Anatomi Garis: Kemiringan & Titik Potong

Intuisi Gradien: Melihat Kemiringan

Gradien mengukur seberapa curam sebuah garis, dihitung dengan membagi perubahan vertikal dengan perubahan mendatar. Bayangkan kamu sedang menaiki anak tangga atau melewati jalan menanjak. Setiap kali kamu melangkah maju beberapa meter secara mendatar, posisimu juga naik beberapa meter ke atas. Rasio antara pertambahan ketinggian dan langkah mendatar inilah yang disebut nilai gradien ($m$).

Pada bidang Kartesius, garis $h$ memotong sumbu-$x$ di angka $3$ dan memotong sumbu-$y$ di angka $-2$. Artinya, garis tersebut menghubungkan dua titik potong sumbu: titik $(0, -2)$ di bawah sumbu horizontal dan titik $(3, 0)$ di permukaan sumbu mendatar.

Kemiringan garis dapat langsung dihitung dari perbandingan perubahan sisi segitiga siku-siku tersebut:

$$m = \frac{\text{Perubahan Vertikal}}{\text{Perubahan Horizontal}} = \frac{0 - (-2)}{3 - 0} = \frac{2}{3}$$

Nilai gradien garis $h$ adalah $\frac{2}{3}$, bukan $2$. Perubahan vertikalnya tidak dua kali lipat dari langkah mendatarnya, melainkan hanya $2$ langkah ke atas untuk setiap $3$ langkah ke kanan. Oleh karena itu, Pernyataan II yang menyatakan bahwa gradien garis $h$ adalah $2$ bernilai salah.

Sebuah garis lurus melalui titik pusat $(0,0)$ dan titik $(4,5)$. Berapakah gradien garis tersebut?

  • 4/5
  • 5/4
  • 1
  • 5

Jawaban: 5/4

Gradien garis dihitung dari perubahan nilai vertikal (Δy) dibagi perubahan nilai mendatar (Δx). Dari titik (0,0) ke (4,5), garis naik sebesar 5 satuan dan melangkah mendatar ke kanan sebesar 4 satuan, sehingga m = 5/4. Opsi 4/5 salah karena membalik rasio (Δx/Δy), opsi 1 salah karena mengurangkan koordinat (5 - 4), dan opsi 5 salah karena hanya menghitung ketinggian vertikal tanpa membaginya dengan langkah mendatar.

Gradien ditentukan oleh perubahan vertikal dibagi perubahan mendatar.

Menyusun Persamaan Lurus

Persamaan garis didapat secara pasti dari rumus dua titik, menghindarkan kita dari jebakan menukar variabel. Garis $h$ memotong sumbu-$x$ di $x = 3$ (artinya nilai $y = 0$, yaitu titik $(3,0)$) serta memotong sumbu-$y$ di $y = -2$ (artinya nilai $x = 0$, yaitu titik $(0,-2)$).

Banyak orang secara spontan menduga persamaannya adalah $3x - 2y = 6$ karena langsung memasangkan angka pada sumbu-$x$ dengan variabel $x$, dan angka pada sumbu-$y$ dengan variabel $y$. Dugaan ini keliru. Untuk melihat bentuk aljabar yang sebenarnya, kita masukkan kedua koordinat ke dalam rumus persamaan garis melalui dua titik:

$$\frac{y - y_1}{y_2 - y_1} = \frac{x - x_1}{x_2 - x_1}$$

$$\frac{y - 0}{-2 - 0} = \frac{x - 3}{0 - 3} \implies \frac{y}{-2} = \frac{x - 3}{-3}$$

Diagram perbandingan menyusun persamaan garis menggunakan cara konsep dua titik vs cara silang singkat.

Melakukan perkalian silang pada pecahan di atas menghasilkan:

$$-3y = -2(x - 3)$$

$$-3y = -2x + 6$$

Pindahkan seluruh suku variabel ke ruas kiri:

$$2x - 3y = 6 \quad \text{atau} \quad 2x - 3y - 6 = 0$$

Bentuk $2x - 3y - 6 = 0$ tepat sesuai dengan yang dinyatakan pada soal, sehingga Pernyataan I bernilai benar.

