Membongkar Pergeseran Asimetris Kurva PPF

Mengenali Barang Modal

Barang modal adalah alat atau fasilitas yang digunakan untuk membuat barang lain, bukan untuk dihabiskan langsung oleh konsumen.

Dalam perekonomian, seluruh komoditas yang diproduksi secara umum dikelompokkan ke dalam dua jenis:

Sebagai contoh, jika sebuah toko membuat roti, maka roti hangat yang dibeli pembeli adalah barang konsumsi, sedangkan oven industri otomatis dan loyang cetakannya adalah barang modal. Memperbanyak alat kerja akan memperbesar kapasitas produksi barang lain di masa depan.

Bergerak vs Bergeser pada Grafik

Bergerak di sepanjang kurva PPF (Production Possibility Frontier) berarti mengubah alokasi sumber daya yang tetap, sedangkan bergeser ke luar berarti kapasitas total atau batas maksimalnya yang bertambah.

Kurva PPF memodelkan batas kapasitas produksi maksimum yang bisa dicapai suatu negara dengan seluruh teknologi dan faktor produksi yang sedang tersedia. Ada perbedaan mendasar antara berpindah titik dengan bergesernya kurva secara utuh:

Pergeseran Asimetris

Jika inovasi atau investasi fisik hanya difokuskan pada salah satu sektor, maka kurva PPF akan bergeser mekar hanya pada sumbu sektor tersebut.

Peningkatan kapasitas produksi tidak harus terjadi secara serentak di semua bidang. Ketika kemajuan teknis atau akumulasi modal terkonsentrasi di sektor tertentu, kurva batas produksi akan meregang secara asimetris (membuka pada satu sisi sumbu saja, sementara titik potong di sumbu lainnya tetap).

Diagram kurva batas kemungkinan produksi PPF yang mengalami pergeseran asimetris ke arah sumbu barang modal

Fenomena pergeseran asimetris ke arah sumbu barang modal didorong oleh faktor-faktor struktural berikut:

Ketiga faktor di atas secara spesifik memanjangkan potensi penciptaan barang modal ke arah luar, sementara batas kapasitas barang konsumsi mula-mula tidak ikut bertambah secara langsung.

Sebuah negara mengalami wabah penyakit tanaman yang sangat spesifik menghancurkan bibit komoditas pertanian siap makan (barang konsumsi), namun sektor tambang besi yang memproduksi bahan baku alat-alat berat (barang modal) tidak terpengaruh sama sekali. Bagaimana bentuk perubahan kurva PPF negara tersebut?

  • Kurva bergerak mundur di sepanjang garis kurva menuju area dominasi barang modal.
  • Kurva bergeser ke dalam (menyusut) secara asimetris, hanya merapat pada sumbu barang konsumsi.
  • Kurva menyusut secara simetris ke dalam pada kedua sumbu karena ekonomi negara melemah total.
  • Kurva tetap di tempat, namun letak titik produksi masyarakat bergeser ke arah barang modal.

Jawaban: Kurva bergeser ke dalam (menyusut) secara asimetris, hanya merapat pada sumbu barang konsumsi.

Wabah penyakit yang merusak bibit pangan secara langsung menghancurkan kapasitas produksi maksimal sektor barang konsumsi. Akibatnya, kurva batas kemungkinan produksi (PPF) menyusut ke dalam hanya pada sumbu barang konsumsi (pergeseran asimetris). Sektor barang modal (tambang besi untuk alat berat) tidak terganggu sama sekali sehingga titik potongnya pada sumbu barang modal tetap utuh di posisi semula. Peristiwa ini bukan sekadar keputusan realokasi di sepanjang garis kurva.

Faktor teknologi atau sumber daya pada salah satu sektor hanya menggeser kapasitas pada sektor tersebut secara asimetris tanpa menggeser kapasitas sektor lainnya.