Keseimbangan Pasar: Efek Biaya Produksi
Jualan Cilok di Kantin
Bayangkan kamu lagi jualan cilok di kantin sekolah. Modal kamu hari ini cukup buat bikin 100 porsi cilok, karena harga tepung dan saus (bahan baku) lagi stabil.

Tiba-tiba, besoknya harga tepung dan saus naik drastis! Karena uang saku atau modalmu untuk jualan tetap, uang yang tadinya cukup buat bikin 100 porsi sekarang cuma cukup buat bikin 70 porsi.
Kesimpulannya simpel: Kalau biaya produksi naik, jumlah barang yang sanggup kamu tawarkan (jual) di pasar otomatis bakal berkurang karena modalmu tersedot ke bahan baku yang mahal itu.
Jika harga daging ayam (bahan baku utama) tiba-tiba naik secara drastis, apa yang paling mungkin terjadi pada seorang pedagang ayam goreng di kantin jika modal usahanya hari itu tetap?
- A. Ia akan menambah jumlah porsi ayam goreng yang dijual.
- B. Ia akan mengurangi porsi ayam goreng yang dijual.
- C. Ia akan menjual ayam goreng dengan harga yang lebih murah.
- D. Jumlah porsi ayam goreng yang dijual tidak akan berubah.
Jawaban: B. Ia akan mengurangi porsi ayam goreng yang dijual.
Saat harga bahan baku naik, biaya produksi per porsi ikut meningkat. Dengan modal yang tetap sama, jumlah ayam yang bisa digoreng dan ditawarkan ke pembeli pasti berkurang.
Kenaikan biaya bahan baku menyebabkan penurunan jumlah barang yang mampu ditawarkan oleh produsen dengan asumsi modal tetap.
Menggambar "Berkurang" di Grafik
Di ilmu ekonomi, jumlah barang yang ditawarkan oleh penjual disebut Supply (Penawaran). Sumbu mendatar (horizontal) di grafik melambangkan Jumlah Barang (Q - Quantity).
Aturan baca grafiknya gampang banget:
Makin ke kanan, angkanya makin besar (jumlah bertambah).
Makin ke kiri mendekati angka nol, angkanya makin kecil (jumlah berkurang).
Di halaman sebelumnya, kita tahu kalau biaya produksi (bahan baku) naik, jumlah cilok yang bisa kamu jual bakal berkurang.
Karena jumlahnya berkurang, berarti garis kurva Penawaran (S) yang ada di grafik harus kita geser ke arah yang angkanya lebih kecil. Betul banget, kurvanya bergeser ke KIRI.
Tentukan Benar atau Salah pernyataan mengenai aturan pergeseran kurva penawaran di bawah ini!
- Jika produsen harus mengurangi produksinya karena bahan baku mahal, maka kurva penawaran akan bergeser ke kanan. — Salah
- Kurva yang bergeser ke kiri pada sumbu X (Kuantitas) menunjukkan bahwa jumlah barang yang ditawarkan berkurang. — Benar
Pengurangan produksi atau jumlah barang turun selalu digambarkan dengan pergeseran kurva ke KIRI (mendekati angka nol pada sumbu horizontal X). Sebaliknya, kurva yang bergeser ke kanan menandakan produksi bertambah.
Penurunan kuantitas penawaran digambarkan dengan pergeseran kurva penawaran ke sebelah kiri (mendekati nilai nol pada sumbu Q).
Mencari Titik Temu yang Baru
Sekarang kita gabungkan kurva Penawaran (S) tadi dengan kurva Permintaan (D - pembeli).
Awalnya, pembeli dan penjual sepakat di satu titik tengah persilangan, yang disebut titik keseimbangan (menentukan harga dan jumlah awal). Tapi, apa yang terjadi saat kurva Penawaran bergeser ke kiri karena bahan baku mahal?
Saat kurva Supply bergeser ke KIRI (menjadi garis baru), sementara kurva Demand (pembeli) diam saja di tempatnya, titik potong persilangan kedua garis ini bakal ikut pindah!
Coba tarik garis lurus dari titik temu yang baru itu ke arah sumbu tegak (Harga/$P$) dan sumbu datar (Jumlah/$Q$):
Posisinya jadi lebih tinggi di sumbu Harga $\rightarrow$ Harga naik ($P_2 > P_1$).
Posisinya jadi lebih kiri di sumbu Jumlah $\rightarrow$ Jumlah barang turun ($Q_2 < Q_1$).
Berdasarkan grafik keseimbangan pasar, ketika kurva penawaran bergeser ke kiri melintasi kurva permintaan yang tetap, apa dampak akhirnya terhadap pasar?
- A. Harga turun, kuantitas naik
- B. Harga naik, kuantitas naik
- C. Harga turun, kuantitas turun
- D. Harga naik, kuantitas turun
Jawaban: D. Harga naik, kuantitas turun
Saat penawaran berkurang (geser kiri), titik perpotongan baru dengan kurva permintaan berada di level harga yang lebih tinggi dan posisi kuantitas yang lebih rendah. Ini mencerminkan kondisi barang makin langka sehingga harganya melambung.
Pergeseran kurva penawaran ke kiri melintasi kurva permintaan yang tetap akan selalu menaikkan harga keseimbangan dan menurunkan kuantitas keseimbangan.