Menaklukkan Operasi Bentuk Akar Terstruktur
Menyederhanakan Bentuk Akar
Akar bilangan besar harus dipecah menjadi perkalian angka kuadrat sempurna agar bisa dikeluarkan dari akar.
Sering kali kita melihat angka di dalam akar seperti $\sqrt{12}$ atau $\sqrt{75}$ dan merasa angka tersebut rumit atau tidak bisa dioperasikan. Padahal, sifat perkalian bentuk akar menyatakan bahwa $\sqrt{a \times b} = \sqrt{a} \times \sqrt{b}$. Agar bentuk akar menjadi lebih sederhana, kuncinya adalah menyederhanakan akar dengan mencari faktor perkalian yang merupakan kuadrat sempurna (seperti $4, 9, 16, 25$, dan seterusnya).
Mari kita bedah bilangan pada ukuran tanah di soal:
Memecah $\sqrt{12}$: Faktor dari $12$ yang merupakan kuadrat sempurna adalah $4$. Kita tulis $\sqrt{12} = \sqrt{4 \times 3} = \sqrt{4} \times \sqrt{3} = 2\sqrt{3}$.
Memecah $\sqrt{75}$: Faktor kuadrat sempurna terbesarnya adalah $25$. Maka, $\sqrt{75} = \sqrt{25 \times 3} = 5\sqrt{3}$.
Memecah $\sqrt{27}$: Faktor kuadrat sempurna terbesarnya adalah $9$. Maka, $\sqrt{27} = \sqrt{9 \times 3} = 3\sqrt{3}$.
Dengan langkah ini, lebar tanah pada soal ($l = \sqrt{75} - \sqrt{27}$) berubah bentuk menjadi $5\sqrt{3} - 3\sqrt{3}$. Keduanya kini memiliki "ekor" akar yang sama!
Berapakah bentuk paling sederhana dari $\sqrt{48}$?
- 4√3
- 2√12
- 3√16
- 6√8
Jawaban: 4√3
Faktor kuadrat sempurna terbesar dari 48 adalah 16, karena 48 = 16 × 3. Sehingga √48 = √(16 × 3) = 4√3. Pengecoh 2√12 belum sederhana karena √12 masih bisa disederhanakan lagi, sedangkan 3√16 dan 6√8 salah dalam pemfaktoran kuadrat sempurna.
Akar kuadrat yang tidak sederhana dapat disederhanakan dengan faktor kuadrat sempurna terbesar.
Menjumlahkan Akar Sejenis
Bentuk akar hanya bisa ditambah atau dikurang jika angka di dalam akarnya sama, layaknya variabel $x$.
Banyak yang bingung saat menjumlahkan $2\sqrt{3} + 4\sqrt{3}$ karena mengira angka di dalam akar ikut dijumlahkan menjadi $\sqrt{6}$. Ini adalah kekeliruan fatal! Dalam aljabar, kita memperlakukan suku sejenis seperti variabel tunggal. Anggaplah bentuk akar $\sqrt{3}$ itu sebagai sebuah kotak variabel $x$. Jika kamu memiliki $2$ kotak $x$ ditambah $4$ kotak $x$, hasilnya adalah $6$ kotak $x$ ($2x + 4x = 6x$). Prinsip yang sama persis berlaku pada bentuk akar: $2\sqrt{3} + 4\sqrt{3} = 6\sqrt{3}$.

