Kurva Penawaran: Pindah Titik vs Geser Garis

Aturan Main Grafik: Sumbu P dan Q

Pernah kebayang kenapa grafik ekonomi kelihatannya ribet? Padahal aturan mainnya sederhana banget. Bayangkan kamu buka bisnis jualan Es Boba. Dalam ilmu ekonomi, untuk melihat seberapa banyak boba yang mau kamu jual, kita pakai dua ukuran utama yang digambar sebagai sumbu.

Sumbu vertikal itu Harga (P - Price) dan sumbu horizontal itu Kuantitas (Q - Quantity).

Rumus dasarnya adalah $Qs = f(P)$ ceteris paribus. Maksudnya apa? Artinya, jumlah boba yang kamu tawarkan (Qs) sangat bergantung pada harga jual boba di pasaran saat itu (P). Kalau harganya lagi tinggi, pasti kamu makin semangat bikin boba yang banyak biar untung gede, kan?

Pindah Titik (Pergerakan Sepanjang Kurva)

Nah, sekarang mari kita lihat apa yang terjadi kalau harga jual boba kamu berubah. Misal, awalnya harga Es Bobamu Rp15.000. Tiba-tiba karena lagi viral, kamu bisa naikin harga jadi Rp20.000.

Sebagai produsen yang pengen cuan, kamu pasti semangat dan nambah jumlah produksi boba kamu. Kuantitas yang ditawarkan (Q) jadi naik. Coba perhatikan grafiknya di bawah ini.

Karena yang berubah hanya harga jual barangnya (P), kurvanya (garisnya) nggak kemana-mana. Kamu cuma mencari titik koordinat baru antara Harga yang baru dan Kuantitas yang baru. Titik lamamu bakal pindah alias jalan-jalan naik-turun di atas garis yang sama.

Inilah yang dinamakan Pergerakan Sepanjang Kurva (Movement along the curve). Selama yang berubah cuma harganya sendiri, garisnya ibarat rel kereta yang tetap, keretanya (titiknya) aja yang maju mundur!

Dari kejadian di bawah ini, mana yang cuma bikin titik BERGERAK di sepanjang kurva (bukan geser garis)?

  • A. Perubahan harga bahan baku pembuatan barang
  • B. Penyesuaian harga jual barang mengikuti permintaan pasar
  • C. Masuknya mesin teknologi baru ke pabrik
  • D. Kenaikan gaji buruh pabrik

Jawaban: B. Penyesuaian harga jual barang mengikuti permintaan pasar

Pergerakan sepanjang kurva cuma terjadi kalau harga jual barangnya (P) berubah. Faktor lain (kayak gaji, bahan baku, teknologi) bakal ngegeser seluruh garis kurvanya.

Pergerakan sepanjang kurva penawaran HANYA disebabkan oleh perubahan harga jual barang itu sendiri.

Geser Garis (Pergeseran Kurva)

Gimana kalau yang berubah bukan harga jual boba, tapi harga bahan bakunya? Misalnya, harga mutiara boba (tapioka) mendadak naik parah. Ini adalah contoh dari faktor non-harga.

Harga jual boba ke konsumen tetap Rp15.000, tapi karena modalmu membengkak, uang yang kamu punya cuma bisa buat bikin boba lebih sedikit dari biasanya. Kemampuan produksimu anjlok.

ilustrasi

Bahkan seandainya harga jualnya kamu naikin jadi Rp20.000 pun, jumlah boba yang bisa kamu produksi tetap lebih sedikit dibandingkan kalau harga bahan bakunya murah.

Karena di setiap tingkat harga jumlah produksimu selalu lebih sedikit dari sebelumnya, kita udah nggak bisa pakai garis rel yang lama. Garis kurvanya harus kita cabut dan geser ke kiri. Kalau kejadiannya sebaliknya (bahan baku jadi super murah), kurvanya geser ke kanan. Inilah yang disebut Pergeseran Kurva (Shift of the curve).

Tentukan apakah pernyataan berikut Benar atau Salah!

  • Pemerintah naikin pajak bisnis kopi, kurva penawaran kopi bakal bergerak sepanjang garis ke atas. — Salah
  • Harga jual kopi kekinian meroket tajam, maka titik penawaran cuma bergerak di kurva yang sama. — Benar
  • Dapet subsidi bahan baku, kurva penawaran kopi bergeser ke kiri. — Salah

Pajak (biaya) itu non-harga, bikin kurva geser ke kiri. Harga jual yang naik bikin titik bergerak di kurva yang sama. Subsidi (mengurangi biaya) bikin kurva geser ke kanan (nambah), bukan kiri.

Faktor biaya produksi/bahan baku menggeser seluruh kurva, sedangkan perubahan harga jual menyebabkan pergerakan di sepanjang kurva.