Menemukan Salah Ejaan di Teks Panjang
Aturan Kapital Kata Tugas
Kata tugas di tengah judul atau nama resmi harus selalu ditulis dengan huruf kecil.

Berdasarkan pedoman EYD V, huruf kapital digunakan pada huruf pertama setiap kata dalam judul buku, karangan, artikel, maupun nama program dan lembaga resmi. Namun, ada satu pengecualian mutlak: kata tugas (seperti kata depan di, ke, dari, serta konjungsi dan, yang, untuk) wajib ditulis dengan huruf kecil jika posisinya berada di tengah atau akhir frasa. Kata tugas baru diawali huruf kapital hanya apabila posisinya persis di awal judul.
Aturan ini dibuat bukan tanpa alasan. Kata tugas hanya memiliki makna gramatikal perangkai antarkata, bukan pembawa makna leksikal utama. Penulisan huruf kecil pada kata tugas membantu mata pembaca mengenali inti informasi dengan cepat. Di kehidupan sehari-hari, kesalahan ini sangat sering dijumpai pada pamflet acara:
Begitu kamu melihat deretan kata yang semuanya berawalan huruf kapital menandai nama program atau judul, aktifkan kewaspadaanmu untuk langsung mencari apakah ada kata tugas yang ikut membesar di tengahnya.
Ilusi Teks Panjang
Membaca teks secara normal membuat otak mengabaikan detail kecil, sehingga kesalahan ejaan gampang terlewat.

Ketika kamu berhadapan dengan paragraf panjang seperti pada wacana ujian, sistem kognitif otakmu secara alami masuk ke mode membaca komprehensi (memahami isi bacaan). Situasi ini persis seperti membongkar koper besar yang penuh sesak dengan pakaian hanya untuk mencari sebutir peniti: matamu tenggelam dalam lautan informasi umum dan melewatkan barang kecil yang tersembunyi.
Akibatnya, kamu membaca wacana tersebut layaknya berita biasa. Huruf kapital yang salah pada kata kecil seperti Di di Kalimat (1) tersamarkan oleh kelancaran alur kalimat. Saat memeriksa pilihan lain:
Kalimat (2) (Opsi B) terasa mengalir wajar karena penulisan huruf kapitalnya memang sudah tepat.
Kalimat (5) (Opsi D) yang cukup panjang dan Kalimat (6) (Opsi E) dengan istilah serapan bandwidth juga tidak memiliki kekeliruan kapitalisasi.
Karena merasa semua kalimat "tampak normal" dan tidak menemukan kesalahan mencolok, muncul dorongan untuk menebak secara acak atau mengeliminasi ke Kalimat (4) (Opsi C)—mungkin karena terdistraksi oleh format miring pada istilah real-time. Padahal, pertanyaan soal secara spesifik hanya menargetkan aturan huruf kapital EYD V.
Jurus X-Ray Scanning
Gunakan teknik pemindaian bertarget pada frasa berhuruf kapital berurutan untuk menemukan kesalahan kata tugas dengan cepat.
Untuk menaklukkan soal ejaan tanpa terjebak panjangnya wacana, ubah strategimu menjadi seperti petugas bandara yang memeriksa koper dengan mesin X-ray scanner. Mesin X-ray tidak membaca motif atau merek baju satu per satu, melainkan langsung memindai siluet mencurigakan:
Abaikan jalan cerita teks: Lakukan teknik scanning cepat melintasi kalimat tanpa berusaha memahami maknanya secara mendalam.
Cari blok siluet kapital: Gerakkan pandangan hanya untuk menangkap deretan kata berturut-turut yang diawali huruf kapital (ciri khas nama resmi lembaga, dokumen, atau program).
Lakukan zoom-in: Begitu menemukan kelompok kata tersebut, periksa apakah ada kata tugas yang terselip di dalamnya.
Pada Kalimat (1) di soal, pandanganmu akan langsung tertumbuk pada blok nama program:
"...Program Digitalisasi Kurikulum Berbasis AI Di Jenjang SMA..."
Dengan memfokuskan pandangan pada frasa tersebut, kata Di langsung tampak sebagai pelanggaran kaidah EYD V. Sebagai kata depan di tengah nama resmi, kata tersebut wajib ditulis dengan huruf kecil (di). Dengan metode pemindaian terarah ini, Opsi A dapat dipastikan sebagai jawaban yang tepat dalam hitungan detik.
Dengan menggunakan teknik scanning X-ray, perhatikan paragraf berikut: 'Kemarin sore, walikota meresmikan pembukaan Festival Kuliner Nusantara Dan Kerajinan Lokal yang bertempat di alun-alun utama. Acara tersebut dihadiri ratusan warga dengan antusias.' Kata manakah yang penulisannya tidak sesuai dengan aturan EYD V?
- Kata 'Dan', karena berada di tengah nama acara resmi.
- Kata 'walikota', karena merupakan penanda jabatan tinggi.
- Kata 'alun-alun', karena merupakan nama tempat penting.
- Kata 'Nusantara', karena posisinya di tengah kalimat.
Jawaban: Kata 'Dan', karena berada di tengah nama acara resmi.
Berdasarkan kaidah EYD V, kata tugas seperti konjungsi 'dan' pada judul atau nama kegiatan resmi wajib ditulis dengan huruf kecil jika tidak berada pada posisi awal, sehingga penulisan 'Festival Kuliner Nusantara Dan Kerajinan Lokal' salah pada kata 'Dan'. Opsi B salah karena sapaan/jabatan yang tidak diikuti nama orang atau instansi spesifik memang ditulis huruf kecil. Opsi C salah karena istilah geografi umum tanpa nama diri tidak dikapitalisasi. Opsi D salah karena 'Nusantara' merupakan bagian nama diri acara dan nama wilayah sehingga tepat berhuruf awal kapital.
Menggunakan teknik scanning untuk mendeteksi kata tugas kapital di tengah nama judul atau nama acara resmi sesuai kaidah EYD V.