Correlative Conjunctions: Pasangan Setara
Aturan Sepasang Sepatu
Bayangkan kamu sedang bersiap pergi ke acara penting, lalu kamu memakai sepasang sepatu. Tapi, sebelah kiri kamu pakai sepatu bola yang kotor bertangkup, sedangkan sebelah kanan kamu pakai sepatu kulit pantofel yang mengkilap. Dipakai sebelah saja tidak enak, apalagi dipakai dengan pasangan yang salah—pasti kelihatan aneh dan bikin jalannya pincang, kan?

Dalam tata bahasa Inggris, ada jenis kata hubung yang sifatnya persis seperti sepatu itu. Mereka disebut correlative conjunctions (kata hubung berpasangan).
Tugas utama mereka adalah menghubungkan dua ide, benda, atau sifat yang berkaitan erat di dalam satu kalimat. Karena mereka terlahir berpasangan, mereka tidak bisa bekerja sendirian. Kalau kamu cuma pakai salah satu, atau malah memasangkannya dengan kata lain yang bukan jodohnya, kalimatnya akan terasa canggung dan secara grammar dinyatakan salah.
Berdasarkan analogi sepatu tadi, mana pernyataan yang paling tepat menggambarkan sifat dasar dari correlative conjunctions?
- A. Kata hubung tunggal yang bisa berdiri sendiri
- B. Kata hubung yang bisa dipasangkan secara bebas tergantung konteks kalimat
- C. Kata hubung berpasangan yang sudah punya 'jodoh' paten dan tidak boleh ditukar
- D. Kata hubung yang hanya digunakan di awal kalimat saja
Jawaban: C. Kata hubung berpasangan yang sudah punya 'jodoh' paten dan tidak boleh ditukar
Correlative conjunctions selalu terlahir berpasangan dengan kata tertentu (misalnya either dengan or) dan tidak boleh ditukar-tukar seperti memakai sepatu yang pasangannya salah.
Correlative conjunctions harus dipakai dengan pasangannya yang tepat dan tidak boleh dicampur.
Empat Pasangan Paten
Nah, kalau tadi kita tahu mereka harus berpasangan, sekarang pertanyaannya: siapa berpasangan dengan siapa?
Dalam bahasa Inggris, ada 4 pasang correlative conjunctions yang paling sering diuji dan sifatnya sudah permanen. Mereka punya makna spesifik dan pasangannya tidak boleh ditukar-tukar dengan kata lain. Ibaratnya, ini sudah hukum alam tata bahasa!
Berikut adalah 4 pasangan paten tersebut:
Either ... Or ... → Digunakan untuk menunjukkan pilihan (salah satu dari dua hal).
Neither ... Nor ... → Digunakan untuk makna negatif (tidak dua-duanya).
Both ... And ... → Digunakan untuk menggabungkan (kedua-duanya).
Not only ... But also ... → Digunakan untuk memberi tambahan (bukan cuma ini, tapi juga itu).
Kalau kita kembali ke soal awalmu, kalimatnya menggunakan kata "either", tapi di belakangnya dihubungkan dengan "also". Ini adalah kesalahan mutlak! "Either" terlahir untuk berpasangan dengan "or". Mencampuradukkan pasangan ini adalah jebakan yang sering muncul di soal ujian.
Jika sebuah kalimat diawali dengan kata hubung 'neither', apa kata yang WAJIB kamu cari sebagai pasangannya di bagian selanjutnya dari kalimat tersebut?
- A. or
- B. nor
- C. and
- D. also
Jawaban: B. nor
'Neither' memiliki makna negatif (tidak dua-duanya) dan pasangannya yang paten adalah 'nor'. Memasangkannya dengan kata lain adalah sebuah kesalahan.
Pasangan yang benar untuk 'neither' adalah 'nor'.
Hukum Timbangan: Paralelisme
Selain pasangannya harus benar, ada satu aturan ketat lagi yang harus dipatuhi oleh correlative conjunctions. Aturan ini disebut paralelisme atau kesetaraan struktur.
Ibaratkan kata hubung ini seperti timbangan dacing ganda. Piringan di sebelah kiri dan piringan di sebelah kanan harus diisi dengan beban yang setara agar seimbang.
Maksud dari setara di sini adalah jenis kata (part of speech). Apa yang ada persis di sebelah kanan kata hubung pertama, bentuknya wajib disamakan dengan apa yang ada persis di sebelah kanan kata hubung kedua.
Kalau setelah either ada kata benda (noun), maka setelah or juga wajib ada kata benda.
Kalau setelah both ada kata sifat (adjective), maka setelah and juga wajib ada kata sifat.
Kalau bagian pertama diikuti kata depan (preposition) seperti in, on, about, bagian kedua juga wajib diawali kata depan yang sama.
Jika piringan kiri diisi kata benda tapi piringan kanan diisi kata kerja, kalimatnya jadi "pincang" atau berat sebelah.
Berdasarkan 'Hukum Timbangan' (paralelisme), manakah kalimat di bawah ini yang menggunakan 'both ... and ...' dengan struktur paling seimbang?
- A. She is both intelligent and hard-working.
- B. She is both intelligence and work hard.
- C. She is both intelligently and hard-working.
- D. She is both intelligent and she works hard.
Jawaban: A. She is both intelligent and hard-working.
Pada opsi A, setelah 'both' terdapat adjective (intelligent) dan setelah 'and' juga terdapat adjective (hard-working). Struktur ini setara atau paralel. Opsi lainnya berat sebelah/tidak sejenis.
Struktur setelah kata hubung pertama harus sama persis jenisnya dengan struktur setelah kata hubung kedua (paralelisme).