Kombinasi Partisi: Membagi Kelompok

Memilah Elemen Bebas dan Tetap

Sebelum memakai rumus apa pun, pastikan kita memisahkan elemen yang posisinya sudah dikunci dengan elemen yang masih bebas diacak.

Dalam persoalan pembagian kelompok atau partisi, langkah awal yang paling krusial adalah mendata siapa yang posisinya sudah pasti dan siapa yang belum mendapatkan tempat. Bayangkan kita sedang membentuk tim futsal. Dua orang kapten sudah pasti berada di posisinya masing-masing di lapangan. Kita tidak perlu mengocok atau memilih kapten lagi, melainkan hanya perlu mengundi para pemain cadangan untuk melengkapi posisi yang masih lowong.

Diagram dua mobil dengan kapasitas 5 kursi per mobil, memperlihatkan 1 kursi kemudi terisi dan 4 kursi kosong, serta 6 orang penumpang menunggu di luar.

Pada persoalan perjalanan ini, 2 orang pemilik mobil bertindak sebagai pengemudi utama. Artinya, kedua orang ini sudah memiliki tempat duduk tetap di balik kemudi:

Sebuah panitia beranggotakan 10 orang akan berangkat menggunakan 2 mobil berkapasitas masing-masing 6 orang (termasuk pengemudi). Dua orang ketua panitia memiliki mobil dan wajib menjadi pengemudi di masing-masing mobil. Berapa banyak orang yang bebas diacak dan berapa kapasitas tersisa untuk tiap mobil?

  • 8 orang diacak, 5 kursi tersisa per mobil.
  • 10 orang diacak, 6 kursi tersisa per mobil.
  • 10 orang diacak, 5 kursi tersisa per mobil.
  • 8 orang diacak, 6 kursi tersisa per mobil.

Jawaban: 8 orang diacak, 5 kursi tersisa per mobil.

Dua ketua panitia bertindak sebagai pengemudi mobil masing-masing, sehingga posisi mereka sudah tetap. Jumlah peserta yang bebas diacak berkurang menjadi 10 - 2 = 8 orang. Sementara itu, setiap mobil berkapasitas 6 orang berkurang 1 kursi oleh sang ketua, menyisakan kapasitas tersisa 6 - 1 = 5 kursi untuk penumpang. Pengecoh B dan C salah karena tidak mengurangi jumlah orang yang diacak, sedangkan D salah karena tidak mengurangi kursi yang terpakai oleh pengemudi.

Menentukan jumlah elemen bebas dari kasus dengan peran tetap yang dikunci.

Menghitung Satu Distribusi

Banyak cara mendistribusikan sejumlah orang ke dua kelompok yang berbeda dapat dihitung dengan kombinasi karena urutan masuk mobil tidak penting.

Sama seperti memilih pemain pengganti di tim futsal, urutan pemanggilan nama tidak mengubah susunan tim. Memilih Budi lalu Andi menghasilkan isi tim yang persis sama dengan memilih Andi lalu Budi. Sifat pemilihan tanpa memperhatikan urutan inilah yang mendasari penggunaan kombinasi ($\binom{n}{r} = \frac{n!}{r!(n-r)!}$).

Mari kita bedah skenario distribusi pertama: 2 orang di mobil pertama dan 4 orang di mobil kedua.

  1. Dari 6 penumpang yang tersedia, kita memilih 2 orang untuk menempati mobil pertama:

    $$\binom{6}{2} = \frac{6 \times 5}{2 \times 1} = 15\text{ cara}$$

  2. Setelah 2 orang terpilih masuk ke mobil pertama, berapa pilihan tersisa untuk mobil kedua? Tersisa 4 orang untuk mengisi 4 kursi yang ada. Banyak caranya adalah:

    $$\binom{4}{4} = 1\text{ cara}$$

Artinya, saat 2 orang sudah ditentukan masuk ke mobil pertama, 4 orang sisanya otomatis terpaksa menempati mobil kedua. Berdasarkan prinsip perkalian:

$$\text{Banyak cara} = \binom{6}{2} \times \binom{4}{4} = 15 \times 1 = 15\text{ cara}$$

Perhitungan ini membuktikan bahwa Opsi C benar. Kita tidak perlu menghitung ulang mobil kedua secara terpisah karena kelompok kedua merupakan komplemen langsung dari kelompok pertama.

