Koordinat Jajaran Genjang
Membedah Informasi Gambar
Saat ketemu soal geometri dengan gambar, langkah pertama adalah memastikan koordinat titik-titik kuncinya. Jangan buru-buru mikir rumus yang rumit. Mari kita bedah apa yang sebenarnya ditunjukkan oleh gambar jajaran genjang ini ke dalam angka pasti di bidang Cartesius.
Dari gambar, alas $CE$ menempel mendatar searah sumbu X. Titik $C$ ada di koordinat $(-5,0)$ dan titik $E$ ada di $(20,0)$. Jarak mendatar dari $-5$ ke $20$ adalah $25$ satuan.
Kamu juga sudah menghitung tinggi jajaran genjang dengan sangat tepat lewat perbandingan luas: $Luas = \text{alas} \times \text{tinggi}$. Karena luasnya $200$ dan panjang alasnya $25$, maka tingginya adalah $200 / 25 = 8$. Tinggi ini menjadi penanda penting: garis atap jajaran genjang (garis $AB$) mengambang persis sejajar dengan sumbu X pada ketinggian $y = 8$.
Sekarang perhatikan posisi titik $A$. Di soal disebutkan bahwa garis tegak lurus $AD$ menghubungkan $A$ dan alasnya $CE$. Di gambar, titik $A$ tepat berada di perpotongan garis atap dengan sumbu Y. Artinya, posisi mendatar (nilai $x$) untuk titik $A$ adalah $0$. Karena atapnya ada di ketinggian $8$, maka koordinat $A$ pasti berada di titik $(0,8)$.
Rahasia Sisi yang Sejajar
Setelah tahu letak $A$ di koordinat $(0,8)$, gimana cara nentuin koordinat $B$ yang belum diketahui? Kuncinya ada di sifat paling unik dari sebuah jajaran genjang: Sisi yang berhadapan bukan cuma sejajar, tapi juga panjangnya persis sama.
Artinya, sisi atap $AB$ itu seperti bayangan cermin yang diangkat dari alas $CE$. Vektor pergeseran horizontal di sisi alas akan 100% sama dengan pergeseran horizontal di sisi atapnya.
Mari kita terapkan aturan emas ini. Kalau dari ujung kiri alas (titik $C(-5,0)$) ke ujung kanan alas (titik $E(20,0)$) kita bergeser ke kanan sejauh $25$ satuan, maka titik kiri di atapnya harus bergeser dengan jarak dan arah yang sama pula!
Kita mulai dari ujung kiri atap, yaitu titik $A$ di koordinat $(0,8)$. Geser nilai mendatarnya (sumbu X) sejauh $25$ satuan ke kanan. Nilai mula-mula $0$ ditambah $25$ sama dengan $25$. Karena tingginya tidak berubah ($y$ tetap $8$), maka titik $B$ pasti berada di posisi koordinat $(25,8)$.
Dengan tahu bahwa jajaran genjang adalah bangun yang cuma menggeser (mentranslasikan) garis dari satu tempat ke tempat lain tanpa mengubah ukurannya, kamu gak butuh rumus repot lagi buat nyari titik $B$. Cukup tambah atau kurang posisinya sesuai sisi yang sudah diketahui!
Jika titik ujung kiri sebuah atap jajaran genjang ada di koordinat $(2, 5)$ dan panjang alas jajaran genjang tersebut secara mendatar sejauh $10$ satuan ke kanan, di manakah posisi titik ujung kanan atap tersebut?
- A. $(12, 15)$
- B. $(12, 5)$
- C. $(2, 15)$
- D. $(10, 5)$
Jawaban: B. $(12, 5)$
Karena alas panjangnya 10 satuan mendatar ke kanan, maka nilai x ditambah 10 ($2+10=12$). Karena mendatar, nilai y (ketinggian) tetap $5$. Jadi posisinya di $(12, 5)$.
Sisi atas jajaran genjang menggeser nilai x sejauh nilai alasnya tanpa mengubah nilai tinggi y.
Menyelesaikan Misi: Gradien
Sekarang target utama kita yang sesungguhnya sudah bisa diselesaikan: mencari gradien garis yang menghubungkan titik $C$ dan $B$.
Kita sudah punya kedua koordinatnya secara lengkap dari hasil pencarian kita sebelumnya:
Titik pangkal $C(-5, 0)$
Titik ujung $B(25, 8)$
Gradien murni pada dasarnya mengukur tingkat tanjakan (kemiringan). Konsepnya sesimpel membandingkan seberapa jauh garis itu naik (selisih ketinggian atau $\Delta y$) dengan seberapa jauh ia bergeser mendatar (selisih jarak atau $\Delta x$). Dalam bahasa Inggris sering disebut Rise over Run.
Mari kita jabarkan hitungannya:
Naik (Rise): Ketinggian dari titik asal $0$ memuncak ke $8$, berarti perubahan $\Delta y = 8 - 0 = 8$.
Mendatar (Run): Posisi geser mendatar dari titik awal $-5$ ke tujuan akhir $25$, berarti perubahan $\Delta x = 25 - (-5) = 30$.
Maka, nilai gradiennya adalah hasil pembagian antara tinggi tanjakan dan jarak lurusnya: $m = \frac{\Delta y}{\Delta x} = \frac{8}{30}$
Pecahan ini bisa disederhanakan dengan membagi atas dan bawah masing-masing dengan $2$, sehingga didapat kemiringan akhir sebesar $\frac{4}{15}$.
Semudah itu! Jangan sampai tertukar posisinya: yang tegak (y) selalu dibagi dengan yang mendatar (x).
Sebuah garis menghubungkan titik awal $(-3, -2)$ dan titik tujuan $(5, 4)$. Berapakah nilai rise (perubahan vertikal) dan run (perubahan horizontal) secara berturut-turut untuk menghitung gradien garis tersebut?
- A. Rise = 6, Run = 8
- B. Rise = 8, Run = 6
- C. Rise = 2, Run = 2
- D. Rise = 4, Run = 5
Jawaban: A. Rise = 6, Run = 8
Rise adalah selisih tinggi $y$ dari $-2$ ke $4$, yaitu $4 - (-2) = 6$. Run adalah selisih mendatar $x$ dari $-3$ ke $5$, yaitu $5 - (-3) = 8$. Jadi gradiennya $6/8$.
Gradien (Rise over Run) menghitung selisih koordinat y (tegak) dibagi selisih koordinat x (mendatar).