Sekarang, mari kita evaluasi ukuran panjang dan lebar tanah Pak Doni:
Panjang tanah ($p$):
$$p = 2\sqrt{12} + 3\sqrt{3}$$
Dari halaman sebelumnya, kita tahu $\sqrt{12} = 2\sqrt{3}$. Substitusikan nilai ini:$$p = 2(2\sqrt{3}) + 3\sqrt{3} = 4\sqrt{3} + 3\sqrt{3} = (4 + 3)\sqrt{3} = 7\sqrt{3}\text{ meter}$$
Hasil ini membuktikan bahwa **Opsi A** ("Panjang tanah Pak Doni adalah $7\sqrt{3}$ meter") bernilai **benar**.Lebar tanah ($l$):
$$l = \sqrt{75} - \sqrt{27} = 5\sqrt{3} - 3\sqrt{3} = (5 - 3)\sqrt{3} = 2\sqrt{3}\text{ meter}$$
Hasil ini membuktikan bahwa **Opsi B** ("Lebar tanah Pak Doni adalah $2\sqrt{3}$ meter") juga bernilai **benar**.
Analisis kebenaran operasi bentuk akar berikut:
- 5√2 + 3√2 = 8√2 — Benar
- 4√5 + 2√5 = 6√10 — Salah
- 6√7 - 2√7 = 4 — Salah
Pernyataan 1 benar karena akar sejenis (√2) memiliki koefisien 5 dan 3 yang dijumlahkan menjadi (5+3)√2 = 8√2. Pernyataan 2 salah karena angka di dalam akar tidak boleh dijumlahkan menjadi √10 (hasil yang benar adalah 6√5). Pernyataan 3 salah karena akar √7 tidak boleh dihilangkan begitu saja (hasil yang benar adalah 4√7).
Penjumlahan bentuk akar sejenis menjumlahkan koefisiennya.
Keliling dan Luas Persegi Panjang
Keliling membutuhkan penjumlahan semua sisi, sementara Luas membutuhkan perkalian antar akar.
Setelah menyederhanakan ukuran tanah Pak Doni menjadi panjang $p = 7\sqrt{3}$ meter dan lebar $l = 2\sqrt{3}$ meter, kita dapat menghitung luas dan kelilingnya secara runtut. Perhatikan perbedaan mendasar antara operasi penjumlahan pada keliling dan operasi perkalian pada luas:

Menghitung Luas ($L = p \times l$):
$$L = (7\sqrt{3}) \times (2\sqrt{3}) = (7 \times 2) \times (\sqrt{3} \times \sqrt{3})$$
Ingat sifat perkalian akar: akar sejenis yang dikalikan dengan dirinya sendiri akan menghilangkan tanda akarnya, yaitu $\sqrt{3} \times \sqrt{3} = 3$.$$L = 14 \times 3 = 42\text{ meter persegi}$$
Perhitungan ini menunjukkan bahwa **Opsi C** ("Luas tanah Pak Doni adalah 42 meter persegi") bernilai **benar**.Menghitung Keliling ($K = 2(p + l)$):
$$K = 2(7\sqrt{3} + 2\sqrt{3}) = 2((7 + 2)\sqrt{3}) = 2(9\sqrt{3}) = 18\sqrt{3}\text{ meter}$$
Sehingga **Opsi D** ("Keliling tanah Pak Doni adalah $18\sqrt{3}$ meter") juga bernilai **benar**.Menghitung Total Pendapatan Penjualan:
$$\text{Pendapatan} = \text{Luas} \times \text{Harga per meter persegi} = 42 \times \text{Rp}500.000 = \text{Rp}21.000.000$$
Maka, **Opsi E** ("Total pendapatan yang diperolehnya adalah Rp21.000.000") bernilai **benar**.
Sebuah ubin berbentuk persegi memiliki panjang sisi $3\sqrt{5}\text{ cm}$. Berapakah luas ubin tersebut?
- 15
- 45
- 9√5
- 45√5
Jawaban: 45
Luas persegi dihitung dengan sisi × sisi = (3√5) × (3√5) = (3 × 3) × (√5 × √5) = 9 × 5 = 45. Pengecoh 15 mengabaikan kuadrat koefisien (hanya 3 × 5), 9√5 lupa mengalikan sesama akar, dan 45√5 salah mempertahankan tanda akar setelah perkalian.
Perkalian dua akar sejenis menghilangkan tanda akarnya.