Trik Cepat Jumlah Koefisien

Eksperimen dengan Angka

Mensubstitusikan nilai $x = 1$ ke dalam polinomial akan menghasilkan nilai yang sama persis dengan total penjumlahan seluruh koefisiennya.

Bayangkan kita memiliki sebuah polinomial sederhana, yaitu $P(x) = 2x^2 - 5x + 3$. Jika kita ingin menghitung jumlah seluruh koefisiennya secara manual, kita tinggal menjumlahkan angka-angka yang ada di depan variabel beserta konstantanya:

$$2 + (-5) + 3 = 0$$

Sekarang, mari kita coba memasukkan "anak kunci" berupa nilai $x = 1$ ke dalam fungsi tersebut. Karena angka $1$ dipangkatkan berapa pun hasilnya tetaplah $1$, keberadaan angka $1$ bersifat netral dan tidak mengubah nilai perkalian di depannya. Kita peroleh $P(1) = 2(1)^2 - 5(1) + 3 = 2 - 5 + 3 = 0$. Hasil perhitungannya identik dengan penjumlahan koefisien yang kita lakukan sebelumnya!

Yuk, buktikan sendiri lewat eksperimen di bawah ini: coba geser slider nilai $x$ dan amati apa yang terjadi pada suku-suku polinomial saat anak kunci $x = 1$ dipasang.

Diberikan polinomial Q(x) = 4x^3 - 2x^2 + 7x - 5. Cara mana yang secara matematis merepresentasikan pencarian 'jumlah seluruh koefisien' dari Q(x)?

  • Mencari nilai Q(0)
  • Mencari nilai Q(1)
  • Mencari nilai Q(-1)
  • Menjumlahkan pangkat-pangkat variabel x

Jawaban: Mencari nilai Q(1)

Mengganti nilai variabel x dengan 1 membuat seluruh faktor variabel bernilai 1 tanpa mengubah nilai koefisien aslinya, sehingga Q(1) setara dengan total jumlah seluruh koefisien. Opsi A keliru karena Q(0) hanya menyisakan suku konstanta (-5). Opsi C keliru karena Q(-1) menghasilkan jumlah koefisien berselang-seling tanda. Opsi D keliru karena pangkat menunjukkan derajat suku, bukan nilai koefisien.

Substitusi x = 1 digunakan untuk mencari jumlah seluruh koefisien dari polinomial berderajat berapa pun.

Dari Angka ke Aturan Umum

Pernyataan "jumlah seluruh koefisien suatu polinomial" adalah terjemahan bahasa Indonesia untuk notasi matematika $P(1)$.

Prinsip anak kunci angka $1$ ini berlaku umum untuk fungsi polinomial apa pun, tidak peduli seberapa tinggi derajat pangkatnya atau seberapa panjang sukunya:

Mengeksekusi Teorema Faktor

Kondisi jumlah koefisien bernilai nol berarti $P(1) = 0$, yang berdasarkan Teorema Faktor memastikan $(x-1)$ sebagai faktor dari polinomial.

Di soal kita, premis yang diberikan berbunyi: "jumlah dari seluruh koefisien suatu polinomial $P(x)$ adalah nol". Berdasarkan prinsip evaluasi fungsi yang baru saja kita pelajari, kalimat tersebut memiliki makna matematis langsung bahwa nilai $P(1) = 0$.

Bagan alur tiga tahap penalaran dari premis jumlah koefisien nol sampai ke bentuk faktor x-1 .

Di sinilah kita menggunakan Teorema Faktor. Menurut teorema ini, jika sebuah nilai $k$ membuat $P(k) = 0$, maka bentuk $(x - k)$ adalah faktor dari $P(x)$. Dengan analogi anak kunci, karena anak kunci $x = 1$ sukses membuka kotak rahasia hingga bersisa $0$, maka bentuk cetakan gigi kuncinya adalah $(x - 1)$. Inilah alasan pasti mengapa Opsi C merupakan jawaban yang benar.

Mari kita periksa juga opsi lainnya dengan kacamata logika yang sama:

Tentukan kebenaran pernyataan berikut berdasarkan Teorema Faktor.

  • Jika P(3) = 0, maka (x - 3) pasti merupakan faktor dari P(x). — Benar
  • Jika P(-2) = 0, maka (x - 2) adalah faktor dari P(x). — Salah

Pernyataan pertama benar karena berdasarkan Teorema Faktor, jika P(k) = 0 untuk k = 3, maka (x - 3) pasti merupakan faktor. Pernyataan kedua salah karena untuk k = -2, bentuk faktornya adalah (x - (-2)) atau (x + 2), bukan (x - 2).

Bentuk faktor (x-k) langsung diturunkan dari nilai P(k) yang bernilai nol.