Baterai Panen: Mengurai Alokasi Bertingkat
Baterai Panen Pak Budi
Langkah pertama memecahkan soal alokasi yang memuat berbagai bentuk bilangan adalah menyamakan semuanya menjadi persentase agar lebih mudah dibayangkan.

Sering kali soal cerita terasa rumit bukan karena perhitungannya panjang, melainkan karena format bilangannya bercampur aduk: ada pecahan biasa, desimal, hingga persentase. Untuk merapikannya, bayangkan total seluruh hasil panen padi Pak Budi seperti daya baterai HP yang terisi penuh $100\%$. Setiap alokasi pengeluaran akan mengurangi daya baterai tersebut satu per satu.
Mari kita terjemahkan format bilangan yang ada di dalam soal menjadi persentase:
Jatah untuk tengkulak adalah $\frac{1}{4}$ bagian dari total panen awal. Karena $\frac{1}{4} = \frac{25}{100}$, jatah ini setara dengan $25\%$ daya baterai.
Jatah untuk zakat dan bantuan sosial adalah $0{,}3$ bagian dari total panen awal. Karena $0{,}3 = \frac{3}{10} = \frac{30}{100}$, jatah ini setara dengan $30\%$ daya baterai.
Awas Jebakan 'Dari Sisa'
Alokasi yang diambil 'dari sisa' harus dihitung dengan mengalikan persentasenya terhadap kapasitas sisa saat itu, bukan terhadap keseluruhan kapasitas awal.
Kunci ketelitian dalam soal alokasi bertingkat terletak pada kata kunci basis sisa. Perhatikan alur pengurangan daya baterai Pak Budi:
Setelah jatah tengkulak: Baterai awal $100\%$ dikurangi $25\%$ untuk tengkulak, sehingga baterai tersisa $75\%$.
Jatah lumbung pangan: Pak Budi mengambil $20\%$ dari sisa tersebut. Artinya, kita menghitung $20\%$ dari $75\%$:
$$20\% \times 75\% = \frac{1}{5} \times 75\% = 15\%$$
Jadi, jatah lumbung sebenarnya bernilai $15\%$ dari total kapasitas panen awal, bukan $20\%$ utuh!
Jatah zakat dan bantuan sosial: Soal menyebutkan bahwa jatah zakat adalah $30\%$ dari total hasil panen awal (bukan dari sisa).
Sekarang kita jumlahkan seluruh pemakaian yang dihitung dari total awal:
$$\text{Total terpakai} = 25\% \text{ (tengkulak)} + 15\% \text{ (lumbung)} + 30\% \text{ (zakat)} = 70\%$$
Dengan demikian, sisa baterai akhir sebelum dibagi untuk bibit dan pakan ternak adalah:
$$100\% - 70\% = 30\%$$
Membaca Rasio yang Benar
Rasio $2 : 1$ berarti objek dibagi menjadi $3$ bagian yang sama besar, sehingga porsi yang bernilai $2$ sebenarnya mewakili $\frac{2}{3}$ dari keseluruhan sisa tersebut.

Sisa panen yang belum dialokasikan kini tinggal $30\%$ dari panen awal. Sisa ini kemudian dibagi menjadi dua peruntukan: bibit dan pakan ternak dengan rasio $2 : 1$.
Untuk menentukan pecahan dari sebuah rasio, jumlahkan seluruh angka perbandingannya:
$$\text{Total bagian} = 2 + 1 = 3 \text{ bagian setara}$$
Karena jatah bibit memiliki nilai rasio $2$, maka bagian bibit adalah $2$ dari total $3$ bagian, atau setara dengan $\frac{2}{3}$ dari sisa panen. Kita kalikan porsi pecahan ini dengan sisa baterai $30\%$:
$$\text{Porsi bibit} = \frac{2}{3} \times 30\% = 20\%$$
Artinya, jatah padi untuk bibit bernilai tepat $20\%$ dari total keseluruhan panen awal Pak Budi.
Sisa adonan roti dibagikan untuk membuat donat dan pukis dengan rasio 3 : 2. Berapa bagian sisa adonan yang digunakan untuk membuat donat?
- 3/5 bagian dari sisa adonan
- 3/2 bagian dari sisa adonan
- 1/3 bagian dari sisa adonan
- 2/5 bagian dari sisa adonan
Jawaban: 3/5 bagian dari sisa adonan
Dalam rasio 3 : 2, total bagian yang terbentuk adalah 3 + 2 = 5 bagian sama besar. Oleh karena itu, porsi untuk donat adalah 3 dari total 5 bagian, atau 3/5 bagian dari sisa adonan. Opsi B salah karena membagi dengan angka porsi pukis, Opsi C salah karena mengabaikan total bagian, dan Opsi D adalah porsi untuk pukis.
Porsi dari sebuah rasio dihitung dengan membagi nilai bagian tersebut dengan jumlah seluruh angka rasio.