Menerjemahkan Bahasa ke Aljabar

Jebakan Bahasa Manusia

Pernahkah kamu salah paham dengan pesan teks temanmu karena cara bacanya yang beda? Bahasa sehari-hari manusia memang sering kali ambigu dan punya lebih dari satu makna.

Coba perhatikan kalimat dari soal tadi: "Hasil perkalian $6$ dan sebuah bilangan yang dikurangi $3$".

Kalau kita langsung menerjemahkannya ke angka secara mentah-mentah sesuai urutan bacanya, kalimat ini bisa berarti dua hal yang sangat berbeda:

  1. Makna A: Kalikan dulu $6$ dengan bilangan itu, baru hasilnya dikurangi $3$. Aljabarnya: $(6 \times a) - 3$.

  2. Makna B: Bilangan itu dikurangi $3$ dulu, baru hasilnya dikali $6$. Aljabarnya: $6 \times (a - 3)$.

ilustrasi

Matematika menuntut kepastian absolut. Di dunia matematika, perbedaan urutan operasi ini menghasilkan angka yang sama sekali berbeda. Kita tidak bisa menebak-nebak, jadi kita butuh jembatan yang presisi untuk menerjemahkan bahasa manusia ke bahasa aljabar yang pasti.

Membedah Struktur Kalimat

Untuk menghindari jebakan ambiguitas tadi, mari kita bedah kalimatnya pelan-pelan layaknya seorang detektif bahasa. Kuncinya ada pada frasa "Hasil perkalian A dan B".

Kata hubung "dan" di sini bertugas memberi tahu kita siapa saja aktor (pihak) yang sedang dikalikan. Mari kita petakan: "Hasil perkalian $6$ dan [sebuah bilangan yang dikurangi $3$]".

Dari pembedahan di atas, kita bisa melihat dengan jelas:

Misalkan "sebuah bilangan" itu adalah $a$. Maka aktor kedua ini diterjemahkan menjadi $a - 3$. Karena $a - 3$ adalah satu kesatuan (satu paket) yang akan dikalikan dengan angka $6$, kita wajib membungkusnya dengan tanda kurung.

Jadi, terjemahan yang benar dan presisi secara matematis adalah $6(a - 3)$.

Tanda Kurung sebagai 'Paket'

Apa sih arti tanda kurung $( )$ dalam aljabar? Jangan menganggapnya sekadar hiasan atau tanda baca biasa.

Dalam aljabar, tanda kurung itu bertindak seperti kardus paket yang tertutup rapat. Apa pun yang ada di dalamnya—dalam hal ini, $a - 3$—adalah satu barang utuh yang tidak boleh dipisah atau diutak-atik sembarangan. Angka dan variabel di dalamnya sudah "terikat" menjadi satu entitas tunggal.

ilustrasi

Persamaan kita dari soal tadi sekarang berbentuk: $6(a - 3) = 24$

Coba baca persamaan tersebut dengan kacamata baru ini: "Ada $6$ buah kardus paket yang masing-masing isinya adalah $(a - 3)$, dan jika digabungkan, total nilainya seimbang dengan $24$".

Dengan membayangkan tanda kurung sebagai paket kardus, kita terhindar dari godaan untuk langsung mengalikan $6$ dengan $a$ (menjadi $6a$) lalu membiarkan angka $3$-nya sendirian. Semuanya harus diperlakukan secara adil.