Geometri Bingkai: Ilusi Sebangun dan Skala

Kenapa Lebar Sama Bikin Beda Bentuk?

Menambahkan lebar yang sama persis di setiap sisi persegi panjang (kecuali persegi) akan mengubah proporsinya, sehingga tidak lagi sebangun.

Bayangkan ketika kamu memperbesar foto di layar sentuh ponsel (pinch-to-zoom). Layar akan mengalikan panjang dan lebar foto dengan angka pengali yang sama persis (bersifat perkalian atau multiplikatif). Akibatnya, gambar tidak gepeng dan proporsinya tetap utuh.

Sebaliknya, apa yang terjadi kalau kamu menempelkan pita isolasi dengan ketebalan yang sama (misalnya $2\text{ cm}$) di sekeliling ponselmu? Karena sifatnya penambahan tetap (aditif), bentuk persegi panjangnya justru akan berubah proporsi menjadi lebih "kotak" atau "bantet".

Mari kita buktikan secara matematis pada ukuran foto di galeri seni tadi:

Karena $1{,}375 \neq 1{,}5$, karton luar tersebut tidak sebangun dengan foto aslinya. Jika disyaratkan harus sebangun dan memiliki lebar bingkai yang seragam di semua sisi, satu-satunya nilai $x$ yang memenuhi persamaan $\frac{18 + 2x}{12 + 2x} = \frac{3}{2}$ adalah $x = 0$. Oleh karena itu, pernyataan pada Opsi A bernilai salah.

Sebuah buku berukuran 20 cm × 15 cm akan diberi sampul transparan berlebih sebesar 3 cm di setiap sisinya. Apakah persegi panjang luar sampul buku tersebut sebangun dengan buku aslinya?

  • Ya, karena penambahannya seragam yaitu 3 cm di setiap sisi buku tersebut.
  • Ya, karena bentuk buku tersebut tidak diubah secara sengaja dan hanya ditambah pelindung.
  • Tidak, karena penambahan 3 cm mengubah perbandingan panjang dan lebar aslinya.
  • Tidak, karena sampul berlebih di sisi 3 cm itu akan membuat luasnya menjadi dua kali lipat.

Jawaban: Tidak, karena penambahan 3 cm mengubah perbandingan panjang dan lebar aslinya.

Buku berukuran 20 cm x 15 cm memiliki rasio 20:15 = 4:3 (~1,33). Ketika diberi sampul berlebih 3 cm di setiap sisi, dimensi barunya menjadi (20 + 2*3) x (15 + 2*3) = 26 cm x 21 cm. Rasio barunya adalah 26:21 (~1,24), yang tidak sama dengan 4:3. Penambahan aditif seragam merusak kesebangunan. Pengecoh A dan B salah karena mengira pertambahan konstan menjaga bentuk. Pengecoh D salah karena alasan luasnya tidak relevan dan keliru.

Penambahan lebar yang sama pada setiap sisi bangun persegi panjang tidak menghasilkan persegi panjang yang sebangun.

Total Luas itu Gampang: Tinggal Tambah!

Luas gabungan dari bangun datar yang tersusun adalah hasil penjumlahan langsung dari luas komponen penyusunnya.

Diagram blok luas 2D yang menunjukkan foto berluas 216 cm2 dan bingkai 184 cm2 menghasilkan total 400 cm2.

Kamu tidak perlu menebak atau menghitung dimensi panjang dan lebar karton terlebih dahulu hanya untuk mengetahui luas totalnya. Kita cukup menjumlahkan luas area yang saling melengkapi:

  1. Luas Foto: Karena foto berukuran $18\text{ cm} \times 12\text{ cm}$, maka luasnya:

    $$L_{\text{foto}} = 18 \times 12 = 216\text{ cm}^2$$

  2. Luas Bingkai Sisa: Soal mencatat bahwa luas karton yang tidak tertutup foto adalah $184\text{ cm}^2$.

Secara fisik, lembar karton utuh tersusun atas foto di bagian tengah ditambah sisa bingkai di sekelilingnya:

$$L_{\text{karton}} = 216 + 184 = 400\text{ cm}^2$$

Pernyataan pada Opsi B menyatakan bahwa luas karton keseluruhan adalah $396\text{ cm}^2$. Angka $396\text{ cm}^2$ ini sering kali muncul jika seseorang keliru mengalikan dimensi hasil tebakan border seragam sebelumnya (misalnya $22 \times 18$). Karena luas sebenarnya adalah $400\text{ cm}^2$, maka Opsi B bernilai salah.

