adalah bilangan genap lebih dari 2 sehingga mutlak menghasilkan 0 poin. Pernyataan 2 Salah: Angka 5 adalah ganjil sekaligus prima; aturan menyatakan bahwa poin prima (4 poin) mengalahkan poin ganjil (3 poin).
Siswa dapat mengevaluasi perolehan poin kartu berdasarkan hierarki aturan ganjil, genap, dan prima.