Membaca Kurva Permintaan dari Nol

Berkenalan dengan Sumbu X dan Sumbu Y

Grafik sebenarnya hanyalah alat bantu visual untuk melihat hubungan antara dua hal sekaligus di dalam satu gambar sederhana.

Bayangkan kamu sedang menggambar dua garis lurus yang saling tegak lurus:

Diagram dasar grafik Cartesius yang menunjukkan sumbu vertikal Y dan horizontal X dengan satu titik koordinat.

Setiap titik yang kita letakkan di dalam grafik selalu menyimpan dua informasi sekaligus:

  1. Seberapa jauh posisinya ke arah kanan atau kiri (mengikuti sumbu horizontal).

  2. Seberapa tinggi posisinya ke arah atas atau bawah (mengikuti sumbu vertikal).

Jika ada sebuah titik yang terletak di area pojok 'kiri atas' pada grafik sumbu tegak dan mendatar, apa makna posisi titik tersebut?

  • Nilai horizontalnya sangat tinggi, sedangkan nilai vertikalnya mendekati nol
  • Nilai vertikalnya bernilai tinggi, sedangkan nilai horizontalnya bernilai rendah
  • Kedua nilai, baik pada sumbu vertikal maupun horizontal, sama-sama bernilai tinggi
  • Kedua nilai, baik pada sumbu vertikal maupun horizontal, sama-sama bernilai rendah

Jawaban: Nilai vertikalnya bernilai tinggi, sedangkan nilai horizontalnya bernilai rendah

Posisi di 'kiri atas' berarti titik tersebut berada di bagian kiri (nilai sumbu horizontal rendah) dan di bagian atas (nilai sumbu vertikal tinggi).

Sumbu vertikal menunjukkan tinggi-rendah nilai, sedangkan sumbu horizontal menunjukkan kiri-kanan nilai.

Memasukkan Harga Jajan ke Grafik

Sekarang, kita bawa grafik tadi ke dunia nyata, misalnya saat kamu membeli jajan favoritmu di kantin sekolah.

Dalam ilmu ekonomi, para ahli menyepakati sebuah aturan standar untuk meletakkan variabel:

Grafik koordinat dengan sumbu vertikal Harga dan sumbu horizontal Jumlah Barang menampilkan Titik A di kiri atas dan Titik B di kanan bawah.

Mari kita petakan kebiasaan belanja yang wajar ke dalam dua titik:

  1. Titik A (Harga Mahal $\rightarrow$ Beli Sedikit) Ketika harga jajan naik drastis menjadi sangat mahal (posisi tinggi di sumbu tegak), uang jajanmu terbatas, sehingga kamu hanya membeli sedikit porsi (posisi kiri di sumbu mendatar). Titik A pun berada di kiri atas.

  2. Titik B (Harga Murah $\rightarrow$ Beli Banyak) Sebaliknya, saat penjual memberi diskon besar sehingga harganya murah (posisi rendah di sumbu tegak), kamu tergiur memborong banyak porsi (posisi kanan di sumbu mendatar). Titik B pun berada di kanan bawah.

Berdasarkan aturan baku penyusunan grafik ekonomi yang umum digunakan, di manakah posisi sumbu untuk variabel Harga dan Jumlah Barang?

  • Harga diletakkan di sumbu mendatar, sedangkan jumlah barang di sumbu tegak
  • Keduanya diletakkan berdampingan di sumbu mendatar secara bergantian
  • Harga diletakkan di sumbu tegak, sedangkan jumlah barang di sumbu mendatar
  • Kedua sumbu bebas ditukar karena tidak memengaruhi bentuk pola grafiknya

Jawaban: Harga diletakkan di sumbu tegak, sedangkan jumlah barang di sumbu mendatar

Dalam konvensi standar grafik mikroekonomi, sumbu vertikal (tegak) selalu digunakan untuk Harga (P), sedangkan sumbu horizontal (mendatar) digunakan untuk Jumlah barang (Q).

Sesuai kesepakatan konvensi ekonomi, Harga (P) diletakkan di sumbu vertikal dan Jumlah barang (Q) diletakkan di sumbu horizontal.

Lahirnya Kurva Permintaan

Apa yang terjadi jika kita menarik satu garis lurus yang menghubungkan Titik A dan Titik B dari halaman sebelumnya?

Kita akan mendapatkan sebuah garis yang meluncur turun dari kiri atas ke kanan bawah.

Kurva permintaan berupa garis lurus menurun dari kiri atas ke kanan bawah yang menghubungkan kombinasi harga dan jumlah barang.

Garis inilah yang dalam ilmu ekonomi secara resmi disebut sebagai Kurva Permintaan (Demand Curve, sering disimbolkan dengan huruf $D$):

Bagaimanakah bentuk umum kemiringan (slope) kurva permintaan pada grafik ekonomi dan apa alasannya?

  • Menurun dari kiri atas ke kanan bawah karena pembeli membeli lebih banyak saat harga turun
  • Naik dari kiri bawah ke kanan atas karena penjual menawarkan lebih banyak saat harga naik
  • Mendatar lurus sejajar sumbu X karena harga barang tidak memengaruhi keputusan beli konsumen
  • Tegak lurus sejajar sumbu Y karena jumlah barang yang dibeli selalu bernilai tetap di pasar

Jawaban: Menurun dari kiri atas ke kanan bawah karena pembeli membeli lebih banyak saat harga turun

Kurva permintaan memiliki arah kemiringan menurun dari kiri atas ke kanan bawah karena adanya hubungan berkebalikan (negatif) antara harga barang dan jumlah barang yang dibeli konsumen.

Kurva permintaan miring ke bawah dari kiri atas ke kanan bawah karena harga berbanding terbalik dengan jumlah barang yang diminta.