Geometri Molekul: Balon Tolak-Menolak
Ruang dan Tolakan Elektron
Semakin banyak domain elektron yang terikat pada atom pusat, ruang akan semakin sesak dan sudut ikatan menjadi semakin kecil.
Konsep ini dijelaskan oleh teori VSEPR (Valence Shell Electron Pair Repulsion). Pasangan elektron di sekitar atom pusat bermuatan negatif sehingga mereka saling tolak-menolak sekuat tenaga. Bayangkan sekumpulan balon yang diikat bersama pada satu titik simpul: balon-balon tersebut secara alami saling mendesak untuk mengambil posisi sejauh mungkin satu sama lain demi meminimalkan desakan.
Jika kamu mengikat $3$ balon (mewakili $3$ domain elektron), mereka akan membagi ruang datar secara merata membentuk segitiga sama sisi dengan sudut ikatan sebesar $120^\circ$. Namun, ketika jumlah balon ditambah menjadi $4$ atau $6$, ruang tiga dimensi di sekeliling atom pusat harus dibagi ke lebih banyak arah. Akibatnya, balon-balon tersebut saling berdesakan sehingga sudut antar-ikatan merapat menjadi $109{,}5^\circ$ pada $4$ domain, dan menyempit hingga $90^\circ$ pada $6$ domain.
Berdasarkan prinsip pembagian ruang pada teori VSEPR, apa yang terjadi pada sudut ikatan terkecil jika kita menambahkan satu domain elektron di sekitar atom pusat dari 4 menjadi 5 domain?
- Sudut ikatan akan mengecil karena ruang yang tersedia harus dibagi untuk lebih banyak domain yang saling menolak.
- Sudut ikatan akan membesar karena tambahan domain memperlebar ukuran molekul secara keseluruhan.
- Sudut ikatan akan tetap karena elektron menolak dengan gaya yang sama.
- Sudut ikatan akan menjadi nol karena domain yang baru menempati pusat molekul.
Jawaban: Sudut ikatan akan mengecil karena ruang yang tersedia harus dibagi untuk lebih banyak domain yang saling menolak.
Ketika jumlah domain elektron di sekitar atom pusat bertambah dari 4 menjadi 5, ruang sferis di sekitarnya harus dibagi ke lebih banyak wilayah tolakan. Akibatnya, domain-domain tersebut saling merapat dan sudut ikatan antar-domain menjadi lebih kecil. Ukuran molekul keseluruhan tidak memperbesar sudut internal ikatan, dan penambahan domain membagi ruang baru sehingga sudutnya tidak tetap.
Hubungan antara jumlah domain terikat dengan besaran sudut ikatan ruang 3D.
Rumus Cepat Menghitung Domain
Total domain elektron atom pusat dalam ion poliatomik dapat dihitung dengan menjumlahkan elektron valensinya, atom monovalen, lalu menyesuaikannya dengan muatan ion.

Kamu tidak selalu harus menggambar struktur Lewis yang rumit dari nol hanya untuk mengetahui bentuk molekul. Ada algoritma hitung cepat yang praktis untuk menentukan total domain elektron:
$$\text{Total Domain} = \frac{\text{Elektron Valensi Pusat} + \text{Atom Monovalen} - \text{Muatan Kation} + \text{Muatan Anion}}{2}$$
Atom monovalen adalah atom yang membutuhkan satu elektron untuk stabil, seperti $\text{H}$, $\text{F}$, $\text{Cl}$, $\text{Br}$, dan $\text{I}$. Catatan penting: atom oksigen ($\text{O}$) bersifat divalen, sehingga tidak dihitung (nilainya $0$) sebagai penambah elektron di rumus ini.
Mari kita uji rumus ini pada ion poliatomik dari opsi soal:
Pada $\text{PCl}_4^+$ (Opsi A):Fosfor ($\text{P}$) berasal dari golongan V ($5$ elektron valensi), mengikat $4$ atom monovalen $\text{Cl}$, dan membawa muatan positif $+1$ (dikurangi $1$).
$$\text{Total Domain} = \frac{5 + 4 - 1}{2} = \frac{8}{2} = 4\text{ domain}$$
Karena memiliki $4$ domain ikatan tanpa pasangan elektron bebas, bentuknya tetrahedral dengan sudut ikatan $109{,}5^\circ$. Anggapan bahwa muatan positif selalu memperlebar sudut tanpa melihat jumlah domain adalah keliru.
Pada $\text{SO}_4^{2-}$ (Opsi C):Sulfur ($\text{S}$) berasal dari golongan VI ($6$ elektron valensi), oksigen dihitung $0$, dan membawa muatan negatif $-2$ (ditambah $2$).
$$\text{Total Domain} = \frac{6 + 0 + 2}{2} = \frac{8}{2} = 4\text{ domain}$$
Sama seperti $\text{PCl}_4^+$, ion ini memiliki $4$ domain dengan geometri tetrahedral dan sudut ikatan $109{,}5^\circ$. Muatan anion $2-$ tidak membuat tolakannya tak terbatas, melainkan tetap tertata dalam $4$ penjuru ruang yang simetris.