Sebuah garis lurus memotong sumbu-$x$ di angka $5$ dan memotong sumbu-$y$ di angka $4$. Manakah bentuk persamaan garis yang benar?

  • 4x + 5y = 20
  • 5x + 4y = 20
  • 4x - 5y = 20
  • x + y = 9

Jawaban: 4x + 5y = 20

Garis memotong sumbu-x di 5 (titik (5,0)) dan sumbu-y di 4 (titik (0,4)). Angka pada sumbu-y (4) disilangkan menjadi koefisien x, dan angka pada sumbu-x (5) disilangkan menjadi koefisien y, dengan ruas kanan berupa hasil kalinya: 4(x) + 5(y) = 4(5) = 20, menghasilkan persamaan 4x + 5y = 20. Opsi 5x + 4y = 20 salah karena memasangkan nilai sumbu secara langsung ke variabelnya tanpa menyilang, opsi 4x - 5y = 20 salah tanda, dan opsi x + y = 9 salah karena hanya menjumlahkan angka titik potong.

Menyusun persamaan garis dari titik potong dengan menyilangkan nilai sumbu ke variabel lawannya.

Syarat Dua Garis Tegak Lurus

Dua garis tegak lurus selalu memiliki nilai gradien yang berlawanan tanda dan berkebalikan letak pecahannya. Secara geometris, dua garis yang membentuk sudut siku-siku $90^\circ$ memiliki hubungan arah yang sangat spesifik: jika garis pertama menanjak ke kanan atas, garis pasangannya harus menurun ke kanan bawah dengan kecuraman yang terbalik.

Hubungan keterbalikan ini dirumuskan sebagai:

$$m_1 \cdot m_2 = -1 \quad \text{atau} \quad m_2 = -\frac{1}{m_1}$$

Garis $h$ sudah diketahui memiliki nilai gradien $m_1 = \frac{2}{3}$. Sekarang, periksa kemiringan garis pembanding pada soal, yaitu $2y = 8 - x$. Ubah terlebih dahulu persamaan ini ke dalam bentuk kemiringan-titik potong ($y = mx + c$):

$$2y = -x + 8 \implies y = -\frac{1}{2}x + 4$$

Dari bentuk tersebut, diperoleh gradien garis kedua adalah $m_2 = -\frac{1}{2}$.

Perbandingan visual dua garis yang tidak tegak lurus sudut bukan 90 derajat versus dua garis yang tegak lurus sempurna sudut siku-siku 90 derajat .

Uji apakah perkalian kedua gradien ini memenuhi syarat siku-siku:

$$m_1 \cdot m_2 = \frac{2}{3} \cdot \left(-\frac{1}{2}\right) = -\frac{1}{3}$$

Dengan demikian, Pernyataan III yang menyatakan bahwa garis $h$ tegak lurus dengan garis $2y = 8 - x$ bernilai salah.

Diberikan dua buah garis dengan persamaan $y = 3x - 1$ dan $y = -\frac{1}{3}x + 5$. Evaluasi kebenaran dari pernyataan berikut:

  • Kedua garis tersebut saling sejajar. — Salah
  • Kedua garis tersebut saling tegak lurus. — Benar

Garis pertama y = 3x - 1 memiliki gradien m1 = 3, sedangkan garis kedua y = -1/3 x + 5 memiliki gradien m2 = -1/3. Karena m1 ≠ m2, kedua garis tidak sejajar (pernyataan 1 Salah). Hasil kali kedua gradien adalah m1 * m2 = 3 * (-1/3) = -1, sehingga kedua garis berpotongan tegak lurus membentuk sudut 90 derajat (pernyataan 2 Benar).

Dua garis saling tegak lurus jika hasil kali gradien keduanya sama dengan -1.