Membaca Jangka Sorong: Jangan Asal Tambah

Anatomi Dua Skala

Jangka sorong memiliki rahang tetap berskala utama dan rahang geser berskala nonius.

Penggaris biasa umumnya hanya bisa membaca panjang sampai ketelitian milimeter ($1\text{ mm}$). Ketika mengukur benda presisi—seperti diameter dalam pipa kecil pada persoalan teknisi laboratorium—jarak antar-garis milimeter di penggaris biasa menyisakan celah sempit yang sulit ditaksir dengan mata telanjang. Untuk mengatasi celah kecil di bawah $1\text{ mm}$ tersebut, jangka sorong dilengkapi rahang geser yang bekerja seperti kaca pembesar geser, yaitu skala nonius.

Pada alat ini, rahang tetap memuat skala utama yang membentang panjang dengan satuan sentimeter ($\text{cm}$) layaknya penggaris biasa. Sementara itu, rahang geser memuat skala nonius yang pendek dan ikut berpindah saat rahang dibuka-tutup. Skala nonius inilah yang membagi celah kecil pada skala utama menjadi pecahan desimal yang jauh lebih presisi.

Awas Jebakan Satuan

Sebelum menjumlahkan hasil ukur, semua nilai harus berada dalam satuan yang sama, umumnya centimeter ($\text{cm}$).

Diagram tangga konversi satuan panjang dari milimeter naik ke sentimeter dengan dibagi sepuluh

Nilai pada skala utama biasanya tercantum dalam sentimeter ($\text{cm}$), sedangkan nilai ketelitian alat laboratorium sering kali dinyatakan dalam milimeter ($\text{mm}$). Menjumlahkan angka bersatuan $\text{cm}$ langsung dengan angka bersatuan $\text{mm}$ tanpa konversi ibarat menjumlahkan apel dengan jeruk—hasil akhirnya keliru.

Dalam tangga satuan panjang metrik, konversi dari milimeter ($\text{mm}$) ke sentimeter ($\text{cm}$) berpindah naik satu tingkat, yang berarti nilainya harus dibagi $10$. Sebagai contoh, jika ketelitian alat ukur adalah $0{,}1\text{ mm}$, maka nilainya setara dengan $0{,}01\text{ cm}$ ($0{,}1 \div 10$).

Jika hasil perhitungan dari skala geser (nonius) adalah 0,5 mm, berapakah nilainya jika dinyatakan dalam centimeter (cm)?

  • 0,05 cm
  • 0,5 cm
  • 5 cm
  • 0,005 cm

Jawaban: 0,05 cm

Untuk mengubah milimeter (mm) ke sentimeter (cm), nilainya harus dibagi 10 karena naik satu tangga. Jadi, 0,5 mm dibagi 10 menghasilkan 0,05 cm. Opsi B salah karena tidak membagi angka saat mengganti satuan, Opsi C salah karena mengalikan dengan 10 bukannya membagi, dan Opsi D salah karena membagi dua kali (dibagi 100).

Milimeter diubah ke centimeter dengan cara dibagi 10.

Langkah 1: Membaca Skala Utama

Nilai skala utama diambil dari angka terakhir yang dilewati oleh angka nol pada skala nonius.

Diagram pembacaan skala utama jangka sorong dengan garis nol nonius menunjuk tepat setelah satu koma dua sentimeter

Untuk membaca skala utama, amati posisi garis angka nol ($0$) pada rahang geser berskala nonius. Perhatikan garis skala utama terdekat yang posisinya persis berada di sebelah kiri atau baru saja dilewati oleh garis nol tersebut.

Pada pengukuran pipa laboratorium kita, garis nol nonius berada tepat setelah melewati garis $1{,}2\text{ cm}$ pada skala utama. Karena itu, nilai pembacaan awal yang kita catat adalah Skala Utama = $1{,}2\text{ cm}$.