Balapan Rempah: Rute Portugis, Spanyol & Belanda

Garis Start Penjelajahan

Bangsa Eropa terpaksa mencari rute laut baru karena akses jalur darat perdagangan ke Asia terputus.

Pada masa sekitar tahun 1400-an, bangsa Eropa sangat bergantung pada rempah-rempah asal Asia untuk pengawet makanan maupun obat-obatan. Masalah besar muncul ketika rute dagang konvensional lewat darat di kawasan Laut Tengah tertutup rapat. Tanpa pasokan rempah, perekonomian mereka terancam lumpuh. Keadaan mendesak ini memaksa mereka mencari jalan keluar alternatif: mengarungi lautan lepas.

Dua kapal layar penjelajah abad ke-15 bersiap mengarungi lautan lepas di bawah langit cerah.

Persaingan ini layaknya sebuah balapan besar mencari jalan pintas. Ketika jalan utama ditutup, dua tim raksasa start paling awal di garis depan: Tim Spanyol dan Tim Portugis. Keduanya berlomba merintis pelayaran jarak jauh demi mencapai kepulauan rempah. Agar armada mereka tidak saling berbenturan di tengah samudra, kedua pihak memutuskan membagi arah pelayaran secara berlawanan: satu kubu bertolak ke arah timur, sedangkan kubu lainnya memacu kapal lurus ke arah barat.

Taktik Portugis: Rute Timur

Pelaut Portugis memilih rute timur dengan cara menyusuri garis pantai benua Afrika hingga sampai ke India.

Alih-alih langsung berlayar ke tengah samudra luas yang belum terpetakan, Tim Portugis mengambil strategi yang lebih terukur: memetakan jalur laut dengan menyusuri lekuk garis pantai barat Afrika perlahan ke arah selatan. Taktik berani ini pertama kali dibuka oleh pelaut Bartolomeu Dias, yang berhasil mencapai titik paling selatan benua Afrika, yakni Tanjung Harapan.

Peta rute pelayaran Portugis menyusuri pantai Afrika hingga mencapai Kalikut di India.

Langkah penting Portugis kemudian diteruskan oleh pelaut tangguh bernama Vasco da Gama. Mengambil titik tolak dari Tanjung Harapan, ia memutar ke arah timur laut menyeberangi Samudra Hindia hingga akhirnya berhasil membuang sauh di Kalikut (India) pada tahun 1498. Keberhasilan ekspedisi Vasco da Gama membuktikan bahwa rute laut langsung dari Eropa menuju pasar rempah Asia benar-benar nyata dan dapat dilayari.

Dalam sebuah laporan pelayaran dari akhir abad ke-15, tercatat keberhasilan sebuah armada yang berlayar ke selatan, memutar sebuah tanjung besar di Afrika, dan akhirnya membuang sauh di sebuah pelabuhan kaya di India. Siapakah pelaut yang memimpin ekspedisi pelopor tersebut?

  • Vasco da Gama mewakili bangsa Portugis
  • Christopher Columbus mewakili bangsa Spanyol
  • Ferdinand Magellan mewakili bangsa Spanyol
  • Cornelis de Houtman mewakili bangsa Belanda

Jawaban: Vasco da Gama mewakili bangsa Portugis

Vasco da Gama adalah pelaut Portugis yang memimpin armada mengelilingi Tanjung Harapan di selatan Afrika hingga berhasil mendarat di Kalikut, India pada 1498. Christopher Columbus dan Ferdinand Magellan berlayar di bawah bendera Spanyol melalui rute barat, sedangkan Cornelis de Houtman adalah pelaut Belanda yang mendarat di Banten pada 1596.

Penjelajah dari Portugis menggunakan rute timur mengelilingi Afrika untuk sampai ke India.

Taktik Spanyol: Rute Barat

Pelaut Spanyol mencoba memotong jalan dengan berlayar ke arah barat melintasi samudra yang luas.

Berbeda strategi dengan armada Portugis yang tekun menyusuri tepian Afrika, Tim Spanyol memilih strategi yang lebih radikal: memanfaatkan pemahaman bahwa bumi berbentuk bulat. Logika mereka sederhana, yakni jika kapal terus melaju ke arah barat menembus Samudra Atlantik, mereka pasti akan tembus langsung ke perairan Asia di timur tanpa perlu mengitari Afrika.

Peta rute pelayaran bangsa Spanyol melintasi Samudra Atlantik menuju Benua Amerika.

Taktik ini melahirkan beberapa nama besar:

Tentukan kebenaran rute pelayaran tokoh-tokoh dari Spanyol berikut:

  • Christopher Columbus memimpin ekspedisi berlayar lurus ke barat dari Eropa menuju benua Amerika. — Benar
  • Ferdinand Magellan berhasil mencapai India dengan menyusuri garis pantai sebelah barat benua Afrika. — Salah

Christopher Columbus berlayar di bawah bendera Spanyol melintasi Samudra Atlantik ke arah barat dan mendarat di Benua Amerika. Sebaliknya, Ferdinand Magellan juga berlayar ke arah barat mengitari ujung selatan Amerika, bukan menyusuri pantai Afrika yang merupakan rute milik Portugis.

Penjelajah dari Spanyol mengutamakan rute ke barat.