Membaca Kritis: Tersurat vs Tersirat
Tersurat vs Tersirat
Makna tersurat adalah informasi yang tertulis jelas di teks, sedangkan makna tersirat adalah kesimpulan tersembunyi.
Biar tidak mudah tertukar, perhatikan akar katanya: kata tersurat berasal dari akar kata surat (sesuatu yang nyata tertulis dan berwujud fisik di depan mata), sedangkan tersirat berkaitan dengan sesuatu yang berada di balik permukaan atau tersembunyi di dalam aliran teks.
Bayangkan perbedaannya seperti dunia perfilman: makna tersurat ibarat siaran pers resmi dari studio film yang memuat data gamblang dan bisa dibaca semua orang, sedangkan makna tersirat ibarat teori netizen di media sosial yang harus dirakit sendiri dari petunjuk-petunjuk trailer.

Mari kita bedah Opsi A yang memuat Pernyataan 1 dari soal: "Film The Conjuring: Last Rites disutradarai oleh Michael Chaves."
Jika kita periksa kalimat (2) pada teks:
"Film ini disutradarai oleh Michael Chaves dan diproduksi oleh Atomic Monster..."
Informasi sutradara tersebut tertulis kata demi kata secara gamblang. Kita tidak perlu menebak atau menyimpulkan apa pun karena datanya sudah terpampang nyata layaknya siaran pers studio film. Oleh karena itu, Pernyataan 1 mutlak berstatus makna tersurat.
Parafrasa Bukan Tersirat
Kalimat yang diubah susunan atau pilihan katanya, tetapi maknanya sama persis, tetap dianggap sebagai makna tersurat.
Banyak orang mengira jika sebuah kalimat tidak persis sama dengan teks aslinya, kalimat itu otomatis menjadi makna tersirat. Anggapan ini keliru. Ketika seorang jurnalis menulis ulang siaran pers resmi menggunakan sinonim atau merangkum kalimat yang panjang tanpa mengubah makna intinya, tindakan itu disebut parafrasa. Karena tidak ada informasi baru atau kesimpulan tersembunyi yang ditambahkan, hasil parafrasa tetap berstatus makna tersurat.
Perhatikan Opsi C yang memuat Pernyataan 3: "Pihak studio merasa yakin film ini akan terus meraup keuntungan."
Di teks, kalimat (13) berbunyi:
"Pihak studio pun optimis film ini akan terus menambah jumlah penonton..."
Kata "optimis" bersinonim langsung dengan "merasa yakin". Pernyataan ini hanya memparafrasakan teks asli tanpa menuntut pembaca melakukan lompatan logika. Begitu pula pada Opsi D (Pernyataan 4): "Antusiasme penonton terhadap film ini bertahan lama." Pernyataan ini merangkum fakta langsung dari kalimat (11) dan (12) tentang tiket yang "terus meningkat" setelah 10 hari dan bioskop yang "masih memutar". Merangkum fakta eksplisit tetap mempertahankan sifatnya sebagai makna tersurat.
Teks berita menyatakan: 'Aktor utama melakukan seluruh aksi berbahayanya secara mandiri tanpa bantuan pemeran pengganti.' Sebuah pernyataan mengklaim: 'Aktor utama tidak menggunakan stuntman.' Pernyataan di atas termasuk ke dalam makna...
- Tersurat, karena hanya mengubah istilah 'pemeran pengganti' menjadi 'stuntman' tanpa mengubah arti.
- Tersirat, karena teks tidak secara langsung menuliskan kata 'stuntman' dalam kalimat aslinya.
- Tersirat, karena pembaca harus menyimpulkan arti dari pemeran pengganti terlebih dahulu.
- Tersurat, karena aksi berbahaya dalam pembuatan film selalu melibatkan seorang stuntman.
Jawaban: Tersurat, karena hanya mengubah istilah 'pemeran pengganti' menjadi 'stuntman' tanpa mengubah arti.
Pernyataan tersebut tergolong makna tersurat karena kata 'stuntman' merupakan sinonim langsung dari 'pemeran pengganti'. Mengganti kata dengan padanannya (parafrasa) tidak mengubah arti dan tidak menciptakan kesimpulan baru. Opsi B dan C keliru karena menganggap pergantian kata sama dengan inferensi, sedangkan Opsi D keliru karena mendasarkan alasan pada asumsi umum di luar bukti teks.
Parafrasa dari teks tetap berstatus sebagai makna tersurat.
Menangkap Makna Tersirat
Makna tersirat didapat dengan menggabungkan petunjuk di teks untuk menarik kesimpulan baru (inferensi) yang sama sekali tidak tertulis.
Berbeda dari wartawan yang sekadar memparafrasakan teks, penikmat film di media sosial kerap merangkai berbagai petunjuk adegan untuk membuat inferensi—yaitu proses menarik kesimpulan logis dari bukti yang ada. Informasi baru yang dihasilkan dari jembatan logika inilah yang dinamakan makna tersirat.
Sekarang mari kita uji Opsi B yang memuat Pernyataan 2: "Film ini merupakan penutup yang sempurna untuk waralaba The Conjuring."
Coba bandingkan dengan kalimat (10) pada teks aslinya:
"Film The Conjuring: Last Rites ini diharapkan akan menjadi penutup yang epik untuk waralaba tersebut."
Teks aslinya hanya mencatat sebuah harapan atau ekspektasi. Mengubah kalimat bernada ekspektasi ("diharapkan akan menjadi") menjadi sebuah klaim realita ("merupakan penutup yang sempurna") bukanlah sekadar parafrasa kata. Pernyataan tersebut adalah hasil tafsiran atau kesimpulan subjektif pembaca. Karena kesimpulan ini tidak tertulis secara eksplisit melainkan hasil olah tafsir terhadap ekspektasi yang ada, Pernyataan 2 tergolong sebagai makna tersirat.
Perhatikan teks ulasan berikut: 'Meskipun penjualan tiket di hari pertama sangat tinggi, banyak penonton yang keluar dari bioskop sebelum film selesai sambil memperlihatkan wajah kecewa.' Tentukan apakah klasifikasi makna dari masing-masing pernyataan berikut Benar atau Salah!
- Pernyataan 'Banyak penonton meninggalkan bioskop lebih awal' merupakan makna tersurat. — Benar
- Pernyataan 'Penonton merasa tidak puas dengan kualitas film' merupakan makna tersurat. — Salah
Pernyataan pertama Benar karena informasi penonton keluar bioskop sebelum film selesai tertulis langsung dalam teks (tersurat). Pernyataan kedua Salah karena teks hanya menyebut penonton keluar lebih awal dengan wajah kecewa, sedangkan kesimpulan bahwa mereka 'tidak puas dengan kualitas film' merupakan hasil inferensi atau tafsiran (makna tersirat), bukan fakta tersurat.
Membedakan mana pernyataan yang termasuk fakta eksplisit (tersurat) dan kesimpulan yang ditarik dari teks (tersirat).