Geometri Molekul dan Jebakan Oktet SO3

VSEPR dan Kepolaran Oksida Belerang

Perbedaan jumlah pasangan elektron bebas pada atom pusat $\text{S}$ menyebabkan $\text{SO}_2$ berbentuk bengkok (polar) dan $\text{SO}_3$ berbentuk trigonal planar (nonpolar).

Atom belerang ($\text{S}$) terletak di Golongan VIA, sehingga memiliki $6$ elektron valensi. Saat berikatan dengan oksigen:

Ilustrasi perbandingan tarik tambang tiga arah simetris seimbang dan dua arah membentuk sudut bengkok tak seimbang

Adanya $1$ PEB pada $\text{SO}_2$ memberikan tolakan kuat terhadap pasangan elektron ikatan ke arah bawah. Akibatnya, geometri molekul tidak mungkin lurus melainkan terdorong menjadi bengkok (bentuk V) dengan sudut sekitar $119^\circ$, bukan linear (Opsi A salah). Geometri yang asimetris ini membuat tarikan momen dipol ikatan tidak saling meniadakan, menghasilkan resultan dipol sehingga $\text{SO}_2$ bersifat polar (Opsi C benar).

Sebaliknya, $\text{SO}_3$ memiliki $3$ domain ikatan dan $0$ PEB, sehingga membentuk geometri trigonal planar yang simetris sempurna dengan sudut ikatan $120^\circ$. Bayangkan permainan tarik tambang pada ilustrasi di atas: ketika tiga pihak menarik dari sudut yang sama besar ($120^\circ$) dengan kekuatan seimbang, pusatnya tidak bergerak ke mana pun. Karena simetri ini, ketiga vektor dipol ikatan $\text{S}-\text{O}$ saling meniadakan total, menjadikan $\text{SO}_3$ molekul nonpolar (Opsi B benar).

Misteri Aturan Oktet $\text{SO}_3$

Sebuah molekul dianggap mematuhi aturan oktet jika memiliki setidaknya satu struktur Lewis valid di mana atomnya dikelilingi tepat $8$ elektron valensi.

Dalam buku pelajaran tingkat lanjut, $\text{SO}_3$ sering digambarkan dengan tiga ikatan rangkap dua ($\text{S}=\text{O}$). Pada model tersebut, atom pusat $\text{S}$ dikelilingi oleh $6$ pasang elektron ikatan alias $12$ elektron valensi (oktet berkembang atau hypervalent). Model ini disukai dalam kimia fisik karena meminimalkan muatan formal tiap atom menjadi nol. Namun, apakah ini berarti $\text{SO}_3$ mutlak tidak dapat memenuhi aturan oktet?

Diagram dua struktur Lewis SO3: struktur oktet berkembang dengan 12 elektron dan struktur resonansi oktet dengan 8 elektron

Jawabannya tidak. Suatu molekul tidak selalu memiliki satu representasi ikatan tunggal; molekul dapat dijelaskan melalui resonansi (penggambaran beberapa struktur Lewis yang setara dan valid).

Salah satu struktur resonansi klasik $\text{SO}_3$ menggambarkan atom pusat $\text{S}$ membentuk:

Jika kita hitung elektron di sekeliling $\text{S}$ pada struktur resonansi ini:

$$\text{Jumlah elektron pada S} = 4 + 4 = 8\text{ elektron}$$

Karena struktur dengan $8$ elektron valensi ini sah secara aturan Lewis dasar, pernyataan bahwa atom sulfur dalam $\text{SO}_3$ tidak memenuhi aturan oktet adalah keliru (Opsi E salah). Kedua sudut pandang struktur di atas sama-sama diakui dalam kimia untuk menjelaskan fenomena yang berbeda.

Tentukan kebenaran pernyataan berikut berdasarkan konsep resonansi dan aturan oktet:

  • Atom pusat yang memiliki kemampuan oktet berkembang tidak bisa digambar dengan struktur yang mematuhi oktet biasa. — Salah
  • Jika suatu molekul memiliki struktur resonansi yang semua atomnya pas 8 elektron, molekul itu dianggap dapat memenuhi aturan oktet. — Benar

Pernyataan 1 Salah: Unsur periode 3 ke atas memang mampu memperluas kulit valensinya (oktet berkembang), namun molekul seperti SO3 tetap dapat digambarkan mematuhi aturan oktet standar melalui pembentukan ikatan kovalen koordinasi. Pernyataan 2 Benar: Dalam kaidah kimia dasar, jika molekul memiliki setidaknya satu struktur resonansi valid di mana seluruh atomnya mencapai 8 elektron valensi, molekul tersebut dianggap dapat memenuhi aturan oktet.

Molekul yang dapat digambarkan dengan struktur kovalen koordinasi bisa dikategorikan memenuhi aturan oktet.

Rangkuman & Lanjut Belajar

Berikut poin-poin utama yang menghubungkan struktur Lewis, bentuk molekul, dan kepolaran:

Lanjut belajar: