Menghitung Jadwal Berkala: Jangan Lupa Titik Awal
Titik Awal di Garis Waktu
Dalam menghitung jumlah kejadian berkala, membagi total waktu dengan periode tidak cukup; kejadian di titik awal (hari pertama) wajib ditambahkan. Kontrak disepakati pada 10 Januari 2024 dan pengiriman pertama disepakati satu minggu setelahnya, yaitu tanggal 17 Januari 2024. Batas perhitungan adalah 1 Februari 2024, sehingga interval durasi yang berjalan adalah $15\text{ hari}$ (dari 17 Januari ke 1 Februari).
Bayangkan kamu sedang memasang pin pada peta garis waktu: panjang tali adalah durasi waktu ($15\text{ hari}$), jarak antar-pin adalah periode pengiriman, dan jumlah pin adalah frekuensi pengiriman. Untuk subkontraktor pertama dengan periode $3\text{ hari}$, pembagian $\frac{15}{3} = 5$ hanya menghitung jumlah rentang atau celah antar-pin. Namun, pengiriman sudah dimulai sejak hari pertama (hari ke-0 pada 17 Januari), lalu berlanjut di hari ke-3, 6, 9, 12, dan 15. Jadi, total pengirimannya adalah $1 + 5 = 6\text{ kali}$.
Coba ubah periode pengiriman pada garis waktu di atas untuk melihat bagaimana pin di hari ke-0 selalu terpasang mendahului interval lompatan berikutnya.
Seseorang dijadwalkan minum obat selama 20 hari. Obat tersebut diminum setiap 4 hari sekali, dimulai langsung pada hari ke-0 saat jadwal dibuat. Berapa kali obat tersebut diminum dalam rentang waktu 20 hari itu?
- 5 kali
- 6 kali
- 4 kali
- 21 kali
Jawaban: 6 kali
Obat pertama kali diminum pada hari ke-0 (titik awal). Setelah itu, dalam rentang 20 hari dengan interval 4 hari sekali, obat diminum lagi sebanyak $20 / 4 = 5$ kali (di hari ke-4, 8, 12, 16, dan 20). Total obat diminum adalah $1 + 5 = 6$ kali. Pilihan A salah karena melupakan konsumsi obat di hari ke-0.
Keharusan menambahkan kejadian di titik nol untuk menghitung total frekuensi kejadian berkala.
Menerjemahkan Pengiriman Desimal
Kejadian fisik di dunia nyata seperti pengiriman barang tidak bisa bernilai pecahan, sehingga hasil bagi hari yang desimal harus mengalami pembulatan ke bawah. Mari kita perhatikan subkontraktor kedua yang jadwal pengirimannya setiap $6\text{ hari}$ sekali dalam rentang durasi $15\text{ hari}$.
Jika kita menghitung interval tambahannya:
$$\frac{15\text{ hari}}{6\text{ hari}} = 2,5\text{ interval}$$
Apa arti angka $2,5$ ini pada garis waktu?
Ada $2$ interval utuh yang berhasil diselesaikan, yaitu pengiriman di hari ke-$6$ dan hari ke-$12$.
Nilai $0,5$ menandakan sisa $3\text{ hari}$ yang baru berjalan setengah jalan menuju siklus berikutnya di hari ke-$18$. Karena waktu proyek berhenti di hari ke-$15$, pengiriman berikutnya belum tiba waktunya dan tidak pernah terjadi. Oleh karena itu, sisa waktu diabaikan (pembulatan ke bawah menjadi $2$ pengiriman tambahan). Ditambah pengiriman di hari ke-$0$, subkontraktor kedua tepat melakukan $1 + 2 = 3\text{ kali}$ pengiriman.

Dalam durasi 10 hari, sebuah tangki air bersih dijadwalkan menerima pasokan setiap 4 hari sekali, dimulai langsung pada hari ke-0. Tentukan kebenaran dari pernyataan berikut:
- Karena 10 dibagi 4 adalah 2,5, maka tangki disuplai air penuh sebanyak 2,5 kali setelah titik awal. — Salah
- Sisa 2 hari setelah suplai di hari ke-8 tidak cukup untuk memicu suplai ketiga. — Benar
Pernyataan 1 Salah: Peristiwa fisik diskrit seperti pengiriman atau suplai air terjadwal tidak bisa terjadi setengah-setengah; setelah titik awal, suplai penuh hanya terjadi 2 kali (hari ke-4 dan ke-8). Pernyataan 2 Benar: Jadwal suplai berikutnya baru tiba pada hari ke-12, sehingga sisa 2 hari pada batas hari ke-10 belum memenuhi satu siklus penuh dan tidak memicu pengiriman.
Besaran kejadian fisik berkala yang bersisa dalam satuan waktu dibulatkan ke bawah karena kejadian belum terpenuhi.
Total Panjang Keseluruhan
Total produksi dikalkulasikan dengan mengalikan frekuensi pengiriman (termasuk titik awal) dengan kapasitas sekali kirim tiap pemasok. Setelah kita mengetahui frekuensi pengiriman masing-masing pihak hingga 1 Februari 2024, langkah selanjutnya adalah menghitung total volume pipa dalam satuan meter, lalu mengonversinya ke kilometer.
Mari kita hitung rincian kontribusi masing-masing subkontraktor:
Subkontraktor 1 ($6\text{ kali}$ kirim):
$$6 \times 50\text{ pipa} \times 15\text{ m} = 4.500\text{ m} = 4,5\text{ km}$$
Subkontraktor 2 ($3\text{ kali}$ kirim):
$$3 \times 60\text{ pipa} \times 10\text{ m} = 1.800\text{ m} = 1,8\text{ km}$$
Subkontraktor 3 ($2\text{ kali}$ kirim):
$$2 \times 80\text{ pipa} \times 20\text{ m} = 3.200\text{ m} = 3,2\text{ km}$$
Menjumlahkan seluruh panjang pipa yang terkirim:
$$\text{Total} = 4,5\text{ km} + 1,8\text{ km} + 3,2\text{ km} = 9,5\text{ km}$$
Hasil ini sesuai dengan Opsi E ($9,5$).