Fungsi Bertingkat: Tarif Dasar ke Harga Akhir

Menyeleksi Rumus dengan Syarat

Fungsi Piecewise bertindak seperti gerbang seleksi yang mengarahkan nilai $x$ ke rumus yang tepat berdasarkan syarat interval-nya. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai sistem tarif berjenjang, seperti biaya parkir flat untuk jam pertama yang kemudian bertambah di jam berikutnya. Bayangkan aturan ini seperti Loket 1: sebelum menghitung biaya, petugas loket harus mengecek kartu perjalanan untuk melihat seberapa jauh perjalanan berlangsung.

Pada sistem transportasi online di soal, tarif dasar argo awal $T(x)$ memiliki dua jalur aturan:

$$T(x) = \begin{cases} 15000, & \text{jika } 0 < x \le 3 \\ 15000 + 4000(x - 3), & \text{jika } x > 3 \end{cases}$$

Syarat $0 < x \le 3$ adalah interval untuk perjalanan jarak dekat (hingga $3\text{ km}$), sedangkan $x > 3$ adalah interval untuk perjalanan jarak jauh. Tanda pertidaksamaan menentukan secara tegas jalur mana yang berhak digunakan:

Untuk Pelanggan A yang menempuh jarak $x = 2\text{ km}$, kita periksa nilai $2$. Karena $0 < 2 \le 3$, Pelanggan A masuk ke jalur Rumus Atas. Dengan demikian, tiket tarif dasar yang keluar dari Loket 1 untuk Pelanggan A adalah nilai tetap $T(2) = 15000$.

Fungsi diskon toko buku dinyatakan dengan: $$D(x) = \begin{cases} 5000, & \text{jika } x \le 10 \\ 8000, & \text{jika } x > 10 \end{cases}$$ Seorang pembeli membeli tepat 10 barang ($x = 10$). Berapa potongan harga yang didapat pembeli tersebut?

  • 5000
  • 8000
  • 13000
  • 3000

Jawaban: 5000

Potongan harga yang didapat adalah 5000 karena syarat interval x <= 10 menyertakan nilai batas 10 ke dalam rumus pertama (D(10) = 5000). Opsi 8000 keliru karena rumus kedua hanya berlaku jika x secara ketat lebih dari 10 (x > 10). Opsi 13000 salah karena menjumlahkan kedua cabang, padahal masukan hanya boleh masuk ke satu cabang. Opsi 3000 merupakan kesalahan pengurangan sembarangan.

Menentukan rumus mana yang berlaku berdasarkan nilai masukan yang melewati batas syarat.

Gabungan Fungsi: Harga Akhir

Fungsi Komposisi bekerja secara berurutan: hasil akhir dari fungsi pertama menjadi bahan masukan untuk fungsi kedua. Setelah Pelanggan A mendapatkan nilai tiket tarif dasar dari Loket 1, tiket tersebut harus dibawa ke Loket 2 untuk memperhitungkan lonjakan harga jam sibuk.

Fungsi harga akhir di Loket 2 dimodelkan sebagai $H(T) = 1{,}25T + 2000$. Huruf $T$ pada rumus ini mewakili nilai rupiah yang baru saja dihitung dari Loket 1, bukan jarak kilometer $x$.

Diagram alir proses komposisi dua tahap dari masukan jarak tempuh x = 2 hingga harga akhir Rp 20.750.

Mari kita telusuri alur perhitungan untuk Pelanggan A:

  1. Keluaran Loket 1: Dari perjalanan sejauh $x = 2\text{ km}$, kita peroleh nilai tarif dasar $T(2) = 15000$.

  2. Masukan ke Loket 2: Nilai $15000$ ini disubstitusikan langsung ke dalam variabel $T$ pada fungsi $H(T)$:

    $$H(15000) = 1{,}25(15000) + 2000$$

  3. Hitung Suku Perkalian: Kalikan faktor lonjakan terlebih dahulu:

    $$1{,}25 \times 15000 = 18750$$

  4. Tambahkan Biaya Tetap: Jangan berhenti di tahap perkalian, karena masih ada biaya tambahan tetap sebesar $\text{Rp }2000$:

    $$18750 + 2000 = 20750$$

Jadi, total tarif jam sibuk yang harus dibayar Pelanggan A adalah $\text{Rp }20.750$.

Perhitungan Berulang dan Selisih

Proses komposisi fungsi berlaku sama untuk semua nilai masukan asalkan syarat percabangannya dievaluasi dengan benar di awal. Sekarang kita uji alur Loket 1 dan Loket 2 untuk dua penumpang lainnya: Pelanggan B ($x = 5\text{ km}$) dan Pelanggan C ($x = 8\text{ km}$).

Karena kedua nilai jarak ini memenuhi kondisi $x > 3$, keduanya diarahkan ke jalur Rumus Bawah pada fungsi tarif dasar:

$$T(x) = 15000 + 4000(x - 3)$$

Ekspresi $(x - 3)$ menghitung kelebihan jarak setelah $3\text{ km}$ pertama. Pastikan pengurangan di dalam kurung diselesaikan sebelum dikalikan dengan $4000$.

Setelah memperoleh harga akhir kedua pelanggan, kita evaluasi selisih biayanya:

$$\Delta H = 45750 - 30750 = 15000$$

Selisih tarif antara Pelanggan C dan Pelanggan B persis bernilai $\text{Rp }15.000$. Oleh karena itu, pernyataan pada Opsi B bernilai Benar.

Sebuah game arcade memiliki fungsi poin dasar $P(x) = 2x$ dan fungsi poin final berbonus $F(P) = P + 10$. Dua pemain masing-masing memiliki catatan $x = 4$ dan $x = 6$. Berapa selisih poin final antara kedua pemain tersebut?

  • 2
  • 4
  • 14
  • 10

Jawaban: 4

Poin final dihitung berurutan: untuk x = 4 didapat P(4) = 8 sehingga F(8) = 8 + 10 = 18. Untuk x = 6 didapat P(6) = 12 sehingga F(12) = 12 + 10 = 22. Selisih poin final adalah 22 - 18 = 4. Opsi 2 salah karena hanya menghitung selisih masukan awal (6 - 4). Opsi 14 keliru menjumlahkan konstanta 10 ke selisih awal. Opsi 10 keliru karena hanya melihat nilai konstanta penambah.

Menghitung selisih dari evaluasi dua masukan pada fungsi komposisi sederhana.