Aturan Ejaan: Sapaan dan Koma pada Wilayah

Sapaan = Nama Orang

Pernahkah kamu menyapa seseorang secara langsung? Saat kita menyapa, kita seolah-olah sedang memanggil nama orang tersebut. Inilah kenapa dalam bahasa Indonesia, kata sapaan punya kedudukan spesial!

Kata sapaan adalah kata yang kamu pakai untuk memanggil atau menyapa lawan bicara, seperti Anda, Saudara, Bapak, atau Ibu.

Kenapa? Karena kata sapaan berfungsi seperti nama diri. Sama seperti kamu tidak akan menulis "Apakah budi sudah makan?", kamu juga tidak boleh menulis "Apakah anda sudah makan?".

Nah, kembali ke soal awal kita. Penulisan "Sudahkah anda mengenal Y.B. Mangunwijaya?" itu salah karena kata sapaan anda ditulis dengan huruf kecil.

Manakah penulisan kalimat yang benar sesuai aturan kata sapaan?

  • A. Silakan duduk, bapak, di sebelah sana.
  • B. Apakah Saudara yang bernama Andi?
  • C. Kapan anda akan berangkat ke Jakarta?
  • D. Terima kasih atas bantuan saudara hari ini.

Jawaban: B. Apakah Saudara yang bernama Andi?

Kata sapaan 'Saudara' harus diawali huruf kapital di manapun posisinya. Opsi lain salah karena 'bapak', 'anda', dan 'saudara' ditulis dengan huruf kecil.

Huruf awal kata sapaan wajib ditulis kapital di mana pun posisinya.

Koma Pemisah Wilayah

Waktu ngerjain soal tadi, kamu mungkin mengira penulisan "Santi Pauli, Yogyakarta" itu salah karena ada tanda komanya. Padahal, berdasarkan EYD, koma di situ wajib hukumnya!

Bayangkan kamu sedang membaca peta dari titik yang kecil (spesifik) menuju area yang lebih luas. Tanda koma berfungsi sebagai "jeda" atau anak tangga yang memisahkan unsur-unsur geografi, wilayah, atau alamat yang berurutan.

Aturan resminya: Tanda koma wajib dipakai di antara nama tempat/instansi dan kota/negeri yang mengikutinya. Jadi, kalau kamu menulis nama sekolah, kantor, atau jalan, lalu diikuti nama kota atau provinsinya, jangan lupa selipkan koma di antaranya!

Itulah sebabnya koma pada "Institut Filsafat dan Teologi Santi Pauli, Yogyakarta" di soal tadi justru sudah benar dan tidak boleh dihilangkan.

ilustrasi

Mana penulisan alamat dan tempat yang paling tepat sesuai EYD?

  • A. Dia bekerja di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.
  • B. Paket itu dikirim ke Desa Sukamaju, Kecamatan Lembang, Jawa Barat.
  • C. Rapat diadakan di Universitas Diponegoro Semarang.
  • D. Saya lahir di kota Surabaya Jawa Timur.

Jawaban: B. Paket itu dikirim ke Desa Sukamaju, Kecamatan Lembang, Jawa Barat.

Tanda koma wajib memisahkan unsur-unsur wilayah yang berurutan (Desa, Kecamatan, Provinsi). Opsi lain tidak menggunakan koma sebagai pemisah.

Tanda koma dipakai untuk memisahkan unsur-unsur geografi atau alamat yang ditulis berurutan.

Rumus Kilat Mengingat

Mengingat aturan EYD itu tidak perlu dengan menghafal kalimat yang panjang-panjang. Buat kamu yang lebih suka visual dan pola untuk menghindari keraguan saat tes, cukup ingat "kerangka" atau rumusnya saja.

Dua aturan yang baru kita bahas bisa dirangkum jadi dua rumus sakti ini:

Dengan mengingat pola ini, kamu tidak akan terjebak lagi saat melihat soal EYD yang teksnya panjang. Langsung scan saja teksnya: adakah sapaan yang masih diawali huruf kecil? Adakah nama instansi dan kota yang menempel tanpa koma? Jika ada, kamu sudah tahu di mana letak kesalahannya!