Metagenesis Lumut & Paku: Bedah Namanya

Membongkar Arti Metagenesis

Metagenesis adalah pergiliran wujud tumbuhan, dan peran tiap wujud bisa ditebak langsung dari namanya. Banyak istilah botani terdengar rumit hanya karena menggunakan bahasa Latin atau Yunani kuno. Kunci membacanya cukup sederhana: akhiran -fit (phyte) berarti "tumbuhan" atau "pembawa".

Diagram pergiliran keturunan atau metagenesis antara gametofit haploid dan sporofit diploid.

Dari pembedahan kata tersebut, kita bisa memetakan dua wujud tumbuhan yang silih berganti:

Lumut: Sang Gametofit Dominan

Hamparan hijau lumut yang kita lihat sehari-hari merupakan fase gametofit yang hidup mandiri. Jika kamu mengamati lumut beludru di atas batu basah atau dinding lembap, wujud berdaun hijau yang berfotosintesis dan hidup tahan lama itulah fase Gametofit (inilah jawaban yang tepat pada Opsi A).

Tumbuhan lumut dengan sporofit menumpang di atas gametofit Gambar: Bob Blaylock, CC BY-SA 4.0 — Wikimedia Commons

Saat memasuki masa reproduksi, sel kelamin dari gametofit melebur dan menumbuhkan tangkai kecil berujung kapsul cokelat yang menjulang ke atas. Struktur tangkai ini adalah Sporofit-nya. Pada lumut, sporofit tidak mandiri secara nutrisi melainkan menumpang hidup pada gametofit, sehingga sporofit bukanlah fase dominan (ini menepis Opsi E).

Ketika kapsul sporofit matang dan membuka, butiran spora haploid $(n)$ melayang keluar. Spora yang jatuh di tanah lembap berkecambah membentuk benang-benang halus kehijauan mirip alga yang dinamakan Protonema (menepis Opsi D). Protonema ini baru merupakan tahap awal atau kecambah, sebelum akhirnya tumbuh lebat menjadi hamparan gametofit dewasa.

Paku: Sang Sporofit Dominan

Berbeda dengan lumut, tanaman paku berdaun besar sejati yang sering kita lihat adalah fase sporofit. Di alam bebas maupun pekarangan rumah, tumbuhan paku yang rimbun dan memiliki pembuluh angkut sejati berada dalam kondisi diploid $(2n)$.

Kumpulan sporangium atau sorus pada bagian bawah daun paku Gambar: Anatoly Mikhaltsov, CC BY-SA 4.0 — Wikimedia Commons

Jika kamu membalik helaian daun paku dewasa, tampak deretan bintik-bintik cokelat. Di dalam bintik tersebut terdapat kumpulan kotak spora yang disebut Sporangium. Perlu diingat bahwa sporangium hanyalah sebuah organ atau wadah penampung spora di tubuh paku, bukan merupakan satu fase hidup utuh (ini menepis Opsi B).

Pada tumbuhan paku, protalium tetap hidup bebas dan menghasilkan gamet, namun ukurannya kecil serta berumur relatif singkat dibandingkan tubuh sporofitnya yang kokoh dan berdaun sejati.