Taksonomi Arthropoda: Kelabang vs Kaki Seribu
Pohon Keluarga Arthropoda
Pernah nggak sih kamu merasa bingung ngebedain mana yang Filum, Subfilum, dan Kelas waktu belajar klasifikasi hewan? Tenang, kamu nggak sendirian. Kesalahan paling fatal yang sering terjadi saat ngerjain soal klasifikasi Arthropoda adalah menyamakan tingkat Subfilum dengan Kelas.
Biar nggak ketukar lagi, mari kita petakan posisinya! Arthropoda itu ibarat "payung besar" atau marga keluarganya (tingkat Filum). Di bawah payung ini, anggotanya dibagi lagi jadi beberapa kelompok yang lebih spesifik (Subfilum), salah satunya adalah kelompok hewan berkaki banyak alias Myriapoda.
Di soal awal tadi, kita ditanya tentang klasifikasi tingkat Kelas. Kalau kamu lihat opsi yang menyebut Myriapoda (seperti opsi B), itu pasti salah karena Myriapoda adalah Subfilum, bukan Kelas! Di bawah Myriapoda, barulah kita menemukan dua Kelas utama yang jadi bintang utama kita: Chilopoda (seperti kelabang) dan Diplopoda (seperti luwing/kaki seribu).
Jadi, kuncinya adalah mengingat bahwa Myriapoda harus dipecah lagi untuk mendapatkan level Kelas. Sekarang, ayo kita kenalan lebih jauh sama dua anggotanya ini.
Manakah pernyataan yang paling tepat mengenai hubungan antara Myriapoda, Chilopoda, dan Diplopoda?
- A. Keduanya adalah Filum yang berbeda
- B. Chilopoda adalah Subfilum, sedangkan Myriapoda adalah Kelas
- C. Myriapoda adalah Subfilum yang membawahi Kelas Chilopoda dan Diplopoda
- D. Ketiganya berada pada tingkatan taksonomi Kelas yang sama
Jawaban: C. Myriapoda adalah Subfilum yang membawahi Kelas Chilopoda dan Diplopoda
Myriapoda adalah Subfilum dari Arthropoda, sedangkan Chilopoda dan Diplopoda merupakan Kelas yang berada di bawah Subfilum Myriapoda.
Myriapoda adalah tingkat Subfilum, sedangkan Chilopoda dan Diplopoda adalah tingkat Kelas di bawahnya.
Si Predator Gesit: Chilopoda
Pernah kaget lihat kelabang yang larinya super cepat keluar dari tumpukan kayu? Kelabang adalah contoh utama dari Kelas Chilopoda.
Anatomi Chilopoda berevolusi untuk mendukung gaya hidupnya sebagai predator karnivora (pemakan daging). Karena mereka harus aktif berburu, mengejar, dan melumpuhkan mangsa, tubuh mereka didesain lincah. Ciri paling khas dari Chilopoda adalah hanya memiliki tepat satu pasang kaki di setiap segmen tubuhnya. Kaki yang sedikit per segmen ini mencegah kaki mereka saling belit saat berlari kencang.
Gambar: ערן פינקל, CC BY-SA 3.0 — Wikimedia Commons
Selain lari cepat, Chilopoda juga dipersenjatai dengan cakar beracun! Sepasang kaki pertama di dekat kepalanya termodifikasi menjadi taring atau pingset beracun (forcipules atau maksiliped). Ini dipakai untuk menyuntikkan racun dan melumpuhkan mangsanya.
Hewan I di soal memiliki "tubuh bersegmen banyak, setiap segmen memiliki satu pasang kaki, bergerak sangat cepat, dan memiliki taring beracun di kepalanya". Jelas banget kan kalau ini masuk ke kriteria "C" kita?
Mengapa anatomi Chilopoda (kelabang) sangat mendukung perannya sebagai predator?
- A. Karena warnanya yang gelap dan tubuhnya yang bulat
- B. Karena memiliki satu pasang kaki per segmen yang membuatnya lincah berlari
- C. Karena cangkangnya keras untuk menahan serangan mangsa
- D. Karena memiliki dua pasang kaki per segmen untuk daya dorong ekstra
Jawaban: B. Karena memiliki satu pasang kaki per segmen yang membuatnya lincah berlari
Satu pasang kaki per segmen mencegah kaki-kaki saling tumpang tindih saat berlari, sangat cocok untuk gaya hidup predator yang harus lincah mengejar mangsa.
Chilopoda memiliki satu pasang kaki per segmen, bergerak cepat, dan merupakan predator beracun.
Si Kalem Pengurai: Diplopoda
Kalau kelabang itu agresif, hewan yang satu ini kebalikannya: santai dan kalem. Mari kita kenalan dengan Diplopoda, yang sering kita sebut kaki seribu atau luwing.
Berbeda dengan Chilopoda, Diplopoda punya gaya hidup sebagai detritivor alias pemakan sisa tumbuhan (seperti daun kering dan kayu lapuk). Karena makanannya nggak akan lari ke mana-mana, Diplopoda gak butuh kecepatan. Tubuh mereka berevolusi bukan untuk balapan, melainkan untuk kekuatan traksi mendorong tanah atau menembus celah-crevice di antara dedaunan lapuk.
Ciri khasnya: mereka memiliki dua pasang kaki di setiap segmen tubuhnya. Ini terjadi karena selama evolusinya (saat fase embrio), dua segmen tubuh awal menyatu menjadi satu segmen ganda (diplosegmen).
Gambar: Bojan Ilić, dkk., CC BY 4.0 — Wikimedia Commons
Karena gerakannya lambat dan nggak punya taring beracun buat gigit, gimana cara mereka bertahan hidup? Sistem pertahanan utamanya adalah pasif: saat disentuh, mereka akan menggulung tubuhnya menjadi bentuk spiral atau bola untuk melindungi bagian kaki dan perut yang lunak di balik pelindung punggungnya yang keras. Beberapa spesies juga ngeluarin cairan bau/beracun lewat pori-pori samping tubuhnya.
Nah, ini pas banget dengan Hewan II di soal: "setiap segmen memiliki dua pasang kaki, bergerak lambat, dan menggulung tubuhnya menjadi bola saat disentuh."
Apa tujuan utama Diplopoda menggulung tubuhnya saat merasa terancam?
- A. Bersiap untuk melompat melarikan diri
- B. Mengeluarkan taring beracunnya ke arah musuh
- C. Melindungi area kaki dan perut yang lunak menggunakan pelindung punggung yang keras
- D. Mencerna makanan sisa tumbuhan dengan lebih efisien
Jawaban: C. Melindungi area kaki dan perut yang lunak menggunakan pelindung punggung yang keras
Karena lambat dan tidak punya taring racun, Diplopoda mengandalkan pertahanan pasif berupa menggulung tubuh dan mengandalkan zirah/cangkangnya yang keras.
Diplopoda (kaki seribu) menggulung badannya untuk melindungi bagian ventral (bawah) dan kaki-kakinya yang lunak.