Membongkar Nilai Mikrometer Sekrup

Batas Skala Utama

Skala utama mikrometer sekrup didesain mekanis hanya untuk membaca kelipatan $0{,}5\text{ mm}$, bukan nilai desimal sembarang.

Batang statis pada mikrometer sekrup memiliki dua deret penanda: garis atas yang berjarak tiap $1\text{ mm}$ ($1$, $2$, $3\text{ mm}$, dan seterusnya) serta garis bawah yang juga berjarak $1\text{ mm}$, tetapi posisinya digeser tepat $0{,}5\text{ mm}$ terhadap garis atas. Kombinasi garis atas dan garis bawah ini membuat Skala Utama mutlak hanya bisa menunjukkan kelipatan $0{,}5\text{ mm}$ (seperti $7{,}0\text{ mm}$, $7{,}5\text{ mm}$, atau $8{,}0\text{ mm}$).

Sistem ini mengikuti prinsip ulir pada baut dan mur: jarak antar ulir pada poros mikrometer dibuat tepat sebesar $0{,}5\text{ mm}$. Oleh karena itu, kita tidak mungkin membaca angka seperti $7{,}6\text{ mm}$ langsung pada skala utama karena secara fisik tidak ada garis penanda untuk nilai tersebut.

Pada simulasi di atas, coba geser selubung luar untuk mengamati bagaimana garis $1\text{ mm}$ dan garis $0{,}5\text{ mm}$ muncul bergantian. Ketika pengukuran menunjukkan hasil akhir $7{,}65\text{ mm}$, garis pada skala utama yang paling mendekati dan sudah terlewati adalah garis $7{,}5\text{ mm}$ (garis angka $7$ di atas dan satu garis bawah setelahnya).

Sebuah mikrometer sekrup sedang digunakan, namun skala putarnya tertutup. Tentukan kebenaran pernyataan mengenai angka yang mungkin terbaca di batang statis mikrometer!

  • Skala utama dapat menunjukkan angka 6,5 mm. — Benar
  • Skala utama dapat menunjukkan angka 6,8 mm. — Salah

Pernyataan 1 Benar karena 6,5 mm merupakan kelipatan 0,5 mm, sehingga terdapat garis penandanya pada batang statis mikrometer sekrup. Pernyataan 2 Salah karena skala utama mikrometer tidak memiliki garis pembagi persepuluhan ganjil seperti 6,8 mm; nilai 0,3 mm sisanya harus dibaca melalui putaran skala nonius.

Skala utama mikrometer hanya menunjukkan kelipatan 0,5 mm.

Misteri Skala Putar

Skala nonius membagi sisa jarak antar ulir $0{,}5\text{ mm}$ menjadi $50$ bagian kecil, menghasilkan Ketelitian $0{,}01\text{ mm}$.

Selubung berputar (thimble) pada mikrometer dilengkapi dengan keliling melingkar yang dibagi menjadi tepat $50$ garis skala. Mengacu pada mekanisme ulir pada baut dan mur, satu putaran penuh ($360^\circ$ atau $50$ garis) memajukan poros tepat sejauh satu jarak gigi, yaitu $0{,}5\text{ mm}$.

Diagram bentangan selubung skala nonius yang menunjukkan pembagian garis dari 0 sampai 49.

Dari hubungan mekanis ini, nilai pergeseran untuk setiap satu garis pada skala putar dapat dihitung secara matematis:

$$\text{Ketelitian} = \frac{0{,}5\text{ mm}}{50\text{ garis}} = 0{,}01\text{ mm/garis}$$

Karena selubung luar hanya memiliki keliling yang memuat angka dari $0$ hingga $49$ (lalu kembali ke $0$), skala putar tidak akan pernah memiliki garis bernomor lebih besar dari $50$. Fakta fisik ini secara langsung membantah Opsi C ($65$), karena angka $65$ tidak mungkin ada pada selubung mikrometer standar.

Seorang montir memutar selubung mikrometer sekrup sejauh dua putaran penuh. Berapakah pergeseran maju poros mikrometer akibat dua putaran tersebut?

  • 0,02 mm
  • 0,50 mm
  • 1,00 mm
  • 100 mm

Jawaban: 1,00 mm

Jawaban benar adalah C (1,00 mm) karena satu putaran penuh (50 skala) menggeser poros maju sebesar 0,5 mm, sehingga dua putaran penuh menghasilkan pergeseran 2 × 0,5 mm = 1,00 mm. Opsi A keliru karena mengalikan putaran dengan ketelitian (0,01 mm). Opsi B keliru karena hanya menghitung satu putaran. Opsi D keliru mengalikan jumlah strip dengan putaran tanpa memperhitungkan faktor skala (50 × 2 = 100 mm).

Satu putaran penuh memutar 50 skala setara dengan pergeseran 0,5 mm.

Membongkar Total Pengukuran

Untuk memisahkan total pengukuran kembali ke masing-masing skala, cari kelipatan $0{,}5\text{ mm}$ terbesar yang tidak melebihi hasil total.

Secara umum, setiap hasil akhir pengukuran mikrometer sekrup dibentuk oleh penjumlahan dua komponen:

$$\text{Total Pengukuran} = \text{Skala Utama} + \text{Nilai Skala Nonius}$$

Ketika kita memiliki hasil akhir $7{,}65\text{ mm}$ dan ingin mengetahui posisi masing-masing skala, kita membedahnya secara mundur. Karena Skala Utama hanya dapat bernilai kelipatan $0{,}5\text{ mm}$ dan tidak boleh melebihi hasil total, nilai skala utama yang memenuhi adalah $7{,}50\text{ mm}$.

Diagram balok penjumlahan yang memisahkan hasil total 7,65 mm menjadi balok Skala Utama 7,50 mm dan balok Skala Nonius 0,15 mm.

Setelah nilai skala utama ditentukan, kita dapat menghitung nilai yang disumbangkan oleh skala putar:

$$\text{Nilai Skala Nonius} = 7{,}65\text{ mm} - 7{,}50\text{ mm} = 0{,}15\text{ mm}$$

Jika seorang siswa keliru menetapkan skala utama sebesar $7{,}60\text{ mm}$ (seperti pada cara baca jangka sorong), sisa pengurangannya menjadi $0{,}05\text{ mm}$ yang menggoda siswa memilih Opsi B ($5$). Kesalahan lain seperti salah menghitung sisa pengurangan menjadi $0{,}10\text{ mm}$ akan mengarahkan pada Opsi A ($10$).

Hasil pengukuran ketebalan kawat menggunakan mikrometer sekrup adalah 4,82 mm. Berapakah nilai yang ditunjukkan oleh Skala Utama alat tersebut?

  • 4,00 mm
  • 4,50 mm
  • 4,80 mm
  • 5,00 mm

Jawaban: 4,50 mm

Jawaban benar adalah B (4,50 mm) karena skala utama mikrometer hanya membaca kelipatan 0,5 mm. Kelipatan 0,5 mm terbesar yang tidak melebihi 4,82 mm adalah 4,50 mm (sisa 0,32 mm dibaca oleh skala nonius). Opsi A salah karena mengabaikan garis setengah milimeter (0,5 mm) yang sudah terlewati. Opsi C salah karena skala utama tidak membaca persepuluhan bebas seperti jangka sorong. Opsi D salah karena nilainya membulat ke atas melebihi total pengukuran aktual.

Skala utama didapat dari kelipatan 0,5 mm terbesar di bawah hasil total.