Pemodelan Titik Impas: Memisahkan Skenario
Karantina Informasi: 2 Sistem Terpisah
Pernah gak kamu ngadepin soal panjang, terus pas nyoba ngitung rasanya semua angka pengen dicampur jadi satu? Ini kejadian pas kamu ngejumlahin tarif bensin motor sama tiket kereta di soal tadi. Padahal, Andi kan nggak mungkin naik motor dan kereta di waktu yang sama!
Kunci pertama ngerjain soal perbandingan adalah karantina informasi. Kita harus memisahkan data mentah ke dalam dua kelompok yang terisolasi.
Coba lihat diagram di atas. Aturan emasnya simpel: data dari Opsi 1 (sepeda motor) haram dimasukkan ke persamaan Opsi 2 (kereta), begitu juga sebaliknya. Tujuan kita di sini cuma satu: nyari jumlah hari (kita misalkan dengan variabel $x$) di mana total biaya kedua opsi ini ketemu di angka yang sama. Tapi sebelum nyari $x$, pastikan tiap variabel udah masuk ke "keranjang" yang bener.
Jika di soal ada tambahan "Andi jajan di kampus Rp20.000 setiap hari", di manakah komponen ini harus dimasukkan?
- A. Ke dalam Opsi 1 saja (motor)
- B. Ke dalam Opsi 2 saja (kereta)
- C. Ke dalam Opsi 1 dan Opsi 2
- D. Tidak dimasukkan sama sekali
Jawaban: C. Ke dalam Opsi 1 dan Opsi 2
Jajan di kampus tidak ada hubungannya dengan pilihan kendaraan. Karena Andi pasti jajan terlepas dia bawa motor atau naik kereta, biaya ini masuk ke Opsi 1 DAN Opsi 2 (yang nanti akan saling menghilangkan saat disamakan $y_1 = y_2$).
Biaya yang tidak bergantung pada pilihan kendaraan harus dibebankan sama rata ke kedua sistem.
Memodelkan Opsi 1: Awas Jebakan Jarak
Sekarang kita bedah Opsi 1 (Sepeda Motor). Kalau diperhatiin, semua biaya di opsi ini adalah Biaya Variabel. Artinya, nggak ada biaya yang harus dibayar di awal bulan; kamu cuma bayar kalau kamu beneran berangkat ngampus hari itu.
Mari kita susun total biaya per harinya:
Bensin: $2 \times 25\text{ km} = 50\text{ km/hari}$. Karena tarifnya Rp$1.000$/km, biaya bensinnya $50 \times 1.000 = 50.000$.
Parkir & Perawatan: Ini gampang, udah dihitung harian yaitu Rp$5.000$ (parkir) + Rp$2.000$ (perawatan) = Rp$7.000$.
Total biaya Opsi 1 per hari adalah Rp$57.000$. Karena ini dibayar tiap hari, kita kalikan dengan jumlah hari ($x$). Jadi, model matematikanya adalah $y_1 = 57.000x$. Tidak ada Fixed Cost atau biaya tetap bulanan yang perlu ditambahkan di sini.
Mengapa jarak 25 km harus dikali 2 dalam memodelkan biaya bensin motor di soal ini?
- A. Karena motor membutuhkan lebih banyak bensin
- B. Karena perjalanan terdiri dari berangkat ke kampus dan pulang ke rumah
- C. Karena ada biaya perawatan yang dihitung harian
- D. Karena jarak tempuh kereta juga 25 km
Jawaban: B. Karena perjalanan terdiri dari berangkat ke kampus dan pulang ke rumah
Andi harus berangkat ke kampus dan pulang kembali ke rumah. Jadi total jarak tempuh harian adalah $2 \times 25$ km = $50$ km, yang semuanya butuh bensin.
Perjalanan kampus harian melibatkan dua arah (Pergi-Pulang), sehingga jarak satu arah harus digandakan sebelum dikali tarif.
Logika Aljabar 'Kartu Langganan'
Lanjut ke Opsi 2 (Kereta). Di sini kita ketemu sama kata ajaib: "Langganan" dan "Gratis". Waktu kamu nyoba ngerjain, kamu tetep masukin tarif tiket flat dan biaya per km kereta. Padahal, kartu langganan itu sifatnya mereset semua biaya variabel kereta jadi $0$.
Di dunia aljabar, kartu langganan bulan ini adalah Biaya Tetap (Fixed Cost). Kamu bayar Rp$450.000$ sekali di awal, mau kamu naik kereta sehari, sepuluh hari, atau bahkan nggak naik sama sekali, biayanya tetep segitu.
Nah, apakah Opsi 2 nggak punya biaya harian (variabel) sama sekali? Eits, tunggu dulu. Andi tetep harus naik angkot ke stasiun! Angkot harian PP: $2 \times 6.000 = 12.000$.
Jadi, model aljabar buat Opsi 2 adalah gabungan dari Biaya Tetap (langganan) dan Biaya Variabel (angkot): $y_2 = 450.000 + 12.000x$.
Berdasarkan logika aljabar 'Kartu Langganan', tentukan benar atau salah pernyataan berikut:
- Kartu langganan mengubah biaya variabel tiket kereta menjadi nol. — Benar
- Biaya angkot harian hilang jika membeli kartu langganan kereta. — Salah
Kartu langganan mereset tarif kereta menjadi nol, tapi Andi tetap harus membayar angkot karena angkot tidak masuk ke dalam paket langganan.
Kartu langganan bertindak sebagai Fixed Cost awal yang menggratiskan biaya tiket kereta, tapi tidak mempengaruhi biaya moda lain (angkot).