Mencari Modal Awal: Aturan Waktu & Hitungan
Aturan Baku Waktu
Suku bunga yang diberikan bank berlaku untuk satu tahun penuh, sehingga durasi menabung dalam hitungan bulan harus selalu diubah menjadi pecahan tahun.
Bank menetapkan bunga sebesar $8\%$ untuk tenor $1$ tahun ($12$ bulan). Waktu menabung selama $9$ bulan tidak boleh langsung ditulis sebagai angka $9$ ke dalam rumus. Durasi tersebut harus dibagi dengan jumlah bulan dalam setahun:
$$\text{Waktu } (t) = \frac{9}{12} \text{ tahun}$$
Bentuk pecahan $\frac{9}{12}$ disederhanakan dengan membagi pembilang dan penyebut dengan $3$, sehingga diperoleh $t = \frac{3}{4}\text{ tahun}$.
Mengabaikan konversi waktu dan langsung menganggap waktu menabung adalah $1$ tahun penuh menyebabkan kesalahan fatal, seperti pembagi $1{,}08$ yang menghasilkan nilai keliru pada Opsi B.
Seseorang menabung selama 8 bulan di bank yang menerapkan suku bunga per tahun. Berapa nilai waktu yang harus dimasukkan ke dalam persamaan matematika untuk mewakili 8 bulan tersebut?
- 8 tahun
- 3/4 tahun
- 2/3 tahun
- 1 tahun
Jawaban: 2/3 tahun
Suku bunga bank berlaku per tahun (12 bulan). Durasi 8 bulan harus dinyatakan sebagai 8/12 tahun. Pecahan 8/12 disederhanakan dengan membagi pembilang dan penyebut dengan 4, menghasilkan 2/3 tahun. Opsi A salah karena memasukkan angka bulan tanpa dibagi 12, Opsi B tertukar dengan pecahan 9 bulan, dan Opsi D salah membulatkan waktu.
Mengonversi nilai bulan menjadi satuan tahun
Merakit Persamaan Mundur
Modal Awal dicari dengan membagi Nilai Akhir dengan hasil penjumlahan satu dan persentase bunga kalikan waktu.
Persamaan baku untuk akumulasi Bunga Tunggal adalah:
$$A = P(1 + r \cdot t)$$
Untuk mencari nilai sebelum bunga, struktur aljabar tersebut dibalik menjadi:
$$P = \frac{A}{1 + r \cdot t}$$
Keterangan variabel:
$A$ adalah Nilai Akhir ($\text{Rp}2.210.000,00$).
$P$ adalah Modal Awal yang dicari.
$r$ adalah suku bunga per tahun ($8\% = 0{,}08$).
$t$ adalah waktu dalam tahun ($\frac{3}{4}\text{ tahun}$).

Bunga selalu dihitung dari modal awal yang belum diketahui. Oleh karena itu, dilarang menghitung bunga langsung dari nilai akhir lalu menguranginya, karena pendekatan tersebut menghasilkan nilai yang salah seperti pada Opsi E.
Eksekusi Hitungan Presisi
Penyelesaian persamaan harus dilakukan berurutan dengan menyederhanakan penyebut desimal menjadi bilangan bulat agar pembagian menjadi akurat.
Lakukan perkalian pada penyebut terlebih dahulu:
$$0{,}08 \cdot \frac{3}{4} = \frac{0{,}24}{4} = 0{,}06$$
Tambahkan angka $1$, sehingga penyebut menjadi:
$$1 + 0{,}06 = 1{,}06$$
Persamaan pembagian untuk mencari modal awal menjadi:
$$P = \frac{2.210.000}{1{,}06}$$
Untuk membagi dengan bilangan desimal tanpa kesalahan, kalikan pembilang dan penyebut dengan $100$:
$$P = \frac{221.000.000}{106}$$
Lakukan pembagian bersusun:
$221.000.000 \div 106 = 2.084.905{,}66...$
Nilai tersebut dibulatkan menjadi $\text{Rp}2.085.000,00$.
Hasil ini membuktikan bahwa Opsi C adalah jawaban yang benar. Penebakan angka bulat seperti $\text{Rp}2.000.000,00$ pada Opsi A (yang jika diuji menghasilkan nilai akhir $\text{Rp}2.120.000,00$) atau $\text{Rp}2.100.000,00$ pada Opsi D (karena kesalahan pengali $1{,}05$) adalah kekeliruan aritmatika akibat menghindari pembagian desimal.
Jika nilai akhir adalah 1.050.000 dan faktor pengalinya adalah 1,05, berapakah hasil pembagian 1.050.000 dibagi 1,05?
- 1.102.500
- 1.000.000
- 997.500
- 100.000
Jawaban: 1.000.000
Untuk membagi 1.050.000 dengan 1,05, kalikan pembilang dan penyebut dengan 100 agar desimal hilang: 105.000.000 / 105 = 1.000.000. Opsi A salah karena mengalikan angka awal dengan 1,05. Opsi C salah karena mengurangi nilai akhir dengan 5% dari nilai akhir itu sendiri. Opsi D salah karena keliru menempatkan digit nol.
Menghitung pembagian dengan pembagi berbentuk desimal