Grafik Energi Kinetik: Kenapa Melengkung?

Kecepatan yang Tumbuh Linear

Pada gerak jatuh bebas, kecepatan benda bertambah lurus secara konstan seiring berjalannya waktu.

Saat sebuah benda—seperti apel pada soal—dilepaskan jatuh bebas tanpa hambatan udara dan gesekan, satu-satunya gaya yang bekerja adalah tarikan gravitasi. Karena gaya tersebut tidak berubah, apel bergerak dengan percepatan tetap sebesar $\pi^2$.

Pertambahan nilai kecepatan berlangsung sama besar pada tiap satuan waktu. Hubungan ini dirumuskan dalam persamaan gerak lurus berubah beraturan:

$$v = at$$

Karena percepatan $a$ bernilai konstan, kecepatan $v$ berbanding lurus (linear) terhadap waktu $t$. Jika digambarkan ke dalam grafik kecepatan terhadap waktu, kurvanya berupa garis lurus miring ke atas. Setiap detik berikutnya, kecepatan apel selalu bertambah sebesar nilai percepatan yang sama secara konsisten.

Sebuah bola baja dijatuhkan dari atas gedung tinggi tanpa kecepatan awal dan hambatan udara diabaikan. Jika pada detik ke-2 kecepatan bola adalah $v$, berapakah kecepatan bola tersebut pada detik ke-6?

  • v
  • 3v
  • 4v
  • 9v

Jawaban: 3v

Pada gerak jatuh bebas tanpa kecepatan awal, kecepatan berbanding lurus dengan waktu tempuh ($v = at$). Waktu bertambah dari $2\text{ s}$ menjadi $6\text{ s}$, artinya waktu meningkat $3$ kali lipat ($6/2 = 3$). Oleh karena itu, kecepatan bola baja juga meningkat $3$ kali lipat menjadi $3v$. Pilihan 9v keliru karena menerapkan hubungan kuadratik, pilihan 4v hanya menjumlahkan selisih waktu secara langsung, sedangkan pilihan v keliru menganggap kecepatan bernilai tetap.

Kecepatan pada gerak jatuh bebas berbanding lurus secara linear dengan waktu tempuh.

Efek Kuadrat Pada Energi

Karena energi kinetik sebanding dengan kuadrat kecepatan, energi benda jatuh bebas berbanding lurus dengan kuadrat waktu jatuhnya.

Besar energi kinetik benda yang bergerak bergantung pada massa dan kuadrat kecepatannya:

$$E_k = \frac{1}{2}mv^2$$

Pada halaman sebelumnya, kita tahu bahwa kecepatan apel bertambah secara linear sesuai rumus $v = at$. Jika nilai kecepatan ini dimasukkan ke dalam persamaan energi kinetik, didapat:

$$E_k = \frac{1}{2}m(at)^2 = \frac{1}{2}ma^2t^2$$

Persamaan di atas memperlihatkan bahwa hubungan antara energi kinetik dan waktu bukanlah hubungan linear biasa, melainkan fungsi kuadratik ($E_k \propto t^2$).

Diagram perbandingan dua persegi yang mengilustrasikan hubungan kuadratik antara sisi waktu dan luas energi kinetik .

Pertumbuhan kuadratik ini dapat dibayangkan seperti memperbesar luas persegi. Jika waktu jatuh diibaratkan sebagai panjang sisi persegi dan energi kinetik sebagai luasnya, pertumbuhan keduanya tidak berjalan sama:

Sebuah kerikil dijatuhkan dari tebing tanpa kecepatan awal dan hambatan udara diabaikan. Jika waktu tempuh kerikil diperpanjang menjadi 4 kali lipat dari waktu awalnya, akan menjadi berapakah energi kinetik kerikil tersebut dibanding semula?

  • 2 kali lipat
  • 4 kali lipat
  • 8 kali lipat
  • 16 kali lipat

Jawaban: 16 kali lipat

Karena kecepatan berbanding lurus dengan waktu ($v = at$) dan energi kinetik berbanding lurus dengan kuadrat kecepatan ($E_k \propto v^2$), maka energi kinetik sebanding dengan kuadrat waktu tempuh ($E_k \propto t^2$). Jika waktu tempuh diperpanjang menjadi $4$ kali lipat semula, energi kinetiknya bertambah sebesar $4^2 = 16$ kali lipat. Opsi 4 kali lipat salah karena menganggap hubungan linear, opsi 8 kali lipat salah karena hanya mengalikan peningkatan waktu dengan 2, dan opsi 2 kali lipat salah karena terbalik menggunakan operasi akar kuadrat.

Energi kinetik pada gerak jatuh bebas berbanding lurus dengan kuadrat waktu tempuh.

Menerjemahkan Kuadrat ke Grafik

Fungsi kuadratik terhadap waktu digambarkan sebagai kurva parabola yang melengkung makin tajam, bukan berupa garis lurus.

Kenaikan nilai yang kuadratik membuat selisih energi pada tiap detiknya tidak bernilai sama, melainkan kian membesar:

Karena lonjakan vertikal semakin besar untuk penambahan waktu horizontal yang konstan, garis grafik tidak mungkin lurus. Garis tersebut harus membelok ke atas membentuk kurva parabola yang kemiringannya makin curam.

Grafik perbandingan antara garis lurus linear dan kurva parabola kuadratik terhadap waktu.

Analisis grafik dari pilihan soal:

Sebuah mobil mainan meluncur ke bawah dari keadaan diam di bidang miring tanpa gesekan. Jarak tempuh mobil dari titik awal sebanding dengan kuadrat waktu peluncurannya. Bentuk grafik yang tepat untuk menggambarkan jarak tempuh (sumbu vertikal) terhadap waktu peluncuran (sumbu horizontal) adalah ….

  • Kurva parabola yang melengkung makin curam ke atas
  • Garis lurus miring ke atas menjauhi titik asal
  • Kurva parabola yang melengkung makin landai ke bawah
  • Garis lurus mendatar sejajar sumbu horizontal

Jawaban: Kurva parabola yang melengkung makin curam ke atas

Karena jarak tempuh sebanding dengan kuadrat waktu peluncuran ($s \propto t^2$), hubungan ini merupakan fungsi kuadratik. Fungsi kuadratik dengan koefisien positif selalu membentuk kurva parabola yang terbuka ke atas (makin lama kemiringannya makin curam). Opsi garis lurus miring keliru karena itu representasi linear, opsi lengkung ke bawah keliru karena menunjukkan pertambahan yang melambat, dan opsi garis mendatar keliru karena mengindikasikan jarak yang tidak berubah.

Besaran fisika yang sebanding dengan kuadrat waktu digambarkan sebagai kurva parabola melengkung ke atas.