IS-LM: Saat Belanja Negara Macet di Bank

Kenalan Lagi dengan Sumbu Grafiknya

Grafik IS-LM selalu menghubungkan dua variabel utama: Output Nasional ($Y$) dan Suku Bunga ($r$).

Dalam ekonomi makro, kita bisa membayangkan aktivitas suatu negara dibagi menjadi dua 'dunia' yang terus berinteraksi:

  1. Sektor Riil (dunia nyata): tempat pabrik memproduksi barang, toko beroperasi, dan masyarakat berbelanja.

  2. Sektor Perbankan (dunia finansial): tempat uang tunai disimpan, dipinjamkan, dan dikelola.

Kedua dunia ini bertemu di satu grafik koordinat sederhana.

Grafik kartesius kosong menunjukkan sumbu vertikal Suku Bunga r dan sumbu horizontal Output Nasional Y

Sumbu horizontal ($X$) melambangkan Output Nasional ($Y$), yaitu total pendapatan atau volume produksi riil yang dihasilkan seluruh warga negara. Semakin ke kanan posisinya, semakin sibuk pabrik berputar dan barang tercipta.

Sumbu vertikal ($Y$) melambangkan Suku Bunga ($r$), yaitu 'harga sewa uang' saat seseorang meminjam modal dari bank. Suku bunga inilah jembatan penghubung kedua sektor.

Misteri Kurva LM yang Curam

Kurva LM yang sangat curam berarti masyarakat enggan melepaskan uang tunainya kecuali diiming-imingi suku bunga yang sangat tinggi.

Di Sektor Perbankan, Kurva LM (Liquidity-Money) menggambarkan titik keseimbangan antara penawaran uang beredar dan permintaan uang tunai oleh masyarakat. Masyarakat umumnya membutuhkan uang tunai untuk dua alasan utama:

Kemiringan (slope) dari kurva LM ditentukan langsung oleh seberapa peka masyarakat bereaksi terhadap pergerakan suku bunga perbankan.

Ketika kurva LM berbentuk sangat curam (bahkan nyaris vertikal), masyarakat berada dalam kondisi sangat kaku. Mereka sangat bersikeras memegang uang tunai dan enggan memindahkannya ke sistem perbankan.

Jika bank ingin menyerap uang tunai dari tangan masyarakat, iming-iming bunga biasa tidak akan mempan. Bank terpaksa menaikkan suku bunga secara ekstrem agar masyarakat bersedia mendepositokan uangnya.

Dalam sebuah analisis ekonomi, pengamat menyebutkan bahwa 'saat ini kurva LM negara kita berbentuk hampir vertikal'. Secara intuitif, apa perilaku masyarakat yang sedang terjadi di pasar uang tersebut?

  • Masyarakat dengan cepat akan memindahkan uang dari dompet ke bank hanya dengan sedikit kenaikan bunga.
  • Masyarakat sangat enggan merespons perubahan suku bunga dalam mengatur pegangan uang tunainya.
  • Pemerintah sedang gencar-gencarnya mencetak uang baru untuk dibagikan ke masyarakat.
  • Pengusaha swasta menahan niat berinvestasi karena mahalnya harga bahan baku produksi.

Jawaban: Masyarakat sangat enggan merespons perubahan suku bunga dalam mengatur pegangan uang tunainya.

Kurva LM yang curam (hampir vertikal) menunjukkan ketidakpekaan atau inelastisitas permintaan uang terhadap suku bunga. Masyarakat memegang teguh uang tunai dan enggan merespons kenaikan imbal hasil bank. Opsi A keliru karena mencerminkan kurva LM yang landai. Opsi C keliru karena pencetakan uang menggeser posisi kurva LM, bukan mengubah kemiringannya. Opsi D keliru karena biaya bahan baku berkaitan dengan sektor penawaran riil, bukan pasar uang.

Kemiringan kurva LM yang curam mencerminkan rendahnya respons permintaan uang terhadap suku bunga.

Gas Belanja: Kurva IS Geser Kanan

Peningkatan pengeluaran fiskal oleh pemerintah akan langsung merangsang sektor riil, tercermin dari bergesernya kurva IS ke arah kanan.

Jika kurva LM mewakili dinamika uang di perbankan, maka kurva IS (Investment-Saving) mewakili detak jantung di Sektor Riil. Kurva ini miring ke bawah karena saat suku bunga pinjaman turun, gairah pengusaha untuk berinvestasi dan berbelanja akan meningkat.

Grafik pergeseran kurva IS ke arah kanan karena kenaikan pengeluaran pemerintah

Ketika pemerintah mengambil kebijakan fiskal ekspansif dengan memperbesar belanja negara—misalnya mengucurkan anggaran triliunan rupiah (ilustrasi) untuk membangun jembatan, jalan raya, dan fasilitas umum—permintaan barang dan jasa melonjak seketika. Pabrik semen dan baja menerima banyak pesanan baru, lalu merekrut lebih banyak tenaga kerja.

Dorongan aktivitas belanja ini menggeser seluruh kurva IS ke kanan, dari IS1 ke IS2. Pergeseran ini menunjukkan adanya dorongan kuat agar Output ($Y$) meningkat.