Dari 7 relawan yang bebas tugas, 3 orang ditugaskan berjaga di Posko Utara dan sisanya berjaga di Posko Selatan. Bentuk perhitungan matematika yang tepat untuk menentukan banyak cara membagi para relawan tersebut adalah ...

  • Permutasi P(7,3)
  • C(7,3) dikali C(7,4)
  • C(7,3)
  • 7 x 3 = 21

Jawaban: C(7,3)

Karena posisi berjaga tidak memperhatikan urutan masuk, kita memakai kombinasi. Memilih 3 orang dari 7 orang untuk Posko Utara dihitung dengan C(7,3). Setelah 3 orang terpilih, 4 orang sisanya otomatis langsung ditempatkan di Posko Selatan dalam C(4,4) = 1 cara. Mengalikan C(7,3) dengan C(7,4) salah karena stok orang setelah pemilihan pertama tinggal 4 orang, bukan 7 lagi. Permutasi P(7,3) juga keliru karena urutan tidak diperhitungkan.

Menerapkan prinsip kombinasi partisi ganda untuk dua kelompok penampung.

Total Kemungkinan Seluruh Kasus

Bila ada beberapa skenario pembagian yang mungkin, total cara adalah penjumlahan dari hasil masing-masing skenario tersebut.

Karena kapasitas tersisa untuk penumpang di setiap mobil dibatasi maksimal 4 orang, maka 6 penumpang bebas tidak bisa dibagi sembarangan. Formasi ekstrem seperti $(1, 5)$ atau $(6, 0)$ mustahil dilakukan karena ada mobil yang kelebihan muatan (melebihi batas 4 kursi penumpang). Skenario yang diizinkan hanyalah formasi $(2, 4)$, $(3, 3)$, dan $(4, 2)$.

Diagram pohon bercabang tiga yang memperlihatkan penjumlahan tiga skenario distribusi penumpang menuju total 50 cara.

Mari kita hitung satu per satu formasi yang tersisa:

Ketiga skenario formasi ini adalah kejadian yang saling lepas (mutually exclusive)—sebuah rombongan tidak mungkin berangkat dengan formasi $(2, 4)$ sekaligus formasi $(3, 3)$ pada waktu yang sama. Menurut prinsip penjumlahan (rule of sum), total kemungkinan susunan adalah jumlahan dari semua skenario valid:

$$\text{Total} = 15 + 20 + 15 = 50\text{ cara}$$

Dengan demikian, Opsi E benar.

Misalkan kapasitas mobil dilonggarkan sehingga mobil boleh memuat 1 atau 5 penumpang (tetap membagi 6 penumpang bebas). Terdapat dua skenario tambahan: formasi (1,5) dan formasi (5,1). Berdasarkan aturan pencacahan dan kombinasi, manakah pernyataan berikut yang benar?

  • Banyak cara distribusi jika mobil pertama diisi 1 orang dan mobil kedua diisi 5 orang adalah C(6,1).
  • Total seluruh cara mendistribusikan jika ditambah kasus (1,5) dan (5,1) diperoleh dengan mengalikan total kasus baru dengan total kasus sebelumnya.
  • Banyak cara distribusi untuk formasi (5,1) bernilai sama persis dengan cara distribusi untuk formasi (1,5).

Jawaban: Banyak cara distribusi jika mobil pertama diisi 1 orang dan mobil kedua diisi 5 orang adalah C(6,1).; Banyak cara distribusi untuk formasi (5,1) bernilai sama persis dengan cara distribusi untuk formasi (1,5).

Pernyataan 1 benar karena memilih 1 orang dari 6 untuk mobil pertama dihitung dengan C(6,1) = 6 cara (sisanya 5 orang otomatis ke mobil kedua). Pernyataan 2 salah karena skenario-skenario distribusi adalah kejadian yang saling lepas (tidak terjadi bersamaan), sehingga aturan yang berlaku adalah penjumlahan (rule of sum), bukan perkalian. Pernyataan 3 benar karena sifat simetri kombinasi menyatakan C(n, k) = C(n, n-k), sehingga C(6,5) = C(6,1) = 6 cara.

Menjumlahkan hasil kombinasi dari beberapa skenario partisi yang saling lepas.