Tangga Laporan Laba Rugi

Laba Rugi = Saringan Berkali-kali

Pernah jualan sesuatu pakai uang tabunganmu sendiri? Uang yang masuk dari pembeli (omzet) nggak bisa langsung kamu sebut sebagai "untung" murni, kan?

Di dunia akuntansi, sistem saringan bertingkat ini disebut Laporan Laba Rugi Multiple-Step (Banyak Langkah). Struktur ini sengaja dibuat berundak supaya kita tahu persis di tahap mana duit kita "bocor" atau terpakai. Laporan ini tidak mencampuradukkan semua beban dalam satu keranjang, melainkan menyaring pendapatan lapis demi lapis berdasarkan prioritas kegiatannya.

ilustrasi

Apa tujuan utama dari format Laporan Laba Rugi Multiple-Step?

  • A. Menggabungkan semua jenis pendapatan dan beban dalam satu perhitungan.
  • B. Hanya menghitung laba bersih tanpa mempedulikan beban operasional.
  • C. Menyaring pendapatan secara bertahap untuk melihat kinerja bisnis di tiap level.
  • D. Memisahkan pendapatan tunai dan pendapatan kredit secara terpisah.

Jawaban: C. Menyaring pendapatan secara bertahap untuk melihat kinerja bisnis di tiap level.

Laporan Multiple-Step sengaja dibuat bertingkat (disaring) agar perusahaan bisa memisahkan beban berdasarkan jenis kegiatannya (operasional vs non-operasional), sehingga kinerja inti bisnis terlihat jelas.

Laporan Laba Rugi Multiple-Step menyaring pendapatan secara bertahap untuk memisahkan berbagai jenis beban dan melihat margin keuntungan di setiap tahap.

Saringan 1 & 2: Mendapatkan Laba Kotor

Sesuai urutan corong sebelumnya, kita mulai dari puncak. Saat kamu jualan, nggak semua barang sukses terjual tanpa masalah. Terkadang ada diskon atau retur (barang dikembalikan). Saringan pertama inilah yang menghasilkan Penjualan Bersih (omzet riil yang benar-benar sah jadi milikmu).

Setelah dapat Penjualan Bersih, kita masuk ke saringan kedua, yaitu mengurangi pendapatan riil tadi dengan modal barangnya. Di akuntansi, modal barang ini disebut HPP (Harga Pokok Penjualan) atau Cost of Goods Sold (COGS).

Nah, kalau Penjualan Bersih dikurangi HPP, hasilnya disebut Laba Kotor (Gross Profit). Kenapa masih disebut "kotor"? Karena ini baru keuntungan kotor dari selisih harga jual dan harga beli barang, belum dikurangi ongkos capek, gaji karyawan, atau listrik tokomu.

Tentukan Benar atau Salah pernyataan mengenai Laba Kotor di bawah ini!

  • Retur dan diskon penjualan harus dikurangkan dari Penjualan Total untuk mendapatkan Penjualan Bersih. — Benar
  • Laba Kotor adalah hasil akhir keuntungan setelah semua biaya toko (termasuk gaji) dibayarkan. — Salah
  • Laba Kotor merupakan selisih antara Penjualan Bersih dan Harga Pokok Penjualan (HPP). — Benar

Penjualan Bersih sudah dikurangi retur/diskon. Laba kotor murni selisih Penjualan Bersih dengan modal barang (HPP), belum memasukkan beban gaji atau operasional lainnya.

Laba Kotor diperoleh dengan mengurangi Penjualan Bersih dengan Harga Pokok Penjualan (HPP).

Saringan 3: Menuju Laba Operasi

Sekarang kita pegang Laba Kotor. Langkah selanjutnya adalah membayarkan biaya-biaya yang wajib dikeluarkan agar tokomu sehari-harinya tetap bisa buka dan jualan. Biaya ini disebut Beban Operasional (Operating Expenses).

Contoh beban operasional: Gaji kasir, biaya listrik toko, kuota internet buat balas chat pembeli, atau biaya pasang iklan. Laba kotor dikurangi beban operasional akan menghasilkan Laba Operasi (Operating Income).

Ingat, bunga pinjaman dan pajak bukanlah kegiatan utama jual-beli tokomu. Kalau tokomu nggak punya utang bank, kamu nggak bayar bunga, tapi tokomu tetap bisa jualan, kan? Oleh karena itu, bunga dan pajak disebut beban non-operasional dan punya "saringan" sendiri di bagian paling bawah laporan, setelah Laba Operasi.

Dari daftar berikut, mana saja yang tergolong sebagai **Beban Operasional** yang akan mengurangi Laba Kotor? (Pilih semua yang benar)

  • Gaji pramuniaga toko
  • Pajak penghasilan perusahaan
  • Beban bunga pinjaman bank
  • Biaya listrik bulanan toko

Jawaban: Gaji pramuniaga toko; Biaya listrik bulanan toko

Gaji pramuniaga dan Biaya listrik toko adalah biaya harian wajib agar toko tetap jalan (Operasional). Pajak dan Bunga pinjaman adalah beban di luar kegiatan jual-beli utama (Non-Operasional).

Laba Operasi hanya dikurangi oleh beban yang berkaitan langsung dengan kegiatan operasional utama perusahaan, bukan beban di luar operasional seperti bunga dan pajak.