Sistem Sapu Lendir Saluran Napas

Eskalator Penangkap Debu

Pas dengar istilah mucociliary clearance di soal, mungkin rasanya kayak bahasa planet. Padahal, idenya gampang banget kalau dibayangin.

Saluran napas kita (kayak trakea) itu bukan sekadar pipa kosong yang pasif dilewati udara. Udara yang kita hirup itu penuh kotoran: debu, asap, bakteri, jamur. Kalau semuanya masuk ke paru-paru dan ngendap di sana, paru-paru kita bakal jadi tempat sampah.

Makanya, tubuh kita punya sistem pertahanan aktif yang namanya mucociliary clearance (pembersihan mukosiliar).

ilustrasi

Sistem eskalator pembersih ini sangat bergantung pada dua sel spesifik yang harus kerja berdampingan: si pabrik pembuat "lem" dan pasukan mesin pendorongnya. Yuk, kita lihat siapa pabrik lemnya di halaman sebelah!

Pabrik 'Lem' Saluran Napas

Dari hasil obrolan kita, kamu sempat ragu sel mana yang sebenarnya bikin lendir. Di sinilah peran si nomor 10 di soal Bapak Joni: Sel Goblet (Goblet cells).

Banyak yang ngira lendir (mukus) itu sesuatu yang jorok dan menandakan kita lagi sakit. Padahal, lendir adalah pahlawan. Lendir ini diproduksi setiap saat dan bertindak sebagai "kertas perekat" (flypaper) atau "lem" yang melumuri permukaan trakea.

Potongan histologis trakea manusia yang menunjukkan epitel bersilia. Sel berbentuk seperti piala yang menyebar di antara sel epitel adalah sel goblet. Gambar: Assassin3577, CC BY-SA 3.0 — Wikimedia Commons

Kalau sel goblet gagal bikin lendir lengket, debu dan bakteri bakal lolos turun terus ke ujung paru-paru dan bikin infeksi. Lendir buatan sel goblet inilah yang menangkap kotoran di "eskalator".

Tapi, lem yang kotor harus disingkirkan. Di sinilah komponen kedua bekerja.

ilustrasi

Berdasarkan konsep mucociliary clearance, apa peran utama dari Sel Goblet?

  • A. Memproduksi mukus lengket untuk menangkap debu dan bakteri.
  • B. Menggerakkan mukus yang sudah kotor ke arah faring.
  • C. Memberikan sokongan mekanis agar trakea tidak kempis.
  • D. Menghasilkan cairan asam untuk membunuh bakteri.

Jawaban: A. Memproduksi mukus lengket untuk menangkap debu dan bakteri.

Sel goblet (berbentuk seperti piala) berfungsi mengekskresikan mukus/lendir yang menangkap kotoran dari udara yang masuk. Menggerakkan mukus adalah tugas silia, sedangkan menyangga trakea adalah tugas tulang rawan.

Sel goblet adalah produsen mukus (lendir) kental yang menjebak kotoran di saluran napas.

Pasukan Penyapu: Rambut Getar

Lendir lengket aja nggak cukup. Bayangin kalau debu nempel di lem, tapi lemnya diem aja. Lama-lama salurannya mampet!

Itulah fungsi Epitel Bersilia (sel nomor 8 di soal), tepatnya epitel kolumnar berlapis semu bersilia. Di bagian atas sel-sel ini ada rambut-rambut getar mikroskopis yang disebut silia. Merekalah "mesin eskalator" kita.

Pasukan penyapu ini punya aturan kerja yang sangat ketat:

  1. Silia memukul (menyapu) secara ritmis (mirip orang ngedayung perahu atau ombak di stadion).

  2. Gerakannya HANYA ke satu arah, yaitu ke atas menuju faring (pangkal kerongkongan).

Tanpa silia, lendir akan menggenang dan jatuh mengikuti gravitasi ke dasar paru-paru. Kombinasi maut antara Sel Goblet (pembuat lendir) dan Silia (penyapu lendir) inilah yang di soal disebut sebagai sinergi mucociliary clearance (Opsi C pada soal).

ilustrasi

Tentukan benar atau salah pernyataan berikut tentang fungsi silia di saluran napas!

  • Silia pada saluran napas bertugas menyapu lendir yang kotor. — Benar
  • Gerakan menyapu silia mengarah ke bawah, mendorong kotoran lebih dalam ke paru-paru. — Salah

Silia harus bergerak ke atas (ke arah faring) untuk membuang mukus, BUKAN ke bawah menuju paru-paru.

Silia (rambut getar) harus bergerak searah (ke atas) untuk membuang lendir kotor; jika tidak, lendir akan menggenang.