Misteri Ion: Siapa yang Berpindah?
Menyelami Isi Atom
Pernah kebayang wujud asli sebuah atom? Biar gampang, coba bayangkan atom itu seperti miniatur tata surya atau sebuah stadion sepak bola raksasa.
Di tengah-tengah ruang hampa itu, ada inti atom (nucleus). Kalau atom sebesar stadion sepak bola, inti atom ini ukurannya cuma sebesar satu buah blueberry di tengah lapangan! Meski super kecil dan padat, di sinilah Proton (bermuatan positif) dan Neutron (tidak bermuatan) berkumpul dan terkunci rapat. Ibaratnya, mereka berdua itu matahari yang diam di pusat tata surya.
Lalu di mana letak Elektron (bermuatan negatif)? Mereka adalah planet-planet yang terus bergerak lincah mengelilingi matahari di area "kulit" terluar atom. Karena letaknya ada di paling luar dan tidak menyatu dengan inti, elektron punya nasib yang berbeda.
Berdasarkan letaknya di dalam atom, partikel manakah yang paling mungkin terlepas atau berpindah tempat ketika suatu atom berinteraksi dengan unsur lain?
- A. Proton, karena letaknya di dalam inti atom
- B. Neutron, karena partikel ini tidak memiliki muatan
- C. Elektron, karena berada di bagian kulit paling luar
- D. Seluruh inti atom karena bersifat padat
Jawaban: C. Elektron, karena berada di bagian kulit paling luar
Proton dan neutron terkunci kuat di bagian inti atom, sedangkan elektron berada di kulit luar sehingga lebih bebas bergerak dan mudah terlepas untuk berinteraksi.
Elektron adalah satu-satunya partikel penyusun atom yang mudah berpindah karena letaknya di kulit terluar.
KTP Sebuah Atom
Setiap unsur itu unik dan punya "KTP" alias identitas aslinya sendiri, yaitu Nomor Atom.
Nomor Atom ini sebenarnya adalah jumlah Proton di dalam inti atom. Jumlah proton inilah yang menjadi identitas mutlak! Contohnya Nikel (Ni), nomor atomnya selalu 28. Selama dia punya 28 proton, dia akan selamanya bernama Nikel. Kalau jumlah protonnya berkurang jadi 26? Dia bukan Nikel lagi, melainkan berubah wujud jadi Besi (Fe).
Selain Nomor Atom, ada juga informasi tentang Nomor Massa. Nomor Massa adalah total "berat" inti atom, yaitu gabungan dari Proton + Neutron. (Massa elektron sangat ringan sehingga sering diabaikan).
Lalu gimana kalau kita mau tahu berapa tepatnya jumlah Neutron? Tinggal pakai logika pengurangan sederhana: $Neutron = Nomor Massa - Nomor Atom$

Jika unsur X memiliki Nomor Atom 11 dan Nomor Massa 23, berapakah jumlah partikel neutron di dalam inti atom tersebut?
- A. 11
- B. 12
- C. 23
- D. 34
Jawaban: B. 12
Jumlah neutron dicari dengan cara: Nomor Massa dikurangi Nomor Atom. Maka, 23 - 11 = 12 neutron.
Jumlah neutron dapat dihitung dengan mengurangi Nomor Massa dengan Nomor Atom (proton).
Rahasia Terbentuknya Ion
Atom kadang-kadang bisa berubah menjadi tidak netral dan memiliki muatan (kita sebut dengan nama Ion). Tapi ingat aturan emas dari halaman sebelumnya: Proton aman terkunci di dalam inti! Kita tidak bisa begitu saja menambah atau mengurangi proton demi mengubah muatan atom, karena itu akan mengubah identitas unsurnya.
Lalu, bagaimana sebuah atom bisa menjadi bermuatan?
Jawabannya murni karena aktivitas bongkar-pasang Elektron yang bebas di luar sana. Atom bisa mendapat muatan dengan dua cara:
Melepas elektron: Kalau atom membuang elektron (partikel negatif), maka di dalam atom akan lebih banyak sisa muatan positif (proton). Akibatnya, atom secara keseluruhan menjadi ion bermuatan Positif (+).
Menerima elektron: Kalau atom ketambahan elektron asing dari luar, jumlah negatifnya jadi lebih banyak dibanding positifnya. Atom pun menjadi ion bermuatan Negatif (-).
Tentukan apakah pernyataan berikut Benar atau Salah terkait proses alamiah terbentuknya ion bermuatan positif!
- Ion positif terbentuk karena atom menerima tambahan proton dari luar ke dalam intinya. — Salah
- Ion positif terbentuk ketika sebuah atom melepaskan beberapa elektron dari kulit terluarnya. — Benar
Proton berada aman di inti atom dan tidak bisa ditambah/dikurangi tanpa merusak identitas unsur. Ion positif hanya dapat terjadi ketika atom netral melepaskan elektron negatifnya.
Pembentukan ion hanya melibatkan penambahan atau pelepasan elektron dari kulit, sedangkan jumlah proton selalu tetap.