Bongkar Struktur Kalimat Inversi

Trik Bedah Kalimat Pakai Warna

Sering bingung nentuin mana Subjek dan Predikat, apalagi kalau letaknya dibolak-balik? Tenang, trik utamanya bukan menebak dari letak (depan atau belakang), tapi cari Predikatnya dulu, baru Subjeknya.

Coba lihat tabel di atas. Predikatnya adalah "sedang membaca" (lagi ngapain?). Setelah ketemu, baru kita tanya "Siapa yang sedang membaca?". Jawabannya "Ayah", itulah Subjeknya! Jangan sampai terbalik mencarinya ya.

Langkah paling akurat dan anti-nyasar untuk membedah unsur-unsur dalam sebuah kalimat adalah dengan mencari...

  • A. Kata yang terletak paling depan (Subjek)
  • B. Aktivitas atau keadaannya dulu (Predikat)
  • C. Keterangan waktu atau tempatnya dulu
  • D. Benda yang menjadi sasaran (Objek)

Jawaban: B. Aktivitas atau keadaannya dulu (Predikat)

Banyak yang terkecoh menebak kata pertama sebagai Subjek. Padahal, cara teraman adalah menemukan Predikatnya (apa yang sedang dilakukan/terjadi), lalu menanyakan 'Siapa/Apa yang melakukan itu?' untuk mencari Subjeknya.

Mencari Predikat terlebih dahulu (aktivitas/keadaan) adalah langkah paling akurat agar tidak tertipu oleh posisi kata dalam membedah unsur kalimat.

Pola Normal vs Pola 'Menyimpang'

Secara alami, kalimat bahasa Indonesia itu mengalir dari Subjek - Predikat - Objek - Keterangan (S-P-O-K). Tapi, bayangkan kamu sedang menulis atau membaca cerita; pasti bosan kalau pola kalimatnya itu-itu saja.

Kadang, kita ingin menonjolkan bagian tertentu biar pendengar atau pembaca langsung fokus ke sana. Caranya? Kita "tarik" blok yang ingin ditonjolkan ke bagian paling depan!

ilustrasi

Pergeseran blok pembentuk kalimat ini bukan sekadar variasi gaya bahasa biasa, tapi menjadi inti untuk mengerjakan soal-soal struktur kalimat.

Mendefinisikan Ulang 'Inversi' (Versi Tes)

Jika kamu belajar teori bahasa Indonesia baku secara ketat, definisi inversi itu hanya satu: Predikat mendahului Subjek (P-S). Contoh: "Menangis [P] adik [S]".

Namun, di soal ujian kedinasan atau tes CPNS, pembuat soal sering memakai definisi yang lebih longgar!

Dalam konteks tes, "inversi" sering dimaknai sebagai segala bentuk kalimat yang susunannya diputar dari S-P-O-K standar.

Memindahkan lokasi ke depan (K-S-P-O) atau memutar posisi sehingga benda sasaran ada di depan (pasif) dianggap oleh pembuat soal sebagai bentuk "susun balik" alias inversi.

Dalam konteks soal ujian TWK (seperti soal yang baru saja kita bahas), apa yang dimaksud dengan kalimat inversi?

  • A. Hanya kalimat yang Predikatnya mendahului Subjek (P-S)
  • B. Kalimat yang tidak memiliki Subjek sama sekali
  • C. Segala bentuk kalimat yang susunannya menyimpang dari S-P-O-K standar
  • D. Kalimat yang menggunakan banyak kata keterangan di bagian akhir

Jawaban: C. Segala bentuk kalimat yang susunannya menyimpang dari S-P-O-K standar

Di luar teori linguistik yang sangat ketat (P-S), dalam soal-soal tes, 'inversi' sering diartikan secara longgar sebagai setiap kalimat susun balik yang tidak mengikuti alur normal S-P-O-K.

Pembuat soal ujian sering mengartikan inversi secara lebih luas sebagai segala penyimpangan dari struktur normal S-P-O-K, bukan hanya P mendahului S secara ketat.