Menghitung Posisi Menyusul Lewat Grafik v-t

Kecepatan Sama Bukan Berarti Menyusul

Titik potong pada grafik kecepatan-waktu hanya menunjukkan bahwa kedua benda bergerak dengan kecepatan yang sama, bukan berarti mereka berada di posisi yang sama.

Coba geser slider waktu pada simulasi di atas hingga mencapai detik ke-$5$. Perhatikan apa yang terjadi dengan kedua mobil: speedometer keduanya sama-sama menunjukkan kecepatan $25\text{ m/s}$. Namun, lihat letak fisiknya di lintasan—Mobil B masih berada jauh di depan Mobil A!

Hal yang sama terjadi pada Mobil A dan Mobil B. Pada $t = 5\text{ detik}$, Mobil A baru berhasil menyamai kecepatan Mobil B, tetapi total jarak tempuhnya masih tertinggal. Perpotongan garis pada grafik kecepatan terhadap waktu (grafik v-t) hanyalah momen kesetaraan laju sesaat, bukan momen menyusul.

Dua sepeda, X dan Y, memiliki grafik kecepatan terhadap waktu (v-t) yang garisnya saling berpotongan tepat pada detik ke-8 dengan nilai kecepatan 10 m/s. Sepeda X mulai dari keadaan diam, sedangkan sepeda Y sudah melaju 4 m/s sejak awal. Apa yang terjadi tepat pada detik ke-8?

  • Sepeda X persis menyusul dan berada sejajar dengan sepeda Y.
  • Sepeda X mulai mengurangi kecepatannya untuk berbalik arah.
  • Sepeda X dan sepeda Y sedang melaju dengan tingkat kecepatan yang sama.
  • Total jarak tempuh kedua sepeda sejak detik pertama menjadi sama.

Jawaban: Sepeda X dan sepeda Y sedang melaju dengan tingkat kecepatan yang sama.

Titik potong pada grafik kecepatan-waktu (v-t) menunjukkan nilai pada sumbu vertikal (kecepatan) yang bernilai sama pada saat itu, yaitu kedua sepeda sama-sama melaju 10 m/s. Titik potong ini bukan berarti kedua sepeda menyusul atau menempuh jarak yang sama, karena sepeda Y melaju lebih cepat di awal sehingga total jarak tempuhnya masih lebih jauh.

Memahami bahwa titik potong di grafik v-t bermakna kesamaan kecepatan, bukan posisi.

Melihat Jarak dari Luas Grafik

Jarak yang ditempuh suatu benda dapat dihitung dengan mudah lewat mencari luas bangun datar di bawah garis grafik kecepatan.

Grafik kecepatan terhadap waktu menunjukkan luas area segitiga untuk Mobil A dan luas trapesium untuk Mobil B hingga t = 5 s.

Secara matematis, mengalikan kecepatan ($\text{m/s}$) dengan rentang waktu ($\text{s}$) akan menghasilkan satuan jarak ($\text{m}$). Pada grafik v-t, perkalian tinggi (kecepatan) dengan alas (waktu) ini setara secara visual dengan menghitung luas di bawah kurva. Kembali ke analogi celengan kita, total koin yang terkumpul sama dengan seluruh luas tumpukan koin harian yang kamu masukkan.

Mari kita hitung jarak masing-masing mobil dari $t = 0$ sampai $t = 5\text{ detik}$ lewat geometri bangun datar:

Menemukan Pola Percepatan

Percepatan adalah kemiringan garis grafik yang menunjukkan seberapa konsisten kecepatan benda bertambah tiap detiknya.

Diagram kemiringan gradien grafik v-t Mobil A yang memperlihatkan perubahan kecepatan 25 m/s dalam 5 detik.

Jika kita ingin mengetahui apa yang terjadi setelah detik ke-$5$, kita tidak bisa hanya mengamati angka sesaat. Kita perlu tahu seberapa cepat masing-masing mobil menambah kecepatannya setiap detik. Dalam analogi celengan, ini adalah tambahan koin harian yang kian bertambah—disebut sebagai percepatan.

Secara visual pada grafik, percepatan ($a$) adalah kemiringan garis (gradien), yaitu pembagian antara perubahan vertikal ($\Delta v$) dengan perubahan horizontal ($\Delta t$):

Mari kita hitung kemiringan masing-masing mobil dari grafik:

Sebuah motor mula-mula melaju dengan kecepatan 4 m/s. Dalam waktu 3 detik, kecepatannya bertambah secara stabil mengikuti garis lurus pada grafik hingga mencapai angka 10 m/s. Berapakah percepatan motor tersebut menurut grafik?

  • 2 m/s²
  • 3 m/s²
  • 4 m/s²
  • 14 m/s²

Jawaban: 2 m/s²

Percepatan adalah kemiringan grafik v-t, yaitu selisih kecepatan vertikal dibagi selisih waktu horizontal: a = (v_akhir - v_awal) / delta t = (10 - 4) / 3 = 6 / 3 = 2 m/s². Opsi 3 m/s² keliru karena langsung membagi 10 dengan 3 tanpa mengurangkan kecepatan awal. Opsi 4 m/s² hanya melihat nilai kecepatan awal, sedangkan 14 m/s² keliru karena menjumlahkan kecepatan.

Bisa menghitung percepatan dari selisih kecepatan terhadap rentang waktu di grafik.