Kenapa Barang Langka Malah Mahal?

Tragedi Jajanan Viral Diskonan

Bayangkan ada penjual ayam geprek viral di kantin sekolahmu. Stoknya siang ini tinggal tersisa 5 porsi, tapi yang ngantre panjang banget sampai 50 orang.

ilustrasi

Sekarang, bayangkan kalau si ibu penjual merasa kasihan melihat murid-murid kelaparan. Alih-alih menaikkan harga, ia malah memasang plang "DISKON GILA: Harga Turun 50%!" biar semua anak mampu beli.

Kira-kira apa yang akan terjadi?

Antrean justru bakal makin membludak. Orang yang tadinya ragu beli, sekarang ikut-ikutan ngantre. Murid-murid jadi rebutan, dorong-dorongan, dan pada akhirnya... tetap saja 45 orang tidak akan kebagian. Kenapa? Karena empati dan harga murah tidak punya kekuatan sihir untuk menyulap 5 porsi ayam geprek berubah jadi 50 porsi.

Inilah mengapa menurunkan harga saat terjadi kelangkaan bukanlah solusi dalam mekanisme pasar. Lalu, bagaimana pasar menyeimbangkan kekacauan ini?

Berdasarkan analogi kantin tadi, tentukan apakah pernyataan berikut Benar atau Salah terkait dampak keputusan menurunkan harga saat barang sedang langka!

  • Menurunkan harga akan membuat jumlah stok ayam geprek di meja bertambah. — Salah
  • Harga yang diturunkan akan membuat jumlah murid yang ingin membeli semakin banyak. — Benar
  • Antrean panjang dan saling berebut bisa dihindari dengan cara memberi diskon. — Salah

Harga diskon memicu kenaikan permintaan padahal stoknya tetap (tidak bisa disihir jadi banyak). Akibatnya, antrean dan kekacauan (kekurangan pasokan) malah makin parah, bukan terselesaikan.

Menurunkan harga saat kelangkaan akan memperbesar ketimpangan antara jumlah permintaan dan penawaran karena memicu lonjakan jumlah orang yang ingin membeli.

Harga Sebagai Alat Seleksi Alam

Karena ayam gepreknya gak bisa ditambah seketika (penawaran statis), sistem pasar butuh cara untuk menyeleksi siapa yang berhak mendapatkan sisa 5 porsi tersebut tanpa harus bikin orang dorong-dorongan. Caranya? Mekanisme pasar akan merespons secara otomatis: harga akan naik.

ilustrasi

Cobalah geser slider harga di atas. Apa yang kamu perhatikan?

Saat harga mulai merangkak naik, harga tersebut bertindak layaknya 'rem' natural. Murid-murid yang merasa harga ayam geprek itu sudah tidak masuk akal atau melebihi uang sakunya akan perlahan-lahan mundur dari antrean (permintaan menyusut).

Dalam ilmu ekonomi, inilah yang disebut fungsi rationing (penjatahan) dari harga. Harga akan terus naik SAMPAI sisa orang yang rela dan mampu membayar persis tinggal 5 orang. Di titik bertemunya sisa 5 pembeli dan 5 porsi ayam geprek inilah kita mencapai yang namanya keseimbangan pasar (equilibrium).

Dalam konsep ilmu ekonomi yang baru saja dibahas, apa fungsi utama dari kenaikan harga ketika suatu barang menjadi sangat langka?

  • A. Memperbesar kapasitas produksi pabrik secara instan saat itu juga.
  • B. Mencegah penjual mendapatkan keuntungan yang terlalu besar.
  • C. Menjadi alat seleksi (rem) untuk menurunkan jumlah orang yang ingin membeli.
  • D. Memastikan seluruh lapisan masyarakat mampu membeli barang tersebut.

Jawaban: C. Menjadi alat seleksi (rem) untuk menurunkan jumlah orang yang ingin membeli.

Kenaikan harga bertindak seperti 'rem' natural pasar. Orang yang tidak bersedia atau tidak mampu membayar lebih mahal akan mundur, sehingga kuantitas permintaan menyusut hingga pas dengan stok barang yang langka.

Harga berfungsi sebagai instrumen rationing (penjatahan) yang menekan kuantitas permintaan agar kembali sejajar dengan kuantitas penawaran yang terbatas.

Mesin Pasar vs Hati Nurani

Mungkin kamu berpikir, "Tapi kan kasihan kalau harga dinaikkan terus sampai mahal banget?"

Nah, di sinilah jebakan soal-soal UTBK sering muncul. Dalam ilmu ekonomi, kita harus bisa memisahkan antara ekonomi positif (fakta tentang bagaimana mesin pasar bekerja secara otomatis) dan ekonomi normatif (opini/harapan tentang apa yang sebaiknya dilakukan lewat kebijakan).

Soal di awal tadi menanyakan tentang prinsip kelangkaan untuk mencapai keseimbangan menurut hukum penawaran dan permintaan. Ini berarti, soal sedang bertanya tentang kelakuan si 'mesin pasar' yang dingin dan otomatis.

Solusi natural dari mesin pasar ini hanyalah menaikkan harga sampai jumlah yang minta sama dengan jumlah barang (Opsi A).

Bagaimana dengan opsi lainnya?

Jadi, harga yang naik itu bukan berarti pasarnya "jahat", melainkan itu satu-satunya bahasa yang dipahami sistem pasar untuk menyeimbangkan dirinya sendiri.

Pilih SEMUA tindakan di bawah ini yang termasuk bentuk INTERVENSI pemerintah (pihak luar), BUKAN merupakan cara kerja natural dari mesin/mekanisme pasar!

  • Harga daging sapi otomatis merangkak naik menjelang lebaran karena banyak yang butuh.
  • Pemerintah mendatangkan beras impor untuk menstabilkan stok dan harga beras nasional.
  • Pembeli mulai mengurangi jumlah belanja bulanannya karena merasa harga-harga kemahalan.
  • Penerapan aturan dari pemerintah berupa batas maksimal pembelian minyak goreng per keluarga.

Jawaban: Pemerintah mendatangkan beras impor untuk menstabilkan stok dan harga beras nasional.; Penerapan aturan dari pemerintah berupa batas maksimal pembelian minyak goreng per keluarga.

Pernyataan 1 dan 3 adalah reaksi natural dari mesin pasar (hukum permintaan-penawaran). Sebaliknya, pernyataan 2 (impor dari negara lain) dan 4 (pembatasan paksa lewat aturan) adalah campur tangan pemerintah untuk memanipulasi keadaan pasar.

Mekanisme pasar bekerja otomatis lewat pergerakan harga dan kuantitas (ekonomi positif), sedangkan tindakan seperti impor atau pembatasan konsumsi paksa adalah intervensi kebijakan pemerintah (ekonomi normatif).