Relatif Prima & Logika Tiga Variabel
Prima Bukan Berarti Harus Prima
Dua bilangan disebut saling relatif prima jika mereka tidak punya pembagi yang sama selain angka $1$, meskipun bilangan itu sendiri bukan bilangan prima murni.
Banyak yang mengira bahwa untuk menjadi "relatif prima", angka-angkanya harus prima murni seperti $2, 3, 5,$ atau $7$. Padahal, bilangan prima adalah bilangan asli lebih besar dari $1$ yang faktor pembaginya hanya $1$ dan dirinya sendiri. Sementara itu, relatif prima berbicara tentang hubungan persekutuan antara dua bilangan: apakah Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) keduanya sama dengan $1$.

Sebagai bukti, perhatikan angka $4$ dan $15$. Keduanya sama sekali bukan bilangan prima: $4$ habis dibagi $2$, sedangkan $15$ habis dibagi $3$ dan $5$. Namun, ketika kita mendata seluruh faktor pembaginya, satu-satunya anggota persekutuan yang muncul di irisan kedua lingkaran hanyalah angka $1$. Dengan demikian, pasangan $4$ dan $15$ sah berstatus saling relatif prima.
Manakah di antara pasangan berikut yang memenuhi syarat saling relatif prima?
- 8 dan 9
- 4 dan 6
- 5 dan 10
- 6 dan 15
Jawaban: 8 dan 9
Pasangan 8 dan 9 keduanya adalah bilangan komposit (faktor 8 adalah 1, 2, 4, 8; faktor 9 adalah 1, 3, 9). Namun, FPB dari 8 dan 9 adalah 1, sehingga keduanya saling relatif prima. Pilihan B salah karena FPB(4, 6) = 2. Pilihan C salah karena FPB(5, 10) = 5. Pilihan D salah karena FPB(6, 15) = 3.
Membedakan pasangan angka saling relatif prima dari pasangan biasa yang sama-sama bukan prima murni.
Senjata Rahasia Bilangan Asli
Saat dihadapkan pada 3 variabel namun hanya ada 2 persamaan, batasan status bilangan asli memungkinkan penyelesaian masalah melalui pendaftaran kombinasi terbatas.
Dalam aljabar biasa pada domain bilangan real, sistem dengan 3 variabel dan hanya 2 persamaan dipastikan memiliki tak hingga banyak kemungkinan solusi kontinu. Akibatnya, kita sering merasa buntu jika mencari cara eliminasi biasa. Namun, predikat bilangan asli (bilangan bulat positif mulai dari $1$) bertindak seperti kompensasi atas ketiadaan persamaan ketiga: ia memangkas bentangan solusi tak hingga menjadi titik-titik diskrit yang jumlahnya sangat sedikit dan terhitung.
Bayangkan kita sedang memutar kunci gembok kombinasi bersandi. Persamaan perkalian $xy = 60$ bekerja sebagai roda kombinasi pertama yang paling mudah dijinakkan. Jika $x$ dan $y$ adalah bilangan real bebas, pilihannya tak berujung; tetapi karena keduanya wajib merupakan faktor bilangan asli dari $60$, pilihan angka yang dapat dipasangkan langsung terkunci dalam daftar yang sangat terbatas.
Pemetaan dan Pendaftaran Tabel
Semua variasi solusi dianalisis sistematis memakai tabel, lalu disaring silang memakai syarat pertidaksamaan urutan dan jumlah agar diperoleh angka definitif.
Langkah pertama adalah mendaftar seluruh pasangan bilangan asli $(x, y)$ dengan $x < y$ yang memenuhi $xy = 60$. Pasangan yang mungkin terbentuk adalah $(1, 60), (2, 30), (3, 20), (4, 15), (5, 12),$ dan $(6, 10)$. Dari deretan ini, kita langsung menolak $(2, 30)$ dan $(6, 10)$ karena keduanya memiliki FPB bernilai $2$, sehingga tidak memenuhi syarat relatif prima.
Setelah gerbang pertama menyaring pasangan yang tidak relatif prima, kita gunakan persamaan $x + y + z = 30 \iff z = 30 - (x + y)$ untuk menguji nilai $z$, kemudian mencocokkannya dengan gerbang pertidaksamaan $x < y < z$:
Untuk pasangan $(1, 60)$: diperoleh $z = 30 - 61 = -31$. Nilai ini bukan bilangan asli, sehingga gugur.
Untuk pasangan $(3, 20)$: diperoleh $z = 30 - 23 = 7$. Urutan menjadi $3 < 20 > 7$, melanggar syarat $y < z$.
Untuk pasangan $(4, 15)$: diperoleh $z = 30 - 19 = 11$. Urutan menjadi $4 < 15 > 11$, juga melanggar urutan bertingkat.
Untuk pasangan $(5, 12)$: diperoleh $z = 30 - 17 = 13$. Syarat urutan terpenuhi sempurna karena $5 < 12 < 13$. Pasangan ini juga saling relatif prima satu sama lain secara berpasangan ($\text{FPB}(5, 12) = 1, \text{FPB}(12, 13) = 1, \text{FPB}(5, 13) = 1$).
Tiga bilangan asli p, q, dan r memenuhi p < q < r serta p + q + r = 20. Jika diambil kombinasi dua bilangan terkecil yang saling relatif prima yaitu p = 3 dan q = 8, berapakah nilai r?
- 13
- 9
- 11
- 7
Jawaban: 9
Dengan aturan jumlah tiga bilangan asli adalah 20, dan dua bilangan pertama adalah x = 3 serta y = 8 (di mana xy = 24 dan FPB(3, 8) = 1), kita peroleh variabel tertinggi z = 20 - (3 + 8) = 20 - 11 = 9. Urutan 3 < 8 < 9 terpenuhi dan ketiganya saling relatif prima. Pilihan A (13) terjadi jika hanya mengurangkan 7 (salah substitusi). Pilihan C (11) merupakan kesalahan hitung penjumlahan atau selisih.
Menghitung sisa variabel berpedoman pada pertidaksamaan dan batasan jumlah bilangan asli.