Membaca Pola Sifat Unsur Periode 3

Peta Perjalanan Periode 3

Bayangkan Tabel Periodik sebagai sebuah peta dengan baris-baris horizontal yang disebut periode. Satu baris di tabel periodik (periode) berarti unsur-unsurnya punya jumlah kulit atom yang sama. Di Periode 3, perjalanan kita dimulai dari Natrium (Na) di ujung kiri (nomor atom 11) sampai Argon (Ar) di ujung kanan (nomor atom 18).

Semakin kita bergerak ke kanan, nomor atomnya makin besar. Artinya, muatan positif di inti atom (jumlah proton) makin kuat menarik elektron-elektronnya. Tarikan yang makin kuat ini perlahan "mengubah kepribadian" unsurnya secara drastis.

Pola utamanya sangat jelas: ujung kiri didominasi oleh logam padat yang sangat "dermawan" (suka melepas elektron). Saat bergerak ke kanan, sifat logam memudar, berganti menjadi wilayah non-logam yang "egois" (suka merebut dan menahan elektron). Pola pergeseran wujud dari logam menjadi gas non-logam inilah pintu masuk untuk menebak sifat kimia mereka!

ilustrasi

Saat bergerak dari kiri ke kanan dalam satu periode, apa pola utama perubahan sifat unsur?

  • A. Dari non-logam gas menjadi logam padat
  • B. Dari logam (mudah lepas elektron) menjadi non-logam (mudah tangkap elektron)
  • C. Dari ukuran atom besar menjadi makin lebih besar lagi
  • D. Dari sifat reaktif asam menjadi tidak reaktif basa

Jawaban: B. Dari logam (mudah lepas elektron) menjadi non-logam (mudah tangkap elektron)

Bertambahnya nomor atom ke kanan menarik elektron lebih kuat, mengubah sifat logam (di kiri) menjadi non-logam (di kanan).

Sifat dominan periode 3 bergeser dari logam menjadi non-logam seiring naiknya nomor atom ke kanan.

Logam Ekstrem: Meledak di Air

Ledakan hebat natrium di air Gambar: Ajhalls, Public domain — Wikimedia Commons

Kalau kita mulai perjalanan dari ujung paling kiri Periode 3, kita akan bertemu dengan Natrium (Na) dan temannya Magnesium (Mg). Natrium adalah contoh ekstrem dari sifat logam yang "dermawan". Kenapa reaksinya seheboh di gambar?

Unsur dengan nomor atom paling kecil di periodenya punya daya tarik inti yang paling lemah terhadap kulit elektron terluarnya. Natrium hanya punya 1 elektron valensi yang letaknya rawan lepas. Ibarat membawa barang yang mudah jatuh, Natrium sangat gatal ingin membuang 1 elektron ini supaya dirinya mencapai wujud stabil.

Saat Natrium menyentuh air, terjadi migrasi elektron kilat dari permukaan logam ke air. Reaksi hebat ini tidak hanya memecah molekul air menghasilkan gas hidrogen ($H_2$) dan sifat basa yang sangat kuat, tapi juga membebaskan panas (eksoterm). Panas yang ekstrim inilah yang memicu terbakarnya gas hidrogen, memberikan efek "meledak di air".

Di soal tadi, disebutkan: "Unsur Z bereaksi hebat dengan air menghasilkan gas hidrogen". Ini adalah sinyal mutlak bahwa Z adalah logam reaktif yang letaknya pasti nongkrong di ujung kiri tabel periodik.

Mengapa unsur seperti Natrium di ujung kiri Periode 3 bereaksi sangat hebat dengan air?

  • A. Karena ia menarik elektron dari air dengan sangat kuat
  • B. Karena inti atomnya memiliki gaya tarik yang sangat stabil terhadap proton
  • C. Karena ia memiliki 1 elektron valensi yang sangat mudah dilepaskan ke air
  • D. Karena bentuknya gas pada suhu ruang dan mudah menyala

Jawaban: C. Karena ia memiliki 1 elektron valensi yang sangat mudah dilepaskan ke air

Logam alkali di paling kiri mudah melepaskan elektron terluarnya ke air, reaksi ini eksoterm dan membebaskan gas hidrogen.

Logam golongan alkali sangat reaktif dalam air karena mudahnya melepaskan elektron valensi untuk mencapai kestabilan.

Si Bunglon Amfoter

Setelah melewati wilayah "logam ekstrem" di kiri, perjalanan kita berlanjut ke area transisi di tengah Periode 3. Di sinilah Aluminium (Al) berada. Karena posisinya transisi, sifatnya jadi "nanggung" — tarikan intinya sudah cukup kuat sehingga tidak meledak basa layaknya Natrium, tapi belum cukup kuat untuk menjadi unsur asam murni seperti yang di ujung kanan.

Aluminium ini dijuluki zat bermuka dua alias amfoter.

Karena posisinya berada tepat di perbatasan kiri dan kanan, ia bisa beradaptasi menghadapi siapa pun lawannya. Di dalam petualangan menjawab soal, petunjuk "Unsur Y dapat bereaksi dengan asam kuat maupun basa kuat" adalah definisi mutlak dari sifat amfoter! Memahami ini membuat kita langsung tahu persis bahwa Y pasti menguasai wilayah tengah periode.

ilustrasi

Tentukan apakah pernyataan mengenai sifat amfoter Aluminium ini benar atau salah:

  • Aluminium tidak akan bereaksi jika dicampur dengan asam kuat. — Salah
  • Aluminium oksida dapat bertindak sebagai asam saat direaksikan dengan basa kuat. — Benar

Sifat amfoter berarti senyawa tersebut bereaksi dengan asam layaknya sebuah basa, dan bereaksi dengan basa layaknya sebuah asam.

Senyawa amfoter di periode 3 (seperti Al) bisa bereaksi baik dengan asam kuat maupun basa kuat.