Aktif vs Pasif: Beda Isi, Beda Strategi

Beda Suntikan, Beda Isi

Vaksin dan serum antibodi berisi zat yang sama sekali berbeda fungsinya. Di dunia medis, keduanya sama-sama disuntikkan lewat jarum suntik, tetapi apa yang ada di dalam tabung suntik itulah yang menentukan bagaimana tubuh kita bereaksi.

Ilustrasi dua botol medis berbeda isi: botol vaksin berisi partikel virus yang dilemahkan dan botol serum berisi perisai antibodi pelindung.

Sistem kekebalan tubuh kita bekerja mendeteksi benda asing yang disebut antigen (seperti virus atau bakteri) lalu melumpuhkannya dengan protein pertahanan khusus bernama antibodi. Bayangkan sistem imun kita seperti sebuah tim olahraga:

Kekebalan Aktif: Belajar Mandiri

Kekebalan aktif terjadi saat tubuh berlatih memproduksi antibodi sendiri dan menciptakan sel memori. Inilah prinsip kerja perlindungan yang melindungi Budi di dalam soal.

Diagram alur kekebalan aktif mulai dari pemberian vaksin, produksi antibodi, pembentukan sel memori, hingga perlindungan jangka panjang.

Ketika Budi menerima vaksin campak beberapa tahun sebelumnya, tubuh Budi dimasuki virus campak yang sudah dilemahkan (antigen). Karena virusnya lemah, Budi tidak jatuh sakit, tetapi sistem imun Budi tetap terpicu untuk aktif bergerak memproduksi antibodi spesifik.

Melanjutkan analogi tim olahraga: setelah sesi sparing selesai, pelatih tim kita tidak melupakan strategi perlawanan tersebut, melainkan mencatatnya ke dalam buku strategi permanen. Dalam tubuh kita, buku strategi ini disimpan dalam wujud sel memori.

Saat virus campak liar yang sesungguhnya menyerang Budi bertahun-tahun kemudian, sel memori Budi langsung mengenali virus tersebut dalam hitungan jam dan memproduksi antibodi penawar dalam jumlah berlimpah. Inilah alasan mengapa kekebalan Budi disebut kekebalan aktif buatan dan bersifat jangka panjang.

Seorang pemuda pernah menerima vaksin tetanus. Beberapa tahun kemudian, ia tertusuk paku berkarat yang mengandung bakteri tetanus, tetapi ia tidak jatuh sakit. Apa yang membuat pemuda tersebut tetap terlindungi?

  • Vaksin yang disuntikkan bertahun-tahun lalu terus beredar membunuh bakteri.
  • Tubuhnya mengandalkan sel memori yang dibentuk saat vaksinasi untuk memproduksi antibodi dengan cepat.
  • Bakteri tetanus mati dengan sendirinya tanpa campur tangan sistem imun.
  • Pemuda tersebut mendapat kekebalan pasif alami dari vaksinasi tersebut.

Jawaban: Tubuhnya mengandalkan sel memori yang dibentuk saat vaksinasi untuk memproduksi antibodi dengan cepat.

Vaksinasi tetanus memberikan paparan antigen yang memicu tubuh membentuk sel memori. Saat bakteri tetanus masuk kembali bertahun-tahun kemudian, sel memori inilah yang langsung merespons dengan memproduksi antibodi secara kilat. Opsi A keliru karena cairan vaksin tidak bertahan bertahun-tahun di dalam darah. Opsi C salah karena bakteri dinetralkan oleh sistem imun. Opsi D keliru karena vaksinasi merupakan bentuk kekebalan aktif buatan, bukan pasif alami.

Vaksinasi memicu sistem imun aktif untuk membentuk sel memori jangka panjang.

Kekebalan Pasif: Bantuan Instan

Kekebalan pasif terjadi melalui pemberian antibodi instan tanpa memicu produksi sel memori. Inilah yang dialami oleh bayi Rini yang menerima injeksi imunoglobulin.

Diagram alur kekebalan pasif dari injeksi antibodi, menetralisir virus, antibodi habis, hingga ketiadaan sel memori.

Karena Rini belum pernah divaksin dan sistem imunnya belum siap, dokter memberikan pertahanan siap pakai berupa injeksi serum antibodi. Perlindungan ini bekerja seketika: antibodi pinjaman tersebut langsung menetralisir virus campak yang menyerang tubuh Rini, sehingga Rini selamat dan tidak bergejala.

Namun, strategi ini memiliki konsekuensi besar:

  1. Tidak ada proses belajar: Tubuh inti Rini tidak aktif membuat antibodi sendiri.

  2. Tidak ada sel memori: Tanpa keterlibatan sel limfosit dalam mengenali antigen, tubuh sama sekali tidak membentuk sel memori.

  3. Bersifat sementara: Molekul antibodi dari serum akan terurai secara alami dalam hitungan minggu atau bulan. Begitu antibodi habis, kekebalan Rini pun hilang total.

Seseorang digigit ular berbisa dan langsung diberi suntikan serum anti-bisa hingga pulih. Enam bulan kemudian di hutan yang sama, ia digigit oleh ular dari jenis yang sama. Tentukan kebenaran pernyataan berikut!

  • Suntikan anti-bisa memberikan perlindungan kekebalan aktif buatan. — Salah
  • Ia kemungkinan besar masih terlindungi oleh suntikan anti-bisa yang pertama. — Salah

Pernyataan pertama SALAH karena serum anti-bisa berisi antibodi siap pakai dari luar tubuh, yang tergolong kekebalan pasif buatan (bukan aktif). Pernyataan kedua SALAH karena antibodi dari serum akan terurai dalam beberapa minggu/bulan dan tubuh tidak membentuk sel memori, sehingga perlindungan tidak bertahan hingga enam bulan kemudian.

Kekebalan pasif tidak menghasilkan sel memori sehingga perlindungannya sementara.