Berdasarkan langkah perhitungan cepat, berapa total domain elektron di sekitar atom pusat C pada ion karbonat ($\text{CO}_3^{2-}$)? (Karbon merupakan unsur golongan IV)
- 2 domain elektron
- 3 domain elektron
- 4 domain elektron
- 5 domain elektron
Jawaban: 3 domain elektron
Karbon (C) memiliki elektron valensi 4. Oksigen merupakan atom divalen sehingga bernilai 0 dalam penambahan atom monovalen. Muatan ion 2- berarti ketambahan 2 elektron dari luar. Maka, Total Domain = (4 + 0 + 2) / 2 = 6 / 2 = 3 domain elektron. Menjawab 2 terjadi jika salah mengurangkan muatan anion, sedangkan menjawab 4 atau 5 terjadi jika keliru menghitung oksigen sebagai atom monovalen.
Penerapan rumus cepat penghitungan total domain pada anion dengan atom divalen.
Efek Tak Terlihat PEB
Pasangan elektron bebas (PEB) memakan lebih banyak ruang tolakan dibandingkan ikatan atom, sehingga mendesak sudut ikatan di sebelahnya menjadi lebih sempit.

Setelah mengetahui total domain, kita bisa membagi domain tersebut menjadi dua: PEI (Pasangan Elektron Ikatan, yaitu jumlah atom yang diikat langsung) dan PEB (Pasangan Elektron Bebas pada atom pusat). Rumusnya sangat sederhana:
$$\text{PEB} = \text{Total Domain} - \text{Jumlah Atom Terikat}$$
Kembali ke analogi balon: bayangkan tiga balon diikat bersama di satu simpul. Dua balon dipegang dan ditarik oleh atom tetangga di ujungnya (PEI). Namun, satu balon lainnya dibiarkan bebas tanpa ikatan atom luar (PEB). Balon bebas ini mengembang lebih gemuk dan membesar karena awan elektronnya hanya ditarik oleh satu inti atom. Akibatnya, balon gemuk tersebut mendesak kedua balon ikatan lainnya agar merapat lebih dekat.
Inilah pembeda utama antara Opsi D ($\text{NO}_3^-$) dan Opsi E ($\text{NO}_2^-$):
Pada $\text{NO}_3^-$ (Opsi D):Nitrogen (golongan V) memiliki total domain $\frac{5 + 0 + 1}{2} = 3$. Karena ia mengikat $3$ atom oksigen, maka $\text{PEB} = 3 - 3 = 0$. Ketiga domain ikatan saling menolak secara setara membentuk geometri trigonal planar dengan sudut ikatan sebesar $120^\circ$. Sudut ini adalah yang paling besar di antara seluruh pilihan.
Pada $\text{NO}_2^-$ (Opsi E):Total domainnya juga $\frac{5 + 0 + 1}{2} = 3$. Namun, ia hanya mengikat $2$ atom oksigen, sehingga tersisa $\text{PEB} = 3 - 2 = 1$. Keberadaan satu PEB yang gemuk mendesak sudut ikatan $\text{O}-\text{N}-\text{O}$ sehingga tertekan dari sudut ideal $120^\circ$ menjadi sekitar $115^\circ$ (geometri bengkok / bent).
Molekul amonia ($\text{NH}_3$) memiliki 4 domain dengan 1 PEB, sedangkan metana ($\text{CH}_4$) memiliki 4 domain tanpa PEB. Mengapa sudut ikatan pada amonia lebih kecil dibandingkan sudut ikatan pada metana, meskipun keduanya memiliki total 4 domain elektron?
- Karena amonia mengikat lebih sedikit atom hidrogen, sehingga menyisakan ruang kosong untuk hidrogen merenggang.
- Karena atom nitrogen lebih kecil dari atom karbon, sehingga ikatan hidrogen otomatis saling berdekatan.
- Karena PEB pada amonia memakan lebih banyak ruang tolakan, sehingga mendesak sudut ikatan H-N-H merapat.
- Karena amonia memiliki muatan parsial negatif yang menarik atom hidrogen saling berdekatan.
Jawaban: Karena PEB pada amonia memakan lebih banyak ruang tolakan, sehingga mendesak sudut ikatan H-N-H merapat.
Meskipun CH4 dan NH3 sama-sama memiliki total 4 domain elektron (geometri elektron tetrahedral), pada amonia (NH3) terdapat 1 pasangan elektron bebas (PEB). Awan elektron PEB hanya terikat pada satu inti atom sehingga memakan ruang tolakan yang lebih luas dan menekan ketiga ikatan N-H di bawahnya. Akibatnya, sudut ikatan H-N-H menyempit menjadi sekitar 107°, lebih kecil dari sudut ideal 109,5° pada metana. Opsi lain salah karena jumlah atom terikat yang lebih sedikit tidak memperbesar sudut jika ada PEB, dan jari-jari maupun kepolaran bukanlah alasan penentu geometri VSEPR.
Pengaruh kehadiran PEB terhadap besar sudut ikatan molekul.