Membaca "Blueprint" Anatomi Hewan Dasar

Lebih dari Sekadar Kumpulan Sel

Pernahkah kamu membayangkan spons cuci piring (yang aslinya terbuat dari hewan laut) dan membandingkannya dengan cacing atau manusia? Keduanya sama-sama hewan multiseluler (tersusun atas banyak sel), tapi ada perbedaan mendasar pada cara sel-sel mereka bekerja sama.

Ketika kamu melihat opsi Porifera (spons) di soal tadi, wajar kalau kamu mengira mereka punya jaringan karena bentuk tubuhnya sudah besar. Namun, biologi mengklasifikasikan Porifera ke dalam kelompok Parazoa (hewan sampingan). Mengapa? Karena sel-sel pada spons hidup berkelompok layaknya penghuni apartemen yang cuek satu sama lain. Mereka multiseluler, tapi tidak berkoordinasi membentuk jaringan sejati.

Hewan yang memiliki jaringan sejati disebut kelompok Eumetazoa. Di kelompok ini, sel-sel menempel kuat (punya ikatan antar-sel) dan saling membagi tugas secara struktural. Misalnya, ada kelompok sel yang khusus menjadi pelindung luar (epitel), dan ada yang khusus untuk kontraksi (otot).

Opsi Protozoa di soal tadi juga langsung gugur sejak awal pencarian. Mengapa? Karena mereka adalah organisme uniseluler (bersel tunggal), boro-boro membentuk jaringan yang butuh banyak sel!

Mengapa Porifera (spons) digolongkan sebagai hewan tanpa jaringan sejati (Parazoa) meskipun bertubuh multiseluler?

  • A. Karena sel-selnya berukuran sangat mikroskopis.
  • B. Karena sel-sel penyusunnya bekerja secara independen tanpa ikatan dan spesialisasi tugas yang jelas.
  • C. Karena mereka tidak bisa bergerak sama sekali selama hidupnya.
  • D. Karena mereka hanya tersusun dari satu lapisan germinal saat embrio.

Jawaban: B. Karena sel-sel penyusunnya bekerja secara independen tanpa ikatan dan spesialisasi tugas yang jelas.

Pada Porifera, kumpulan selnya hanya merupakan agregasi (kumpulan) longgar tanpa ikatan antar-sel yang kuat dan fungsi yang terspesialisasi, sehingga tidak memenuhi syarat jaringan sejati.

Syarat terbentuknya jaringan sejati adalah adanya ikatan antar-sel dan pembagian tugas, bukan sekadar kumpulan banyak sel.

Tiga Lapis Pembentuk Kehidupan

Setelah kelompok sel sepakat membentuk jaringan sejati, pertanyaan selanjutnya adalah: "Bagaimana awalnya jaringan-jaringan rumit (seperti otot, saraf, dan sistem pencernaan) ini bisa terbentuk?" Jawabannya ada pada masa hewan masih berwujud embrio.

Pada awal perkembangannya (fase gastrula), sel-sel embrio akan melipat ke dalam dan membentuk lapisan-lapisan dasar yang disebut lapisan germinal. Berdasarkan jumlah lapisannya, hewan eumetazoa dibagi dua:

  1. Diploblastik (2 Lapis): Hewan yang lebih primitif seperti ubur-ubur (filum Cnidaria) biasanya hanya punya dua lapis, yaitu Ektoderm (biru/luar) yang kelak menjadi kulit & saraf, serta Endoderm (kuning/dalam) yang jadi saluran pencernaan. Hewan diploblastik umumnya punya tubuh bersimetri radial (tubuh membulat, bisa dibelah jadi dua bagian sama dari arah mana saja layaknya piza).

  2. Triploblastik (3 Lapis): Hewan yang lebih kompleks berevolusi dengan memunculkan lapisan ketiga di tengah, yaitu Mesoderm (merah). Lapisan baru inilah titik balik penting karena ia yang nantinya berkembang menjadi otot, organ peredaran darah, tulang, dan organ dalam tubuh lainnya.

Tentukan apakah pernyataan berikut Benar atau Salah terkait lapisan germinal pada embrio hewan!

  • Hewan bersimetri bilateral pasti merupakan hewan diploblastik. — Salah
  • Lapisan mesoderm pada embrio triploblastik berfungsi untuk membentuk otot, darah, dan tulang. — Benar

Hewan simetri bilateral justru merupakan tipe triploblastik (punya 3 lapis). Mesoderm (lapisan ketiga) adalah asal mula terbentuknya otot, organ reproduksi, sistem peredaran darah, dan penyokong tubuh lainnya.

Simetri bilateral berkaitan erat dengan evolusi lapisan mesoderm (triploblastik) yang membentuk otot penyokong gerak searah.

Misteri Ruang Kosong (Rongga Tubuh)

Nah, hewan triploblastik (punya ektoderm, mesoderm, dan endoderm) punya satu variasi anatomi lagi yang jadi petunjuk kunci di soal. Mesoderm (jaringan tengah) ini perkembangannya bermacam-macam. Hubungan antara seberapa padat mesoderm mengisi celah saluran cerna akan membagi hewan ini menjadi tiga kelompok rongga tubuh (selom).

Rongga tubuh (selom) ini bukan usus ya! Ini adalah "ruang bantal" berisikan cairan yang memberi celah agar organ internal (seperti jantung/usus) bisa membesar, berdenyut, dan bebas bergerak tanpa tergencet gerakan otot dari dinding tubuh luar.

Silakan geser slider di atas untuk membandingkan potongan tubuh cacing dan melihat perbedaannya:

Berdasarkan klasifikasi embrionya, apa yang menjadi ciri khas dari bentuk tubuh hewan aselomata?

  • A. Ruang kosong pada tubuhnya terletak menempel tepat di bawah lapisan ektoderm.
  • B. Rongga badannya berada sepenuhnya di dalam lapisan terdalam endoderm.
  • C. Ruang di antara lapisan kulit luar dan usus dalam terisi penuh oleh jaringan padat dari mesoderm.
  • D. Memiliki celah rongga udara semu yang membatasi antara usus dan otot luar.

Jawaban: C. Ruang di antara lapisan kulit luar dan usus dalam terisi penuh oleh jaringan padat dari mesoderm.

Aselomata (seperti cacing pipih) tidak memiliki rongga cairan sama sekali. Area di antara kulit terluar (ektoderm) dan usus/pencernaan (endoderm) padat terisi penuh oleh lapisan mesoderm.

Aselomata berarti absennya ruang kosong (selom); area tengah tubuh sepenuhnya diisi oleh jaringan padat dari mesoderm.