Menebak Keping Biji dari Daun dan Bunga

Bunga dan Buah: Tanda Berbiji Tertutup

Kehadiran bunga bermahkota dan buah berdaging memastikan bahwa tumbuhan menyimpan bijinya secara tertutup.

Buah berdaging yang melindungi biji di bagian dalamnya Gambar: H. Zell, CC BY-SA 3.0 — Wikimedia Commons

Tidak semua tumbuhan menghasilkan biji, dan tidak semua tumbuhan berbiji menghasilkan buah. Tumbuhan berspora seperti lumut (Bryophyta di Opsi A) dan paku (Pteridophyta di Opsi E) berkembang biak tanpa pernah membentuk bunga, buah, maupun biji.

Tumbuhan berkayu memang bisa saja berasal dari kelompok Gymnospermae (Opsi B), seperti pohon pinus atau melinjo. Namun, biji Gymnospermae bersifat terbuka ("telanjang") dan menempel pada runjung (strobilus), bukan terbungkus oleh daging buah sejati.

Ketika bunga di halaman rumah mengalami penyerbukan, mahkotanya gugur dan bakal buahnya membengkak menjadi buah berdaging yang mengurung biji di dalamnya. Karena tumbuhan pada temuan peneliti memiliki bunga dan buah berdaging pelindung biji, tumbuhan tersebut sudah pasti tergolong ke dalam Angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup).

Ciri Luar: Daun dan Mahkota

Bentuk tulang daun dan jumlah kelopak bunga adalah 'bungkus luar' yang menjadi petunjuk utama isi biji.

Perbandingan morfologi daun dan mahkota bunga antara Monokotil dan Dikotil

Mengenali tumbuhan itu mirip seperti menebak isi kado dari kertas bungkus dan pitanya. Kita tidak perlu membelah biji untuk menghitung apakah keping lembaganya berjumlah satu (Monokotil) atau dua (Dikotil), karena morfologi bagian luarnya memperlihatkan pola yang khas:

Analisis Ciri pada Soal

Kombinasi daun menyirip, mahkota berkelipatan lima, dan batang berkayu adalah bukti kuat identifikasi kelompok Dikotil.

Mari kita cocokkan seluruh bukti fisik yang dicatat oleh peneliti:

  1. Buah berdaging dan bunga sejati: Bukti ini langsung menyingkirkan lumut (Bryophyta di Opsi A) dan paku (Pteridophyta di Opsi E) yang tidak berbiji, serta Gymnospermae (Opsi B) yang bijinya terbuka tanpa buah. Pilihan tersisa tinggal Monokotil atau Dikotil.

  2. Daun menyirip dan bunga bermahkota lima: Berdasarkan pola Di-Si-Ma, daun menyirip dan bunga berkelipatan lima mengarahkan diagnosis ke kelompok keping dua. Tumbuhan Monokotil berdaun sejajar dengan bunga kelipatan tiga, sehingga Monokotil (Opsi C) tereliminasi.

  3. Batang berkayu: Struktur kayu keras terbentuk karena adanya aktivitas kambium, jaringan pembelah yang umum dijumpai pada batang Dikotil sejati.

Semua ciri morfologi luar secara konsisten mengonfirmasi bahwa tumbuhan hutan tropis tersebut tergolong ke dalam Dikotil (Opsi D).

Seorang murid menemukan tanaman merambat berdaun lonjong panjang menyerupai pita dengan tulang daun sejajar dari ujung ke pangkal, serta berbunga dengan enam helai mahkota. Jika diamati dari morfologi luarnya, tanaman ini kemungkinan besar tergolong dalam kelompok ....

  • Monokotil
  • Dikotil
  • Gymnospermae
  • Pteridophyta

Jawaban: Monokotil

Tanaman tersebut tergolong Monokotil karena memiliki tulang daun sejajar menyerupai pita dan mahkota bunga berjumlah 6 helai (kelipatan 3). Dikotil memiliki daun menyirip/menjari dan mahkota kelipatan 4 atau 5. Gymnospermae tidak membentuk bunga sejati, sedangkan Pteridophyta berkembang biak dengan spora tanpa menghasilkan bunga.

Ciri morfologi digunakan untuk membedakan Monokotil dan Dikotil.