Akar dari Perbandingan Luas

Jika dua bangun datar sebangun, rasio keliling dan panjang sisinya selalu sama, yang merupakan akar kuadrat dari rasio luasnya.

Ilustrasi konseptual perbesaran dimensi linear satu dimensi dibandingkan dengan pertumbuhan luasan dua dimensi menggunakan grid petak.

Kembali ke analogi memperbesar gambar (pinch-to-zoom): jika kamu memperbesar foto dua kali lipat lebih panjang dan dua kali lipat lebih lebar (faktor skala $k = 2$), kelilingnya bertambah menjadi $2$ kali lipat. Namun, luasnya bertambah menjadi $2 \times 2 = 4$ kali lipat ($k^2$).

Dari prinsip dasar kesebangunan ini, berlaku hubungan:

$$\text{Rasio Luas} = (\text{Rasio Keliling})^2 \iff \text{Rasio Keliling} = \sqrt{\text{Rasio Luas}}$$

Mari kita periksa kebenaran klaim pada Opsi C:

  1. Dari halaman sebelumnya, kita tahu luas karton keseluruhan adalah $400\text{ cm}^2$ dan luas foto adalah $216\text{ cm}^2$.

  2. Perbandingan Rasio Luas karton terhadap foto adalah:

    $$\frac{L_{\text{karton}}}{L_{\text{foto}}} = \frac{400}{216}$$

    Jika pembilang dan penyebut kita sederhanakan dengan membagi keduanya dengan angka $8$, kita peroleh:

    $$\frac{400 \div 8}{216 \div 8} = \frac{50}{27}$$

  3. Menurut rumus kesebangunan, perbandingan keliling karton terhadap keliling foto mestinya bernilai $\sqrt{\frac{50}{27}}$.

Klaim pada Opsi C menyatakan perbandingan kelilingnya adalah $13 : 9$. Apakah klaim ini tepat? Kita bisa menguji balik dengan mengkuadratkan rasio keliling tersebut:

$$\left(\frac{13}{9}\right)^2 = \frac{169}{81}$$

Karena $\frac{169}{81} \neq \frac{50}{27}$ (jika disamakan penyebutnya, $\frac{50}{27} = \frac{150}{81}$), maka perbandingan keliling sebenarnya bukan $13 : 9$. Angka $13 : 9$ mungkin tampak wajar dan meyakinkan sekilas mata, namun secara hitungan matematis Opsi C bernilai salah.

Luas sebuah poster A adalah 25 cm², dan diperbesar menjadi poster B yang sebangun dengan luas 64 cm². Berapakah perbandingan keliling poster B terhadap poster A?

  • 64:25
  • 8:5
  • 32:12,5
  • 25:64

Jawaban: 8:5

Karena poster A dan poster B sebangun, perbandingan keliling keduanya sama dengan rasio panjang sisinya (k), yaitu akar kuadrat dari perbandingan luasnya. Rasio luas poster B terhadap poster A adalah 64:25, sehingga rasio keliling B terhadap A adalah akar(64/25) = 8/5 atau 8:5. Opsi A keliru karena menyamakan rasio keliling dengan rasio luas tanpa mengakarkannya. Opsi C keliru karena hanya membagi dua rasio luasnya. Opsi D keliru karena posisi poster B dan A terbalik serta belum diakarkan.

Rasio keliling bangun datar yang sebangun adalah akar kuadrat dari rasio luasnya.