Misteri Kata 'To': Infinitive vs Preposisi

Aturan Emas Preposisi

Waktu ngerjain soal tes, sering banget kita terjebak milih bentuk kata kerja. Tapi, sebelum mikirin kata kerjanya, kita harus paham dulu soal preposisi (kata depan) kayak in, on, at, about, before, atau to.

Preposisi itu ibarat 'jembatan' yang menghubungkan ide ke sebuah tujuan. Kalau kamu menunjuk sesuatu, kamu pasti menunjuk pada sebuah benda, kan? Makanya, ada satu aturan fundamental di bahasa Inggris yang nggak ada pengecualiannya: Preposisi selalu membutuhkan kata benda (Noun) atau kata ganti (Pronoun) sebagai pasangannya.

Lalu, gimana kalau kita mau masukin sebuah 'kegiatan' (kata kerja) setelah preposisi? Misalnya, kita mau bilang "thinking about (makan)". Kita nggak bisa langsung menaruh kata kerja dasar eat setelah about.

Kata kerja tersebut harus diubah dulu fungsinya menjadi 'benda'. Caranya? Tambahkan akhiran -ing untuk mengubahnya menjadi Gerund (kata kerja yang dibendakan). Jadi: I am thinking about eating.

Gerund (eating, driving, reading) ini secara tata bahasa sudah berubah wujud menjadi benda. Jadi, dia sah dan legal untuk disandingkan dengan preposisi!

Wajah Ganda Kata 'To'

Nah, sekarang kita masuk ke akar kebingungannya: kata 'to'. Kenapa kata ini sering bikin salah di ujian? Karena 'to' itu punya dua identitas yang benar-benar berbeda fungsinya.

Banyak yang ngira kalau ketemu 'to', pasti harus diikuti Verb 1 (kata kerja dasar). Padahal, nggak selalu begitu! Mari kita bedah lewat perbandingan:

Identitas 1: Sebagai Penanda Infinitive (To-Infinitive) Di sini, 'to' menempel erat dengan kata kerja dasar untuk membentuk satu kesatuan makna aksi. Contoh: I want to sleep. Di kalimat ini, 'to' bukan preposisi. Dia cuma partikel penanda bahwa sleep itu infinitive.

Identitas 2: Sebagai Preposisi Arah/Relasi Di sini, 'to' berdiri sendiri sebagai jembatan yang menunjukkan arah atau tujuan. Contoh: I drive to the hospital. Lihat kan? Setelah 'to' adalah the hospital (Noun/benda).

Sekarang, coba aplikasikan ke frasa di soal kita: "I am looking forward to..." (Saya menantikan...). Kata 'to' di sini berarti menantikan (ke arah) sesuatu. Artinya, ini adalah Identitas 2 (Preposisi)!

Karena dia adalah preposisi, dia wajib tunduk pada Aturan Emas di halaman sebelumnya: dia butuh Noun atau Gerund, bukan Verb 1!

Membendakan Aksi di 'Look forward to'

Mari kita bedah langsung kalimat soalnya dengan logika sintaksis (susunan kalimat): "I’m looking forward to ___ you at the ceremony."

Kalau kita ingat bahwa 'to' di situ adalah preposisi, coba deh kita isi bagian kosong itu pakai benda (Noun) murni.

Kedua kalimat di atas sempurna secara tata bahasa. Tapi, opsi di soal menyuruh kita memasukkan kata kerja 'see' (bertemu/melihat).

Berdasarkan Aturan Emas, kita dilarang keras menaruh Verb 1 setelah preposisi. Jadi, opsi A (see) dan B (to see) otomatis gugur. Opsi D (seen) adalah Verb 3, juga nggak bisa jadi objek preposisi.

Kita harus membendakan kata kerja see dengan menambah akhiran -ing. See + ing = Seeing (Gerund).

Maka struktur yang benar adalah: Subjek (I) + Predikat (am looking forward) + Preposisi (to) + Objek Gerund (seeing).

He strongly objects to ___ on weekends.

  • A. to work
  • B. work
  • C. working
  • D. worked

Jawaban: C. working

Uji dengan Trik IT: 'He strongly objects to IT' (Masuk akal). Ini membuktikan 'to' adalah preposisi, sehingga wajib diikuti Noun/Gerund (working).

Preposisi 'to' dalam phrasal verb 'object to' harus diikuti oleh Gerund (V-ing) berdasarkan Aturan Emas.